HaiBunda

PARENTING

Menertawakan Anak Saat Lakukan Kesalahan, Yes or No?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Kamis, 17 May 2018 17:01 WIB
Menertawakan Anak Saat Lakukan Kesalahan, Yes or No? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Pernah nggak, Bun, anak salah ketika dia melakukan sesuatu? Misalnya nih, anak sedang latihan menari untuk pentas seni di sekolahnya. Nah, saat di rumah anak keliru ketika berlatih terus kita ketawa karena merasa lucu. Hmm, sebenarnya oke nggak sih?

Soalnya saya pernah, Bun, saat keponakan perempuan saya latihan menari untuk acara perpisahan di sekolahnya dia melakukan gerakan keliru. Alhasil, saya ngetawain dia deh. Keponakan saya ini juga tertawa walaupun saya kasih tahu juga gimana gerakan yang benar. Nah, kalau kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, baiknya kita nggak menertawakan kesalahan anak, Bun.

Ratih bilang, perilaku anak kecil masih didasari teori learning by doing, menggunakan contoh konkret dan kurang mengandalkan proses judgement atau penilaian secara moral. Jadi ketika mereka melakukan sesuatu, terkadang anak nggak pernah atau belum berpikir ke arah apa yang dia lakukan itu bener atau salah.


"Ini sampai anak usia sekitar 6 atau 7 tahun ya. Nah, ketika sudah masuk usia 7 tahun, biasanya anak sudah mulai memahami bahwa ini nggak boleh karena begini begini atau itu harus dilakukan karena begini begini. Di tahapan ini moral judgement anak sudah mulai berkembang tentang aturan benar dan salah," tutur Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre waktu ngobrol dengan HaiBunda.



Jadi, tingkah anak-anak ini murni karena kepolosan, Bun, dan itu yang kadang bikin kekeliruan anak ketika melakukan sesuatu terlihat lucu dan bikin kita tertawa. Ya, walaupun tetap ya baiknya anak nggak ditertawakan.

"Kenapa jangan ditertawakan? Karena kalau kita tertawakan akan dianggap sebagai reinforcement atau penguatan sehingga anak akan mengulangisnya untuk mendapatkan respons ketawa," tambah Ratih.

Sementara itu, psikolog anak dari Tiga Generasi Fathya Artha Utami bilang ketika anak melakukan kesalahan yang disengaja maupun nggak, orang dewasa baiknya langsung membantu anak membenarkannya, Bun. Misalnya, anak salah dalam mengucapkan nama benda di sekitarnya.

"Ini perlu dilakukan agar anak bisa mengetahui apa yang bisa dia perbaiki. Kalau kita nggak sengaja ketawa dan kita cuma ketawa tanpa membenarkan anak, ini bisa memicu rasa malu pada anak yang lama kelamaan membuatnya enggan melakukan hal itu lagi," tutur Fathya.

Hmm, kita nggak pengen kan ya rasa percaya diri anak turun dan anak jadi minder gara-gara kita menganggap enteng apa yang dilakukan anak?

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Parenting Tim HaiBunda

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK