sign up SIGN UP search


parenting

3 Hal tentang Vaksin MR yang Perlu Bunda Tahu

Amelia Sewaka   |   Haibunda Rabu, 01 Aug 2018 15:20 WIB
Berikut ini 3 hal yang perlu Bunda ketahui soal vaksin Measles Rubella atau MR. caption
Jakarta - Bicara vaksinasi, salah satu yang sedang digalakkan pemerintah sejak tahun lalu adalah vaksinasi Measles Rubella (MR). Ada beberapa hal seputar vaksin MR yang penting untuk Bunda ketahui nih.

Campak dan rubella adalah penyakit yang mudah menular dan termasuk penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak-anak dan dewasa muda yang rentan. Nggak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun kedua penyakit berbahaya tersebut bisa dicegah. Imunisasi MR merupakan pencegahan terbaik terhadap dampak berbahaya yang diakibatkan dua penyakit tersebut. Bisa dibilang vaksin MR menjadi upaya mencegah dua penyakit sekaligus.

Tahun ini merupakan fase II kampanye imunisasi MR. Tahun lalu, fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September 2017 di seluruh pulau Jawa dan berhasil melampaui target cakupan nasional, sebesar 100,98 persen dengan jumlah anak yang mendapat kekebalan tubuh lebih dari 35,3 juta anak.


Nah, berikut beberapa hal yang perlu Bunda tahu mengenai vaksin MR nih, Bun. Yuk simak bersama.



1. Usia Anak yang Divaksin MR dan Efek Sampingnya

Usia anak yang perlu divaksin MR adalah 9 bulan sampai 15 tahun. Menurut Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI, Prof DR dr Soedjatmiko, SpA(K), jika anak kita sudah diimunisasi tahun ini mereka boleh diikutkan imunisasi lagi tahun ini.

"Misal nih, bulan lalu anak kita udah diimunisasi, nanti tahun depan boleh ikut lagi. Dampak reaksi lokal seperti demam ringan, ruam dan nyeri itu biasa," tutur pria yang akrab disapa dr Miko dalam konferensi pers 'Kampanye Imunisasi Measles Rubella Fase II Serentak Dilaksanakan di 28 Provinsi Luar Jawa Agustus-Desember 2018', di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

2. Anak Sakit, Boleh Imunisasi?

Kalau anak lagi sakit, bukan nggak boleh diimunisasi. dr Miko bilang kalau anak sekadar batuk atau pilek boleh saja mendapat imunisasi asal orang tuanya percaya diri dan mendapat persetujuan dokter yang menangani.

"Tapi, jika keadaannya memang nggak memungkinkan misal yang demam parah ya lebih baik tunda. Tunda lho ya, bukan nggak imunisasi. Saat anak udah sehat, nanti diimunisasi di tempat pemberian vaksin lain," kata dr Miko.

3. Vaksin Wajib Diberi ke Anak Laki-laki dan Perempuan

Vaksin itu jenisnya ada dua, campak dan rubella. dr Miko menjelaskan, vaksin campak untuk melindungi anak yang diimunisasi itu sendiri dan mencegah penyakit campak ini menular ke anak lain, termasuk anak yang tidak terimunisasi. Akibat dari campak sendiri berbahaya, dari diare, radang paru, ensefalitis bahkan matian.

"Sedangkan yang rubella bukan untuk melindungi, tapi lebih ke memutus mata rantai penyakit yang lebih tinggi dan bisa menulari ke ibu hamil," tutur dr Miko.

dr Miko mengingatkan anak laki-laki juga bisa tetap terserang virus campak dan rubella, serta bisa menularkan penyakit ini pada orang sekitarnya, termasuk ibu yang sedang hamil. Jadi, baik anak perempuan maupun anak lelaki harus mendapatkan imunisasi dengan baik ya, Bun.

(rdn)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!