HaiBunda

PARENTING

4 Cara Memilih Tips Psikologi untuk Tumbuh Kembang Anak

Travellia Tjokro, PhD   |   HaiBunda

Sabtu, 13 Oct 2018 15:34 WIB
Ilustrasi memilih tips psikologi/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Bunda pasti sering dong ya, membaca berbagai saran dan tips dari psikolog untuk membantu menghadapi tugas mahabesar di hidup ini: menjadi orang tua serta membesarkan anak yang semoga akan menjadi anak yang kuat secara fisik juga kuat secara mental. He-he-he.

Nah, dari sekian banyak tips-tips psikologi itu, kira-kira apa saja poin yang perlu diperhatikan bila Bunda ingin menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari dengan anak tersayang?

Berikut empat poin yang bisa saya bagikan kepada para Bunda supaya lebih bijak dalam memilah beragam tips-tips psikologi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil:


1. Lihat dasar tipsnya

Banyak tips dengan topik psikologi yang pastinya berguna untuk memudahkan kita menjadi orang tua. Nah, sebelum memutuskan akan menerapkan tips itu atau nggak pastikan dulu apakah tips tersebut didasarkan pada penelitian dan riset psikologi? Riset psikologi yang dilakukan dengan benar, ilmiah, serta akurat harus melalui serangkaian tes dan usaha-usaha mereplikasikan hasilnya juga tukar pikiran yang intens di antara para periset sebelum bisa diterbitkan.

Jadi, kalau tips tersebut ditulis berdasarkan riset psikologi ilmiah, bisa dipastikan sudah melalui tes yang ketat dan riset yang terkontrol.



2. Sesuaikan dengan kondisi anak

Bunda perlu tahu, tips biasanya ditulis secara umum, artinya dengan target anak-anak secara umum. Nah, tips tersebut sering banget harus ditukar-tambah, dimodifikasi, sesuai dengan keadaan anak secara spesifik.

Misalnya gimana temperamen si kecil, apakah anak kita berkebutuhan khusus lalu bagaimana kondisi keluarga kita? Saya ingat kata salah satu mentor saat kuliah bahwa satu tips mungkin bisa bekerja dengan baik untuk satu juta anak di dunia kecuali anak saya sendiri. Jadi diperlukan fleksibilitas dalam menerapkan tips itu, Bun.

Ilustrasi tips psikologi/ Foto: Thinkstock
3. Tips nggak berhasil diterapkan? Jangan kecewa

Jangan merasa terlalu kecewa kalau tips tersebut walau sudah dimodifikasi masih tidak membantu si kecil. Ingat, Bun, setiap anak unik dengan kemampuan dan kebutuhan berbeda. Kalau satu tips belum berhasil, coba tips lainnya, Bun. Atau bahkan Bunda bisa menemukan cara sendiri yang ternyata justru membantu banyak dalam pengasuhan anak.

4. Perhatikan aspek sosiokultural

Dalam memilih tips psikologi untuk anak, perhatikan juga keadaan sosiokultural yang mendasari tips itu. Kadang tips ditulis oleh psikolog di negara lain yang memiliki kondisi sosio-kultural yang jauh berbeda dengan Indonesia. Alhasil, tips yang diberi mungkin agak sulit diterapkan dengan kondisi di Indonesia.

Sekian tipsnya, Bunda. Semoga bermanfaat ya!

*Travellia Tjokro, Ph.D
Psikologi Kognitif dan Neurosains Kognitif, University of California, Riverside, 2010
twitter: @februalia1 (rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Parenting Annisa Karnesyia

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Mom's Life Amira Salsabila

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK