sign up SIGN UP search


parenting

5 Cara Mengajarkan Anak Berempati dengan Mainan

Melly Febrida Kamis, 01 Nov 2018 18:03 WIB
Mau mengajarkan anak berempati, Bun? Coba dengan menggunakan boneka yuk. Ada 5 cara yang bisa diajarkan. caption
Washington DC - Anak-anak itu paling mudah belajar dengan meniru. Bahkan dengan permainan saja kita bisa mengajarkan anak-anak belajar berempati, Bun.

Psikolog Klinis dan Co-Founder of Harmony dalam Parenting Dr Azine Graff dari Los Angeles berbagi tips mengajarkan empati pada empati dengan menggunakan boneka Bun. Jadi anak bermain sambil belajar seperti dilansir Motherly.




1. Perasaan sedih, marah, takut

Anak-anak mungkin belum memahami beberapa emosi. Bunda bisa mengenalkannya saat bermain dengan menggunakan boneka. Dr Azine bilang, dengan bermain boneka, Bunda bisa menceritakan seperti apa perasaan sedih, marah, bahagia, ataupun takut.

Misalnya Bun, membuat cerita sambil menggendong si boneka, bunda menjelaskan kalau boneka ini sedang menangis karena sedih.

Selain boneka, kata Dr Azine, mengenalkan emosi bisa dengan menunjukkan gambar orang tersenyum yang ada di buku. Atau mengenalkan emosi ketika melihat ada bayi yang sedang menangis di mal. Caranya bisa dengan mengatakan, "Bayi itu menangis karena dia lagi sedih?"

Dengan cara tersebut Bun, kata Azine, anak-anak seiring berjalannya waktu akan belajar melabeli emosi mereka sendiri.

2. Mengasihi

Anak-anak perempuan biasanya senang bermain boneka, sedangkan anak laki-laki robot-robotan. Dari permainan itu, bunda bisa mencontohkan memberikan kasih sayang. Nah, mainan berupa boneka bayi sangat bagus untuk balita. Nggak hanya untuk bermain Bun, tapi dari boneka bayi, kata Dr Azine, Bunda bisa mengajarkan bagaimana mengasihi dan merawat seseorang.

Misalnya, Bunda bertanya kepada anak, "Bayi itu menguap dan kelihatan sangat lelah. Sebaiknya kita menidurkannya.

3. Menunjukkan empati orang lain

Anak-anak senang bermain balok, Bun? Dari balok, Bunda bisa mencontohkan cara menunjukkan rasa empati kita. Ketika anak sedih atau marah karena menara baloknya terjatuh, jangan langsung memintanya diam dari tangisannya.

Misalnya, jika anak mengamuk gara-gara menara balok yang jatuh, Bunda bisa mencoba mengatakan, "Kesal ya kalau semua balok jatuh, padahal kakak sudah mencoba membangunnya."

Dari permainan itu, Dr Azine bilang bunda sudah menunjukkan pentingnya memahami perasaan orang lain, meskipun itu bukan perasaan kita sendiri.

5 Cara Mengajarkan Anak Berempati dengan Mainan5 Cara Mengajarkan Anak Berempati dengan Mainan (Foto: instagram.com/jaimesanchezart)


4. Menawarkan bantuan

Kalau anak sudah bisa mengidentifikasi emosinya, mereka bisa menemukan solusinya dengan bantuan bunda.

"Ketika kita bisa membantu anak-anak kita melalui perasaan yang menantang, terutama ketika mereka sedang berjuang keras, kita mencontohkna kepedulian untuk orang lain," kata Azine.

Misalnya saat anak marah Bunda bisa berkata, "Pasti menyakitkan kalau kita gagal ya. Bunda biasanya kalau merasa kecewa begitu bisa lebih tenang dengan menarik napas panjang. Kakak mau mencobanya?

5. Ekspresikan perasaan Bunda sendiri

Dr Azine mengatakan, orang tua suka menyembunyikan perasaannya ke anak-anak. Padahal, kalau Bunda memodelkannya dengan benar bisa mengajarkan bahwa perasaan itu bagian normal dari kehidupan.

Seiring waktu, Bunda akan melihat mereka menggunakan strategi empati yang sama pada Bunda, seperti menyarankan Bunda mengambil napas dalam-dalam ketika kesal.

Sally Kotsopoulos, pendidik anak usia dini dan pengawas pengasuhan anak seperti dikutip dari Today Parent's mengatakan, kita jangan segan mengajak anak bicara soal perasaannya, Bun. Dengan cara itu, kita bisa membantu seorang balita mengenali perasaannya sendiri.

Seiring waktu, kemampuan untuk membaca dan menanggapi perasaan orang lain akan berkembang, Bun. Balita pandai membaca ekspresi wajah, tetapi tidak bisa menyebutkan perasaan yang mereka tangkap.

(nwy/nwy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi