HaiBunda

PARENTING

Makna Penting di Balik JPO Gelora dan Tugu Monas yang 'Membiru'

Maya Sofia   |   HaiBunda

Jumat, 05 Apr 2019 14:30 WIB
JPO Gelora berwarna biru/ Foto: binamargadki
Jakarta - Tepat pada tanggal 2 April 2019, cahaya biru berpendar dari sejumlah bangunan dan spot ikonik dunia, seperti Air Terjun Niagara, Gedung Empire State, Gedung Putih di AS, Dioscuri Fountain di Italia, patung Worker and Kolkhoz Woman di Rusia, dan Qasr Al Hosn di Uni Emirat Arab (UEA). Cahaya biru ini merupakan bagian dari program Light It Up Blue dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia.


Indonesia juga tak ketinggalan ikut memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia lho. Kalau Bunda perhatikan, dua infrastruktur ikonik di Jakarta, yakni Tugu Monas dan JPO Gelora juga menggunakan warna biru sebagai tema lampu. Saat malam, cahaya ini terlihat

Namun lampu biru ini tak hanya dinyalakan selama satu hari. Infrastuktur yang tengah naik daun, JPO Gelora, menyalakan lampu biru selama dua pekan. Adapun, Tugu Monas menyalakan lampu biru hingga 30 April.


Kenapa harus warna biru? Jadi begini Bunda, warna biru merupakan simbol bahwa masyarakat menerima dengan tangan terbuka semua individu dengan autisme, serta siap berinteraksi dengan mereka tanpa diskriminasi.

JPO Gelora berwarna biru/ Foto: binamargadki

Mengutip web Kementerian Kesehatan Indonesia, Data Centre of Disease Control (CDC) di Amerika pada bulan Maret 2014 menunjukkan prevalensi (angka kejadian) autisme adalah 1 dari 68 anak. Lebih spesifik, 1 dari 42 anak laki-laki dan 1 dari 189 anak perempuan. Ini menunjukkan bahwa specific prevention and protection dibutuhkan dalam upaya pencegahan dan pengendalian autisme.

Saat ini, di Indonesia belum ada data statistik jumlah penyandang autisme. Namun, jumlah individu dengan autisme diperkirakan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari angka kunjungan di rumah sakit umum, rumah sakit jiwa, dan klinik tumbuh kembang anak yang cukup bermakna dari tahun ke tahun.


Pemberian pemahaman pada masyarakat melalui pendekatan keluarga agar dapat mengenali dan mendeteksi anak dengan autisme sedini mungkin bertujuan agar individu dengan spektrum Autisme dapat memperoleh dukungan dan hak mendapatkan penanganan khusus yang dibutuhkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, diharapkan masyarakat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang autisme.

Selain itu, diharapkan individu dengan autisme dapat diterima masyarakat dan diapresiasi oleh lingkungannya.

[Gambas:Video 20detik]

(som/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Ibu Hamil Tiba-Tiba Ingin Melahirkan di Usia Kehamilan 28 Minggu, Ternyata...

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Potret Fitri Carlina Dampingi Suami Pilot Bertugas ke Turki

Mom's Life Annisa Karnesyia

Lampung Financial Festival 2026 Siap Digelar, Jangan Lupa Daftar Bun!

Mom's Life Tim HaiBunda

Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat

Mom's Life Amira Salsabila

Pakar Ungkap Pentingnya Waktu Istirahat di Sekolah, Jaga Fokus hingga Kelola Stres Anak

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat

Kisah Ibu Hamil Tiba-Tiba Ingin Melahirkan di Usia Kehamilan 28 Minggu, Ternyata...

Lampung Financial Festival 2026 Siap Digelar, Jangan Lupa Daftar Bun!

5 Rekomendasi Plump Lip Oil yang Sedang Tren, Bikin Bibir Tampak Lebih Penuh dan Berkilau

Lewat Asa Dara, Daraloka Ajak Perempuan Berani Lawan Stigma dan Lebih Peduli Kesehatan Hormon

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK