HaiBunda

PARENTING

Dampak bagi Anak Ketika Orang Tua Terlalu Asyik dengan Gadget

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 23 Jun 2018 14:02 WIB
Ilustrasi orangtua main gadget/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Wajar banget kalau orang tua menggunakan gadget apalagi untuk keperluan kerjaan dan berkomunikasi. Tapi ingat ya, Bun, ketika di rumah dan bersama anak-anak kita jangan terlalu asyik dengan gadget.

Ya, Bun, ada istilah technoference yakni ketika orang tua terlalu berlebihan dalam memakai gadget sampai mereka mengabaikan si kecil. Situasi ini disebut membuat anak menunjukkan perilaku buruk seperti merengek, berteriak, tantrum, bahkan hiperaktif demi mendapat perhatian bunda serta ayahnya.

"Saat orang tua terlalu asyik dengan gadget-nya, akan ada ampak pada perilaku anak. Membesarkan anak berarti kita hadir di sana, terhubung dengan mereka. Nggak harus melakukan obrolan serius tapi penting juga ketika kita bisa melakukan kegiatan bersama sehingga terjadi interaksi antara orang tua dan anak," tutur pakar media sosial Arna van Goch.


Kalau orang tua terlalu asyik dengan gadget-nya, anak akan mendapat pesan kalau gadget jauh lebih penting ketimbang dirinya. Maka dari itu, Anna menekankan orang tua untuk menetapkan tech box di mana di area atau waktu tertentu di rumah semua anggota keluarga harus jauh dari gadget. Dengan orang tua menyingkirkan gadget-nya sejenak, anak akan merasa bahwa inilah waktu dia bersama orang tuanya.



"Penting banget untuk anak tahu kalau dirinya berharga dan dicintai orang tuanya. Dengan menyempatkan menghabiskan waktu dengan anak, anak belajar prioritas. Termasuk mereka yang menjadi prioritas orang tua," tambah Anna dikutip dari Reuters.

Studi yang dilakukan State University dan University of Michigan mengamati 172 orang tua dengan anak usia lima tahun ke bawah. Mereka mengamati durasi pemakaian gadget, waktu anak main gadget, tingkat stres orang tua, perilaku anak di rumah dan seberapa sering anak mengganggu orang tuanya ketika bermain gadget.

Ditemukan ketika anak merengek atau tantrum orang tua merasa lebih stres. Tapi, yang lebih penting adalah saat orang tua terlalu asyik dengan gadget-nya anak jauh lebih mungkin menunjukkan perilaku mengganggu seperti merengek, berteriak dan tantrum.

"Anak butuh perhatian karena memang itu yang mereka butuhkan. Saat orang tua asyik dengan gadget, anak akan merengek, lantas orang tua stres. Ini adalah sebuah siklus dan untuk memutusnya perlu perubahan perilaku orang tua," kata psikolog Michael Hawton.

Sebagai orang tua, kita mesti ingat, Bun, kita ingin anak mengingat ayah dan bundanya sosok yang seperti apa? Galak, cuek dan lebih memilih gadget-nya atau orang tua yang hangat, berusaha ada saat anak membutuhkan kita dan bisa menjadi guru pertama mereka?

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Atalia Praratya Tulis Ucapan Manis untuk Sang Putri Tercinta di Hari Ultah, Intip Momennya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya

Parenting Annisa Karnesyia

Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Pakar Ungkap Pola Makan Ibu Hamil yang Salah Bisa Hambat Pertumbuhan Bayi

Kehamilan Annisa Karnesyia

Terpopuler: Fakta Menarik Pernikahan Cristiano Ronaldo & Georgina Rodriquez

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Atalia Praratya Tulis Ucapan Manis untuk Sang Putri Tercinta di Hari Ultah, Intip Momennya

Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya

Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan

Drama China 'The Road to Splendor': Sinopsis, Daftar Pemain, dan Fakta Menarik yang Perlu Diketahui

Pakar Ungkap Pola Makan Ibu Hamil yang Salah Bisa Hambat Pertumbuhan Bayi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK