MOM'S LIFE

Nggak Sepatutnya Proses Melahirkan Dijadikan Kompetisi, Setuju, Bun?

Radian Nyi Sukmasari 22 Jan 2018
Ilustrasi melahirkan/ Foto: Thinkstock Ilustrasi melahirkan/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Tanpa disadari, dalam kehidupan ini ada aja hal yang nggak semestinya dijadikan kompetisi tapi nyatanya jadi kompetisi juga. Salah satunya adalah gimana cara kita melahirkan. Pernah mengalaminya juga, Bun?

Di sekitar saya, sering banget ketika ada teman atau kerabat yang baru melahirkan lantas prosedur melahirkan via operasi caesar atau persalinan normal dijadikan ajang kompetisi. Ditambah saling membandingkan dengan diri sendiri dan seakan proses persalinan si ibu itulah yang paling benar. Duh, saya aja yang mendengarnya kesal sendiri.

Menanggapi hal ini, Cathy Warwick, chief executive dari the Royal College of Midwoves bilang cap bahwa melahirkan normal adalah proses melahirkan yang sebenarnya nggak lepas dari meningkatnya jumlah wanita yang melahirkan dengan menggunakan bantuan epidural, induksi, dan operasi caesar. Padahal, seperti kita tahu kata Cathy operasi caesar nggak akan dilakukan tanpa ada indikasi medis tertentu.

"Kondisi seperti itu yang menambah perasaan bersalah seorang wanita, bahkan perasaan gagal ketika dia tidak menjalani proses persalinan normal," ujar Cathy kepada Pop Sugar. Maka dari itu, Cathy berharap supaya bagaimana cara seorang ibu melahirkan nggak lagi jadi topik pembicaraan apalagi dijadikan ajang kompetisi.



Menurut Cathy, melahirkan seorang bayi harus dirayakan terlepas dari gimana seorang ibu melakukan itu. Memang, lumrahnya wanita ingin bisa melahirkan normal. Tapi, Cathy mewanti-wanti ketika itu tak bisa dilakukan, wanita nggak perlu merasa bersalah, Bun. Cathy bilang, ingatlah kalau ada banyak variabel dan faktor risiko yang pada akhirnya menentukan seorang ibu bisa melahirkan secara normal atau nggak.

"Kalau Anda bisa melakukannya, lakukanlah. Tapi ketika karena satu dan lain hal kelahiran normal tidak bisa Anda lakukan, nggak perlu merasa gagal," tutur Cathy. Memang ya, Bun, gimana cara kita melahirkan sering banget dijadikan bahan gunjingan. Melahirkan normal atau caesar seakan jadi dua hal yang penting banget untuk dibahas dan dikuliti.

Menurut psikolog keluarga Anna Surti Ariani yang akrab disapa Nina, bisa jadi ada persepsi berbeda antara melahirkan normal dan caesar. Kalau melahirkan caesar bisa aja kita menganggap bayi keluar dari perut, tidak keluar dari vagina terus butuh bantuan dari beberapa profesional kemudian ada efek bahwa proses itu mahal banget, jadi kadang melahirkan caesar dianggap cara melahirkan yang mahal.

"Terus bisa semacam mengatur kapan anak ini dilahirkan. Padahal, nggak selalu kayak gitu. Terus kalau melahirkan nromal dipersepsi sebagai begitulah cara perempuan melahirkan. Biayanya pun lebih murah. Sehingga, kadang pas ibu melahirkan normal, anggapannya inilah ibu sejati. Apalagi, kalau persalinan caesar ibu kan dibius dan dianggap nggak merasakan sakit," papar Nina.

Padahal, melahirkan caesar atau normal tetap aja kita merasakan sakit ya, Bun. Nah, Nina beranggapan karena kesalahkaprahan persepsi-persepsi tersebutlah kadang orang jadi judgemental terhadap proses melahirkan.

Kalau menurut Bunda gimana? Patutkah proses melahirkan satu ibu dengan ibu lainnya dijadikan ajang kompetisi?

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi