HaiBunda

PARENTING

Bohongi Anak tentang Penyakit yang Dialaminya, Oke Nggak Sih?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Rabu, 25 Jul 2018 15:31 WIB
Ilustrasi anak dan orang tua/ Foto: thinkstock
Jakarta - Orang tua mana yang tega ketika si kecil didiagnosis penyakit serius. Kalau bisa, rasanya ingin diri ini saja yang merasakan sakitnya si kecil ya, Bun. Bahkan, karena nggak tega rasanya ingin menutupi kondisi anak alias membohongi mereka tentang apa yang sebenarnya dialami.

Terkait hal ini, psikolog anak dari Tiga Generasi, Marcelina Melisa yang akrab disapa Lina, bilang baiknya orang tua jangan ada niatan untuk membohongi anak tentang penyakit yang mereka alami. Kalau mau menunda beri tahu anak boleh sambil orang tua menenangkan diri dan menyiapkan diri. Ya, seperti diketahui menerima kenyataan si kecil kena penyakit serius bukan nggak mungkin orang tua shock.

"Nggak apa-apa kita susun apa yang mau dibicarakan ke anak tapi pada saatnya ada bentuk komunikasi yang kita lakukan dengan anak agar anak nggak kebingungan dengan yang ada di dirinya ditambah dengan adanya perubahan-perubahan di dirinya," kata Lina waktu ngobrol sama HaiBunda.




Untuk bahasa dan bentuk komunikasinya pastinya disesuaikan dengan usia anak ya, Bun. Misalnya untuk anak early childhood ketika dia memakai alat semacam metal untuk kemoterapi nggak apa-apa disebutkan dia pakai alat seperti iron man. Untuk diagnosisnya jelaskan dengan analogi yang mudah dipahami anak ya, Bun. Atau untuk menjelaskan symptom penyakit seperti mual kita bisa beri tahu ke anak rasanya seperti enek ketika salah makan.

Membohongi anak tentang penyakitnya nggak dianjurkan karena bagaimanapun anak tahu kok ketika dia ke RS berarti dia sedang sakit. Saat menjalani treatment seperti minum obat berarti dia sedang sakit. Apalagi, saat sakit pastinya akan ada perubahan aktivitas pada anak. Ketika kita bilang ke anak mereka baik-baik saja, tapi anak merasakan perubahan pada kesehariannya, sudah pasti anak jadi nggak percaya pada orang tuanya.

"Kalau prediksi treatment-nya jelas nggak apa-apa dikasih tahu ke anak. Tapi kalau nggak pasti, lebih baik ajak anak berdoa supaya treatment-nya lancar dan cepat beres. Anak juga butuh jawaban yang memuaskan pemikiran dia karena kalau nggak kasihan anaknya, dia wondering sendiri," kata Lina.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan

Mom's Life Natasha Ardiah

5 Potret Gaun Pengantin dan Resepsi Ranty Maria, Bak Putri Kerajaan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Rafathar dan Rayyanza Tunaikan Ibadah Umrah Bersama Kedua Pengasuh

Parenting Nadhifa Fitrina

Angka Kelahiran di China Berada di Level Terendah Sejak 76 Th Lalu, Apa Penyebabnya?

Kehamilan Annisa Karnesyia

11 Tanaman yang Bisa Mencerahkan Ruangan Gelap di Rumah

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Gaun Pengantin dan Resepsi Ranty Maria, Bak Putri Kerajaan

Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan

Potret Rafathar dan Rayyanza Tunaikan Ibadah Umrah Bersama Kedua Pengasuh

Angka Kelahiran di China Berada di Level Terendah Sejak 76 Th Lalu, Apa Penyebabnya?

11 Tanaman yang Bisa Mencerahkan Ruangan Gelap di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK