parenting

Cerita Kakek Selamatkan Lebih dari 2 Juta Bayi dengan Darahnya

Melly Febrida Sabtu, 19 May 2018 12:37 WIB
Cerita Kakek Selamatkan Lebih dari 2 Juta Bayi dengan Darahnya
Sydney, Australia - Sekilas kakek ini seperti kebanyakan kakek-kakek berusia 81 tahun lainnya. Rambutnya sudah putih semua dan wajahnya dihiasi keriput. Nggak nyangka deh, Bun, kakek ini sudah banyak membantu lebih dari dua juta bayi dengan darahnya.

Memangnya apa yang istimewa dari darah kakek bernama James Harrison ini? Ternyata darah James mengandung antibodi langka yang diperlukan untuk membuat obat perintis. Menurut pejabat di Layanan Darah Palang Merah Australia, darah James sudah membantu menyelamatkan lebih dari dua juta bayi dari penyakit yang berpotensi mematikan. Demikian dikutip dari NY Times.

Sejak 1967, James sudah mendonorkan darahnya, Bun, untuk keperluan membuat obat. Hingga saat ini sudah ada lebih dari tiga juta dosis obat anti-D yang mengandung darah James.


Karena usianya sudah 81 tahun, petugas medis di Palang Merah memutuskan James berhenti berdonor darah. Pertimbangannya adalah kesehatan si kakek, Bun.

"Akhir dari sebuah era," kata James yang merupakan pensiunan administrator kereta api.

"Sebenarnya ini menyedihkan karena aku merasa sepertinya bisa terus menjalaninya," imbuhnya.



Menurut perkiraan Palang Merah Australia, sekitar 17 persen perempuan Australia yang hamil membutuhkan suntikan Anti-D untuk menjaga bayi mereka tetap sehat. Nah, suntikan itu hanya dapat dilakukan dari plasma darah yang disumbangkan. Di Australia, ada sekitar 160 donor yang memiliki antibodi khusus dalam darah mereka.

Tanpa suntikan, janin dengan golongan darah tertentu yang berbeda dari ibu mereka bisa mengembangkan penyakit hemolitik. Ini adalah kondisi yang berpotensi kefatalan, Bun.

Awal Mula James Menyumbangkan Darahnya

James sudah menyumbangkan darahnya selama lebih dari satu dekade, Bun. Ini dimulai ketika para peneliti menemukannya pada tahun 1960 kemudian memintanya untuk menjadi donor pertama yang dikenal sebagai program Anti-D.

Darah James persis seperti yang peneliti cari. Tubuhnya secara alami menghasilkan antibodi yang mencegah penyakit hemolitik. James tak tahu mengapa darahnya bisa seperti itu, tapi ia ia percaya mungkin ada hubungannya dengan darah yang dia terima sewaktu remaja.



Ya, ketika berusia 14 tahun, James membutuhkan banyak darah orang lain untuk bertahan hidup. Kala itu, ia pun harus menjalani operasi, Bun. Bersyukur, ia bisa pulih.

Karena sudah bertahun-tahun mendonorkan darah, James pun menerima sejumlah penghargaan. Tapi bagi James, kehidupan bayi-bayi yang tertolong dengan darahnya adalah penghargaan terbesar. Bahkan putrinya, Tracey Mellowship, adalah salah satu yang mendapat manfaat dari darahnya lho.

"Salahkan aku dengan meningkatnya populasi," canda James, dikutip dari The Sydney Morning Herald. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi