parenting

Cerita Sarwendah Pernah Jadi Korban Bully Saat Sekolah

Yuni Ayu Amida Kamis, 11 Apr 2019 13:30 WIB
Cerita Sarwendah Pernah Jadi Korban Bully Saat Sekolah
Jakarta - Kasus bully yang menimpa Audrey dari Pontianak membuat banyak pihak merasa miris. Para selebriti pun ramai menggaungkan #JusticeForAudrey, salah satunya Sarwendah.

Namun siapa sangka, kalau Sarwendah pernah menjadi korban bullying ketika ia sekolah di luar negeri, Bun. Hal ini diungkapkannya melalui postingan di Instagram @sarwendah29. Istri Ruben Onsu itu mengaku dipukuli, bahkan kejadian tersebut direkam pelakunya.

"Dulu saya sekolah diluar negeri dan saya pernah menjadi anak yg di Bully dipukulin sama teman-teman saya sambil divideoin," tulis Sarwendah.



Yang lebih menyedihkan adalah pelakunya merupakan teman-temannya yang berasal dari Indonesia. Hal ini membuatnya trauma sekaligus menyayangkan kurangnya tindakan tegas dari pihak sekolah saat itu.

"Yang mirisnya lagi saya justru diBully oleh teman-teman dari negara saya sendiri dan kejadian itu sempat membuat saya trauma dan sayangnya tindakan dari sekolah waktu itu juga tidak kuat kepada para pelaku," tulis ibu satu anak ini.

Melihat apa yang menimpa Audrey membuat Sarwendah turut prihatin. Besar harapannya agar kasus Audrey dan kasus-kasus serupa bisa diselesaikan dengan bijak, serta tidak adalagi anak yang melakukan perundungan.

"Apalagi sekarang sudah menjadi orangtua pasti ingin lebih baik untuk masa depan anak, semoga #JusticeForAudrey bisa ditegakkan dengan benar, save moral dan perilaku anak-anak," tutup wanita 29 tahun ini.

[Gambas:Instagram]


Dikatakan psikolog anak dan remaja, Yasinta Indrianti MPsi dari EduPsycho Research Institute, yang akrab disapa Sinta, banyak dampak yang terjadi akibat kasus bullying, baik secara psikologis, mental, dan juga fisik. Itu sebabnya kita perlu membangkitkan kesadaran masyarakat tentang bahayanya perilaku bullying ini. Orang tua juga perlu mengubah paradigma dalam melindungi anak mereka dari bullying.

"Seringkali yang terjadi adalah remaja belum dapat mengidentifikasi hal-hal di sekeliling mereka, sehingga tidak mendapatkan solusinya. Remaja kemudian mencari jalan keluar lain seperti mem-bully. Korban bisa menjadi pelaku dan pelaku dapat menjadi korban pula," tutur Sinta.

Nah untuk menghindari bullying pada anak, psikolog anak dr.Rose Mini M.Psi., menyarankan orang tua untuk melatih kecerdasan intrapersonal pada anak. Ajarkan anak tentang cara berhubungan dengan orang lain. Selain itu, kecerdasan linguistik pun perlu diasah, yaitu tentang bagaimana anak berbicara dengan orang lain.


Tak lupa, psikol yang biasa disapa Bunda Romi ini mengingatkan agar orang tua untuk melakukan stimulasi moral intelligent. Dengan punya moral intelligent, anak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

"Seperti belajar minta maaf harus diajarkan. To be kind itu harus diajarkan ke anak," tandas Bunda Romi.

[Gambas:Video 20detik]



(yun/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi