parenting

Cerita Moderator Debat Balques Manisang Soal Dukungan Sang Bunda

Asri Ediyati Sabtu, 13 Apr 2019 13:01 WIB
Cerita Moderator Debat Balques Manisang Soal Dukungan Sang Bunda
Jakarta - Bisa dibilang ibu adalah orang pertama yang paling paham dan sadar akan bakat anaknya. Hal yang sama diceritakan moderator debat pamungkas pilpres 2019, Balques Manisang. Balques mengungkap bahwa ibunya lah yang tahu ada bakat menjadi seorang jurnalis saat ia masih kecil.

Dikatakan Balques, dari ia duduk di bangku SD, sudah mulai meniru pembawa berita dan reporter yang sedang melapor.

"Dari kecil menurut pengakuan Mama, dari SD acted it out. Dulu favorit banget Dunia dalam Berita, kan biasanya bedtime sebelum jam 9 minta kelonggaran. 'Mam, kasih kelonggaran dong buat nonton dulu'. Itu saya masih kecil, SD kelas satu," ujar Balques kepada HaiBunda.


Balques tertarik dengan dunia jurnalistik karena melihat acara berita di TV yang tak pernah ia bayangkan prosesnya.


"Dulu waktu kecil sempat kepikiran, kok bisa news reader itu baca berita misal sebuah kecelakaan. Tiba-tiba gambarnya masuk di TV, inovasinya bikin berita enggak gampang zaman dulu, dari zaman TV masih cetak-cetek," sambung wanita asal Sangir Talaud, Sulawesi Utara ini.

Jadi, passion Balques sejak kecil adalah menjadi jurnalis, Bun. Ia juga menempuh pendidikan di London School of Public Relations, Jakarta jurusan Mass Communication. Balques kemudian juga bercerita ia memulai kariernya sebagai reporter. Berselang dua tahun, ia menjadi produser yang tugasnya lumayan berat, live report entah ada breaking news atau enggak.

"Cukup mengasah skill, enggak cuma fisik mental pun diuji. Lalu, saya dipercaya jadi associate producer, koordinator liputan, hingga ditantang bikin program acara. Karena rindu lapangan jadi bikin Fakta. Kemudian di 2019 dapat kepercayaan juga jadi moderator debat," kata Balques.

Begitu terpilih menjadi moderator debat, keluarganya langsung memberikan doa dan berbagai wejangan.

"Mama, Papa, kakakku perempuan, abang iparku kasih doa. Tugasnya kan yang berat jadi bukan 'Cie kepilih', mereka ngasih doa supaya sehat, fokus penuh karena bisa menyampaikan pertanyaan-pertanyaannya capres dan cawapres supaya mereka mengerti. Lebih untuk ke publik," lanjutnya.
Cerita Moderator Debat Balques Manisang, Ibu Jadi Saksi Perjalanan KariernyaBalques Manisang saat membawakan program acaranya/ Foto: Instagram

Selalu ada untuk keluarga terutama orang tua

Begitu terjun ke dunia jurnalistik, diakui Balques, ibunya sangat mendukung. Ibunya lah yang jadi saksi dari zaman SD.

"Jadi sebenarnya saya cari profesi bukan pekerjaan, itu kenapa saya kelihatan happy sama orang tua. Apalagi kita perempuan, yah ada privilege yang memang nyari profesinya sebagai nafkah utama. Terus dari kecil memang ingin jadi jurnalis karena beda ya dengan presenter, kalau presenter kan you don't have to be a reporter, segala macam. Waktu kuliah enggak tahu ingin jadi apa, cuma karena anaknya kepo ha-ha-ha," kata Balques.

Selain menjadi jurnalis, ia pun meluangkan waktu untuk membuat sekolah komunikasi Sepikul Indonesia. Ketika ditanya tentang quality time bersama keluarga, Balques sempat curhat. Selama tujuh tahun saat dipercaya jadi produser, ia jarang makan malam bersama karena harus on air.

"Tapi kebetulan keluarga juga orang rumahan, jadi jarang pergi-pergi. Kalau mau pergi-pergi paling pas liburan bareng. Quality time yang terasa itu umrah bareng," ujarnya.

Meski sibuk, Balques berusaha memanfaatkan momen spesial bersama keluarga terutama orang tuanya.

"Kadang kita sibuk dengan kerjaan tapi tiba-tiba orang tua sudah tua saja. Tidak susah untuk meluangkan waktu tapi tidak istimewa juga untuk memiliki waktu sebanyak-banyaknya," kata Balques.


Wah, dengar cerita Balques tentang orang tuanya kok ikut terinspirasi ya? Tahu bakat anaknya sejak kecil dan mendukung penuh untuk kesuksesan kariernya. Terkait hal itu, yang perlu kita ingat adalah bahwa potensi atau bakat setiap anak memang berbeda-beda ya, Bun. Hindari membandingkan anak dengan saudara atau teman-temannya, agar enggak mengikis rasa percaya diri mereka.

Alih-alih membandingkan, lebih baik membantu anak menemukan serta memaksimalkan bakatnya. Sudah menjadi tugas orang tua untuk mendukung, mengarahkan, dan memfasilitasi anak dalam mengembangkan bakatnya.

"Pertama-tama, Bunda dapat melihat dulu minat anaknya ke mana, potensinya apa, lalu komunikasikan dengan anak. Kalau memang anak mempunyai minat besar untuk mengembangkannya, orang tua bisa men-support dengan mencarikan tempat untuk anak berlatih," ujar psikolog Intan Erlita saat ngobrol bersama HaiBunda.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi