parenting

Dukungan Orang Tua Bagi Karier Moderator Debat Tomy Ristanto

Asri Ediyati Sabtu, 13 Apr 2019 14:00 WIB
Dukungan Orang Tua Bagi Karier Moderator Debat Tomy Ristanto
Jakarta - Setiap anak pasti membutuhkan dukungan orang-orang terdekatnya, terutama orang tua untuk tumbuh menjadi manusia dewasa. Moderator debat pamungkas pilpres 2019, Tomy Ristanto berbagi cerita dengan HaiBunda tentang dukungan orang tua sepanjang kariernya.

Terlahir dari keluarga sederhana, Tomy mengaku dukungan orang tuanya begitu besar saat ia memutuskan untuk terjun ke dunia jurnalistik. Apalagi, Tomy sebelumnya menempuh pendidikan yang tak sejalan dengan kariernya saat ini. Pria kelahiran 1982 itu mengambil jurusan hukum internasional di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.


"Dukungan pasti besar banget, saya kan dari jurusan hukum, pasti orang tua ingin anaknya jadi lawyer. Orang tua inginnya yang aman-aman. Saya bilang passion-nya jurnalis," ujar Tomy.

Saat memutuskan untuk mengejar mimpinya, Tomy menerima konsekuensi bahwa ia bisa saja bekerja di akhir pekan. Bahkan, libur Lebaran saja terkadang masih disibukkan dengan pekerjaan.

"Awalnya ditanya, 'Kenapa malah milih kayak gitu?'' Karena tahu saya orangnya happy degan pekerjaan jurnalis, akhirnya mereka mendukung. Mereka paham betul setelah saya belasan tahun terjun ke dunia jurnalistik," ujarnya.

Ketika diberitahu terpilih menjadi moderator debat pilpres, awalnya Tomy tak percaya. Pasalnya, ia sempat mendengar bahwa namanya enggak muncul di pengumuman.
Dukungan Berarti Orang Tua Bagi Karier Moderator Debat Tomy RistantoTomy Ristanto bersama Balques Manisang/ Foto: Instagram
"Setiap stasiun TV mengirimkan dua nama, perempuan dan laki-laki. Nah, dari NET, awalnya di-sounding masuk namanya. Menjelang beberapa waktu, saya sempat mendengar yang dimunculkan bukan nama saya. Saya tetap suportif, sudah masuk nominasi saja sudah bersyukur. Dari KPU sudah diumumkan, saya nothing to lose. Ternyata saat pengumuman nama saya muncul," kata Tomy.

Keluarganya pun sangat suportif, Tomy sangat bersyukur. Ia memaknai itu sebagai jalan Tuhan, anugerah dan amanah yang harus dijalankan.

"Kemudian dapat informasi, diumumkan sore, kemudian saya baru buka handphone itu setelah maghrib. Saya melihat handphone saya penuh notifikasi. Saya sampai bertanya-tanya benar enggak sih, karena sebelumnya yang diajukan itu bukan saya. Berasa April Mop, langsung telepon orang tua," lanjutnya.


Orang tuanya langsung menguatkan dan bilang jika diberikan anugerah harus digunakan sebaik-baiknya. Apalagi itu adalah debat pamungkas (terakhir), pressure-nya lebih tinggi, ekspektasi orang-orang juga lebih tinggi, Bun.

"Saya sama Balques Manisang juga sudah ketemu, coba menjalin chemistry, kita saling support. Kita juga bilang ini bukan tentang kita, ini tentang para calon presiden dan calon wakil presiden. Kita buat nyaman, harus kita posisikan secara adil, supaya mereka bisa mengeluarkan visi-misi, program-program. Intinya bisa diterima oleh masyarakat," kata Tomy Ristanto.

Bicara soal dukungan orang tua, menurut Co-founder and Director di Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Fiona Handayani, orang tua memang harus jeli terhadap kecerdasan yang dimiliki anaknya. Karena kecerdasan tidak hanya diukur dari satu parameter saja, tapi dari berbagai tipe kecerdasan.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi