parenting

Impian Balques Manisang, Ikut Memajukan Pendidikan Anak Indonesia

Asri Ediyati Sabtu, 13 Apr 2019 16:00 WIB
Impian Balques Manisang, Ikut Memajukan Pendidikan Anak Indonesia
Jakarta - Terpilih menjadi moderator debat pamungkas pilpres 2019, menandakan bahwa Balques Manisang bukan hanya sekadar jurnalis andal. Melainkan sosok yang menginspirasi banyak orang. Sebelas tahun terjun ke dunia jurnalistik semakin membuka matanya tentang Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.

Balques berbagi cerita ke HaiBunda tentang impiannya yang ingin sekali dicapai. Ia ingin ikut memajukan pendidikan anak di Indonesia lewat program acara di stasiun televisi tempatnya bekerja.

"Kalau impian secara profesional masih banyak, inginnya tuh setiap episode yang saya bikin punya manfaat bagi orang banyak. Enggak cuma tampil di TV, jadi apa yang dibuat sama tim program itu bermanfaat," tutur Balques.

Baginya membuat program TV yang bermanfaat itu secara enggak langsung memberi sedekah dan bentuk ibadah.


"Sayang kalau misalnya setiap episode, yang enggak ada manfaatnya itu lumayan mubazir. Hanya saja, kesulitannya itu susah banget mengangkat berita tentang dunia pendidikan," kata Balques.

Dari kacamata Balques, pendidikan anak di Indonesia masih memprihatinkan. Ia enggak melihat yang di Jakarta melainkan yang di luar Jakarta bahkan luar Pulau Jawa.

"Nah itu susahnya adalah kalau kita mengangkat tema di episode program, mereka (para penonton) peduli enggak sih dengan isu ini. Baru-baru ini ada berita, siswa ngerjain UNBK di luar daerahnya dan harus jalan kaki lima jam. Itu terjadi di daerah di Lampung karena enggak punya sinyal," sambungnya.

Hiks, membayangkannya saja sedih ya, Bun, apalagi terjadi pada anak-anak kita. Oleh karena itu, Balques berkeinginan agar ada episode acaranya yang menyentuh, membuat para penonton berempati. Bagusnya lagi, ada yang tergerak hatinya untuk menolong.

"Saya tuh makanya ingin ada episode yang menyentuh, bagaimana kesiapan kita mencetak generasi yang bagus karena ya bangsa itu bukan dikuasai oleh orang-orang tua. Lebih bisa mengangkat dunia pendidikan yang jarang orang mau nonton. Kita kan cuma punya mata dua dengan program itu kita bisa connected, tahu kondisi pendidikan kita saat ini," imbuhnya.
Wujud kepedulian Balques Manisang pada dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah komunikasi/ Wujud kepedulian Balques Manisang pada dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah komunikasi Sepikul/ Foto: Instagram

Balques melanjutkan opininya, ironi rasanya melihat pendidikan di kota yang jauh lebih maju dibandingkan di luar sana.

"Ironinya kita sudah bilang keren lho, di Jakarta, yah jangan bilang di Jakarta kan semuanya sudah terpusat. Jarang banget rating TV naik karena dunia pendidikan. Itu tuh potret dari cerminan dari generasi produktif tapi sayangnya konsentrasi enggak ke situ," kata Balques.

Pendidikan yang baik merupakan salah satu hak anak yang harus didapat sejak mereka memasuki usia sekolah. Namun, memang kenyataannya enggak semua anak bisa mendapatkan pendidikan secara mudah.


Menurut psikolog anak Najeela Shihab, untuk banyak sekolah di Indonesia, akses terhadap materi yang beragam dan berkualitas nyatanya masih sangat terbatas. Sekitar 15 ribu sekolah belum teraliri listrik dan 48 ribu sekolah belum memiliki jaringan internet.

Di antara sekitar 100 ribu sekolah yang sudah memiliki komputer, penggunaannya di Indonesia masih terendah dibanding negara Asia Pasifik lain yaitu sekitar 5,8 persen.

"Teknologi itu sebenarnya kesempatan yang luar biasa besarnya untuk kemudian membuat akses dan kualitas pendidikan di Indonesia jadi lebih baik," papar Najeela Shihab.

Menurut ibu 3 anak ini, permasalahan pendidikan nggak bisa cuma diserahkan ke segelintir orang. Murid yang ada di sekolah juga belum tentu bisa membantu dirinya sendiri dan guru di sekolah pun terbebani banyak hal sehingga butuh bantuan.

Oleh karena itu, Ela mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk kita untuk sadar. Bahwa mendukung pendidikan yang lebih baik perlu banyak uluran tangan.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi