parenting

Efek Buruk Si Kecil Melewatkan Sarapan Sebelum ke Sekolah

Yuni Ayu Amida Senin, 11 Mar 2019 12:29 WIB
Efek Buruk Si Kecil Melewatkan Sarapan Sebelum ke Sekolah
Jakarta - Tahukah Bunda, sarapan sangat penting untuk si kecil sebelum berangkat ke sekolah. Sejumlah studi mengatakan, anak yang memulai hari dengan sarapan diketahui lebih fokus belajar dan aktif berkegiatan di luar ruangan. Selain itu, sarapan juga mencegah anak mengalami obesitas.

Hal ini disetujui James Modouw, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bidang Hubungan Pusat dan Daerah, yang mengibaratkan sarapan seperti bahan bakar anak saat di sekolah. Menurutnya, sarapan bisa membantu memaksimalkan proses kerja otak ketika menerima materi pelajaran.


"Saat tidur, tubuh seperti sedang berpuasa karena tidak ada asupan makanan dan minuman. Untuk itu, pada pagi hari sebelum beraktivitas, anak harus diberi sarapan dengan asupan gizi seimbang," ucap James, dikutip dari CNN Indonesia.


Itu artinya, sarapan memang sangat penting, Bun. Nah, menurut ketua PKGK-FKM UI Achmad Syafiq, melewatkan sarapan bisa membuat konsentrasi anak terganggu. Hal ini karena pada saat tidur tidak ada asupan makanan dan minuman, sehingga perlu asupan gizi untuk mengawali hari.

"Selain susah konsentrasi, melewatkan sarapan juga membuat anak jadi mudah mengantuk, kelelahan, sehingga memengaruhi kualitas belajarnya," kata Syafiq.

Kalau si kecil pergi ke sekolah tanpa sarapan, bisa berakibat buruk di kemudian hari, Bun. Melansir The Bump, berikut tiga dampak negatif jika anak melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

1. Berat badan naik

Melewatkan sarapan secara teratur dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada remaja. Berat badan anak yang melewatkan sarapan bisa dua kilogram lebih berat daripada yang sarapan. Jika anak Bunda sengaja melewatkan sarapan untuk mengurangi asupan kalori, ingatkan dia bahwa kurang makan saat sarapan menyebabkan makan berlebihan di kemudian hari.

2. Kurang fokus di sekolah

Tidak sarapan sebelum berangkat sekolah menimbulkan banyak efek buruk. Anak yang tidak sarapan tidak akan memiliki energi banyak di sekolah, jadi lesu, pusing, atau efek samping lain lantaran melewatkan makan. Jika memang anak Bunda tidak ada waktu untuk sarapan, bawakan mereka bekal yang bisa mereka makan di jalan ya, agar mereka tidak kelaparan saat di kelas.


3. Pembentukan tulang tidak maksimal

Sarapan dapat menyumbang vitamin pembentuk tulang utama, seperti kalsium dan vitamin D. Nah, melewatkan sarapan artinya membuat pembentukan tulang saat remaja jadi kurang maksimal. Pembentukan tulang berlanjut hingga seseorang memasuki usia 20 tahun, sehingga di masa remaja, kita harus memaksimalkan vitamin agar tulang pun tumbuh kuat.

[Gambas:Video 20detik]

(yun)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi