parenting

Luapan Tangis AHY Usai Salat Terkait Kondisi Ani Yudhoyono

Annisa Karnesyia Kamis, 18 Apr 2019 15:25 WIB
Luapan Tangis AHY Usai Salat Terkait Kondisi Ani Yudhoyono
Jakarta - Perjuangan sang ibu, Ani Yudhoyono melawan kanker darah membuat anak pertamanya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus berusaha tegar. Meski begitu, Agus tetaplah manusia biasa.

Ya, di satu titik Agus meluapkan emosinya dengan menangis. Hal ini disampaikan sang istri, Annisa Pohan.

"Dia biasanya nangis lagi sholat. Selesai sholat, saya peluk. Kita juga manusia biasa. Untuk melegakan hati ya kita nangis," kata Annisa, dikutip dari InsertLive.


Tangisan AHY memang wajar, Bun. AHY mengenang sang ibu sebagai sosok yang selalu setia mendukungnya sebelum sakit.

"Sebelum sakit, Bu Ani tidak pernah absen hadir setiap saya pidato untuk memberikan semangat. Saya selalu cium tangan beliu selesai pidato," ujar AHY.


AHY dan Ani Yudhoyono dan SBYAHY dan Ani Yudhoyono dan SBY/ Foto: (Instagram/@aniyudhoyono)

Momen yang paling mengharukan buat AHY adalah dukungan sang ibu tercinta tidak berhenti meskipun sedang berjuang melawan sakitnya. Kata AHY, sang ibu selalu memantau dan memberikan doa di setiap pidato AHY.

"Yang mengharukan sekali buat saya adalah ketika dia terbaring di rumah sakit, ibu selalu live streaming nonton saya. Dia bahkan tepuk tangan sendiri kalau nonton saya pidato," tutur AHY.

Cerita AHY pun dibenarkan sang istri. Menurut Annisa, ibu mertuanya itu memang tidak pernah lelah mendukung keluarga besarnya meskipun tengah sakit.

"Support dia (Bu Ani) luar biasa, sakit atau tidak dia selalu mendukung dan memberikan doa untuk anak dan cucunya," pungkas Annisa.


Saat orang terdekat seperti orang tua sakit, memang wajar jika sebagai anak kita menangis, Bun. Menurut psikolog klinis anak Universitas Indonesia, Ratih Zulhaqqi, MPsi, menangis adalah manifestasi dari bentuk perasaan tertentu, bisa saja perasaan senang atau sedih.

"Ada beberapa orang yang cukup sensitif secara emosi sehingga mudah sekali mengeluarkan air mata karena emosinya mendominasi keputusan atau menyelesaikan masalah," ujar Ratih, dilansir detikcom.

Menurutnya, menangis tidak ada kaitannya dengan sebuah kelemahan dan bukan hanya milik perempuan. Selain itu, menangis adalah bukti bahwa hati seseorang tidak 'mati' dan masih bisa menerima sebuah sinyal ketidaknyamanan.

Profesor di Medical Unversity of Ohio, Dr.Gerald R. Bergman mengatakan, menangis juga dapat menurunkan stres. Air mata baik untuk meredakan stres karena dapat mengurangi beberapa bahan kimia yang muncul karena stres seperti endorfin, leusin enkaphalin, dan prolaktin.

"Menangis juga dapat meningkatkan suasana hati yang menyebabkan kecemasan, kegelisahan, kesedihan, kelelahan, dan gangguan emosional," ujar Bergman, mengutip New York Times.

Bunda, tidak masalah kok jika meluapkan emosi dengan menangis. Karena dengan begitu, perasaan bisa jadi lega dan membantu menghilangkan stres dan pikiran-pikiran negatif.

[Gambas:Video 20detik]



(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi