HaiBunda

PARENTING

Di Usia Berapa Anak Bisa Dikenalkan Mainan Blok?

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Sabtu, 10 Feb 2018 07:06 WIB
Di Usia Berapa Anak Bisa Dikenalkan Mainan Blok?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Stimulasi buat anak bisa diberikan salah satunya lewat mainan. Nah, mainan blok kayak lego bisa jadi pilihan. Hmm, tapi di umur berapa ya anak udah mulai bisa dikenalkan mainan ini?

"Sebenarnya lego bisa dikenalkan ke anak bahkan dari mereka berusia bayi. Tapi memang ada aturannya biar anak nggak ngemut legonya atau emang harus kita awasin," papar psikolog Ratih Ibrahim dalam konferensi pers Bricklive - Petualang Interaktif Lego, di PIK Avenue, Jakarta Utara pada Kamis (8/2/2018).

Menurut Ratih, mulai dari anak bisa bergerak lincah kita bisa tuh ngasih lego untuk bermain sebagaimana mestinya. Kapan anak sudah bisa bergerak lincah? Umumnya di atas umur satu tahun, Bun. Lagipula, kata Ratih permainan blok seperti lego juga ada klasifikasi untuk tiap usianya.




Pentingnya stimulasi anak sesuai dengan usia perkembangannya yaitu agar stimulusnya dapat merangsang kemampuan anak secara optimal. Memperhatikan kategori mainan sesuai umur anak penting untuk keamanan anak. Sehingga, risiko kayak mainan akan tertelan bisa dihindari.

"Kenapa lego? Karena lego adalah salah satu sarana stimulasi yang value evaluationnya besar," kata Ratih.

Semua orang tua pasti punya impian agar anaknya cerdas, dan kita pasti bahagia banget kalau anak kita cerdas dan unggul dalam bidang apapun itu ya, Bun. Karena itu Ratih menyarankan kalau bisa orang tua pilih sarana stimulasi yang mudah untuk anak serap.

"Kalau kebanyakan kita orang tua juga bisa overwhelming. Dalam lego sebegitu compactnya interaksi yang bisa dilakukan antara anak dan orang tua dengan cara yang fun," papar Ratih.

Dia mengingatkan, untuk bisa mengembangkan kecerdasan pada anak harus sesuai dan pas antara stimulasi dengan usia anaknya. Karena itu, umumnya untuk anak-anak yang masih kecil ukuran mainan bloknya semakin besar agar mainannya tidak termakan atau untuk menimpuk temannya.



Saat main lego, anak bisa lebih berkreasi. Bahkan, ketika orang tua ikut main, ada manfaat yang bisa kita rasakan lho, he-he-he. "Saya pun suka main lego. Sebagai orang dewasa yang penuh tekanan sometimes we need release our stress, dengan main lego kita juga bisa stimulasi daya imajinasi kita dan kreativitas," ungkap psikolog yang juga ibu dua anak ini.

Apalagi kalau kita bertemu dengan sesama pecinta mainan blok tersebut, bukan nggak mungkin kita akan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain dan lebih happy. "Ketika kita happy, itu berarti jiwa kita lebih sehat," ungkap Ratih. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK