parenting

Cerita Viral Bocah 5 Tahun Jadi Tukang Cukur Dadakan Sang Adik

Annisa Karnesyia Jumat, 26 Apr 2019 17:01 WIB
Cerita Viral Bocah 5 Tahun Jadi Tukang Cukur Dadakan Sang Adik
Jakarta - Tingkah lucu anak-anak memang tidak ada habisnya, Bun. Tapi kelucuan itu bisa berubah menjadi bencana jika tidak diawasi orang tua.

Inilah yang dialami seorang ibu dari San Antonio, Amerika, Stephanie Plunknette. Anak pertamanya yang berusia lima tahun, Teddy, mencukur rambut kedua adiknya, Eloise (3) dan Freddie (2).


Dalam wawancara di Jimmy Kimmel Live, Plunknette menceritakan detik-detik aksi tak terduga Teddy. Si kecil Teddy yang menemukan pencukur tergeletak di halaman belakang, langsung menggunakannya tanpa sepengetahuan Plunknette.


"Saya sedang bersiap untuk mandi, sedangkan suami sedang bersiap untuk pergi kerja. Saya lupa meninggalkan pencukur di halaman belakang setelah digunakan untuk mencukur bulu anjing kami. Dan Teddy menemukannya," ujar Plunknette.

Teddy yang menemukan pencukur, langsung menggunakannya untuk mencukur rambut kedua adiknya. Untunglah, tidak ada yang terluka selain rambut ketiganya yang hampir habis tercukur.

Cerita ini dibagikan Plunknette, melalui Instagram stories miliknya, @stephie_leigh_. Dalam video singkat itu, Plunknette terlihat kaget melihat ulah sang anak.

Teddy dan Teddy dan Eloise/ Foto: Instagram
"Aku menangis...karena, lihatlah," kata Plunknette dalam video sambil memperlihatkan satu per satu kepala anak-anaknya.

Meski kaget, Plunknette tidak langsung menghakimi Teddy. Ia justru menenangkan ketiga anaknya yang kebingungan dengan reaksi sang ibu.

"Ini hanyalah rambut, kita akan mengatasinya bersama-sama, oke?" ucap Plunknette.


Belajar dari cerita Plunknette, sebagai orang tua kita memang enggak boleh lengah ya, Bun. Orang tua sebaiknya bisa memberikan edukasi dan mengajarkan anak tentang benda yang cenderung berbahaya bagi mereka.

"Mengenalkan mainan seperti gunting atau pisau bisa dilakukan sejak anak memasuki usia taman kanak-kanak. Namun tetap dalam pengawasan orang tua," ujar psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, dikutip dari detikcom.

Tujuan pengawasan adalah agar anak memiliki kontrol yang baik dari segi motorik, perkembangan, dan kematangan. Anak-anak mulai bisa dilepas memegang benda berbahaya saat usia sembilan atau sepuluh tahun, Bun.

"Jika orang tua membiarkan anak, itu sama seperti pembiaran secara disengaja. Kecuali, jika anak sudah telanjur melakukannya, jangan dimarahi tapi dinasihati dan diberi pengertian," ujar Ratih. (ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi