HaiBunda

PARENTING

Butuh Waktu, Bunda Jangan Menyerah Ajari Anak Disiplin

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 06 Jan 2019 06:54 WIB
Ilustrasi anak disiplin/ Foto: thinkstock
Jakarta - Butuh ekstra sabar untuk bisa mengajarkan pada anak tentang pentingnya arti disiplin. Tak heran jika kemudian waktu yang dibutuhkan pun tidak sebentar, Bun.

Dilansir Psychcentral, salah satu bunda sekaligus penulis dari Amerika Serikat, Whitney Cummings, berbagi cerita tentang usahanya mengajarkan sang anak tentang disiplin. Waktu yang dibutuhkan olehnya tak sebentar, Bun: 10 tahun!

Whitney bercerita sewaktu putrinya masih berumur 4 tahun, dia mencoba mengajarkan anaknya untuk tidak berteriak untuk mendapatkan keinginannya. Tapi usahanya selama berbulan-bulan belum menunjukkan hasil.



Begitu pula dengan putrinya yang berusia 7 tahun, Whitney tak bosan-bosannya mengajarkan anaknya untuk tidur sendiri. Belum lagi putri angkatnya yang berusia 10 tahun, dia juga mengajarkan untuk tak mudah marah-marah ke orang lain.

"Minggu lalu adalah puncak dari rasa frustrasi saya dalam pengasuhan. Semuanya seperti berlalu begitu saja, dengan mengajari anak-anak saya hal-hal yang sama berulang-ulang, dan itu malah terlihat semakin memburuk," ungkap Whitney.

Sampai suatu hari, kesabarannya habis dan dia pun mengungkapkan rasa frustrasi pada ketiga putrinya. Setelah berbicara saling terbuka, hubungan ibu dan anak antara mereka pun berjalan semakin baik.

Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: thinkstock
Psikolog anak dari Tiga Generasi, Mayang Gita Mardian MPsi, Psikolog, mengatakan bahwa intinya dalam mengajarkan anak untuk berperilaku baik, orang tua perlu tetap mendukung hak-hak anak untuk dapat berkembang dengan baik pula.


Hindari kekerasan dan ingatlah untuk selalu menghargai anak sebagai pembelajar atau learner. Pun demikian saat Mama hendak mengajarkan tentang positif disiplin. Orang tua perlu tetap merespons perilaku anak, pahami bahwa ini bukan reaksi instan.

Jika anak hobi berteriak dan orang tua tanpa sadar ikut berteriak juga karena emosi, ini justru akan membuat anak semakin suka berteriak.

"Lakukan respons sadar di mana misal ketika anak teriak, Ayah atau Bunda bisa lebih tenang namun tetap tegas pada perilaku anak," imbuh Mayang.

Kata Mayang, saat hendak mengajarkan anak, orang tua perlu berperilaku secara konsisten. Sama seperti pohon, kepribadian anak juga tidak tumbuh dalam semalam lho, Bun.

"Diperlukan konsistensi dan ketelatenan. Dengan hal-hal seperti itu anak belajar banyak hal, termasuk kontrol diri dan belajar menyelesaikan masalah," tutur Mayang, dikutip dari detikcom.

(rdn/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK