parenting

Cerita di Balik Video Ibu Gendong Anak di Punggung Saat Naik Ojek

Annisa Karnesyia Kamis, 27 Jun 2019 13:56 WIB
Cerita di Balik Video Ibu Gendong Anak di Punggung Saat Naik Ojek
Jakarta - Setuju ya, Bun? Soal menggendong bayi, kita harus berhati-hati dan tahu teknik yang benar demi keselamatan anak.

Apalagi jika Bunda menggendong anak sambil mengendarai kendaraan bermotor. Untuk urusan ini pasti butuh perhatian ekstra terutama demi keselamatan anak.


Nah, baru-baru ini beredar video viral tentang ibu yang menggendong bayinya di punggung saat naik ojek. Menjadi viral, karena ibu tersebut hanya menggunakan selempang dan menutup hampir seluruh tubuh sang anak saat digendong.


Dilansir 20detik, Mega, perekam video, sudah berusaha menegur sang ibu, Bun. Namun, ibu tersebut bersikeras jika anaknya baik-baik saja.

"(Orangnya) sudah paruh baya gitu, pakai helm, pakai masker. Dia buka maskernya (dan menjawab), 'Enggak apa-apa, Mbak, enggak apa-apa, sudah biasa digendong kayak gini'," kata Mega menirukan perkataan sang ibu.

Mungkin bagi sang ibu, itu hal biasa. Namun, kata Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani, tindakan tersebut berbahaya lho.

Cerita Dibalik Video Ibu Gendong Anak Di Punggung Saat Naik OjekCerita Dibalik Video Ibu Gendong Anak Di Punggung Saat Naik Ojek/ Foto: iStock

"Petugas tetap menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk berkendara secara aman. Aman buat diri sendiri, aman buat orang lain, aman buat yang dibawa. Termasuk ketika orang membawa bayi," ujar Ojo.

Lebih lanjut, Ojo juga tidak menyarankan membawa anak saat berkendara motor dengan digendong ke belakang. Agar lebih aman, sebaiknya ibu dan anak naik angkutan umum saja, Bun.

"Digendong di belakang, kalau saya tidak menyarankan untuk melakukan itu. Cari cara lain yang lebih aman, naik angkot, bersama keluarganya, itu lebih bagus," paparnya.

Setuju dengan Oto, ketua KPAI, Susanto, juga setuju jika orang tua haruslah memilih moda transportasi yang tidak berbahaya bagi anak.

"Meski moda transportasi motor itu efektif, murah, dan cepat sampai tujuan, harus dipastikan anak aman, nyaman, dan dihindarkan dari potensi bahaya," tutur Susanti, dikutip dari detikcom.

Susanto juga berpesan agar masyarakat juga perlu mengubah pola pikir. Terutama membudayakan transportasi yang ramah anak.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi