parenting

Kesedihan Anak Arifin Ilham Tak Bisa Dampingi Ayah di Akhir Hayat

Asri Ediyati Kamis, 23 May 2019 13:30 WIB
Kesedihan Anak Arifin Ilham Tak Bisa Dampingi Ayah di Akhir Hayat
Jakarta - Kabar duka cita dari sang ahli zikir, Ustaz Arifin Ilham. Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker nasofaring pada Rabu (22/5) pukul 23.40 waktu Penang.

Sayangnya, saat menghembuskan napas terakhirnya di Penang, semua anak-anaknya tengah berada di Jakarta. Hal ini dikatakan oleh sang adik, Kokom.


"Anak-anak semua di Jakarta," kata Kokom kepada detikcom.


Padahal, rencananya anak pertama Arifin Ilham, Alvin berencana ke Malaysia hari ini, Kamis (23/5/2019). Namun, ia tak ditakdirkan untuk bertemu sang ayah di saat-saat terakhirnya.

Begitu sang ayah meninggal, Alvin pun langsung menyebarkan berita tersebut lewat akun media sosialnya. Begitu banyak doa yang mengalir dari para sahabat dan jemaah alm. Arifin Ilham.

"Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah," tulis Alvin.

Jenazah disalatkan di Masjid Az Zikra Sentul saat subuh, kemudian dilakukan salat kedua sekaligus akan dimakamkan di samping Masjid Gunungsindur, Bogor.
Kesedihan Anak Arifin Ilham Tak Bisa Dampingi Ayah di Akhir HayatFoto: Dok. Instagram/kh_m_arifin_ilham
Sebelumnya, istri ketiganya, Ummi Akhtar sempat menuturkan kesedihannya pada anak perempuan yang baru dilahirkan.

Bayi perempuan bernama Shofiya itu belum sempat merasakan peluk dan cium dari sang ayah. Shofiya yang usianya belum genap dua bulan itu adalah anak kedelapan Arifin Ilham. Shofi lahir sebelum ustaz Arifin Ilham melakukan kemoterapi.

"Anandaku sayang, Shofiku sayang, merasakan pelukan, ciuman Abinya pun belum pernah. Ya Allah, mohon doanya, dari saleh dan salehah fillah," tulis Ummi Akhtar di akun media sosialnya.

Turut berduka cita atas meninggalnya Ustaz Arifin Ilham. Rasa sedih biasanya muncul setelah cemas, tidak berdaya, dan marah karena ditinggalkan orang terkasih.

Dikutip dari situs National Health Security (NHS), emosi tersebut adalah hal normal yang akan berlalu dengan sendirinya. Rasa kehilangan biasanya akan mempengaruhi kehidupan setiap hari hingga 18 bulan.

Namun, dalam beberapa kasus ada yang perlu waktu lebih banyak atau sedikit. Beberapa orang ada yang bisa mengatasi perasaan sedih sendiri, ada juga yang perlu bantuan terapis atau dukungan lingkungan sekitar.


Selama rasa kehilangan masih ada, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kondisi mental. Yang pertama tidak perlu malu merasa sedih dan mengekspresikan perasaan tersebut.

Rasa sedih yang diekspresikan melalui pembicaraan dengan teman, keluarga, dan tenaga kesehatan memudahkan proses penyembuhan serta move on. Hal selanjutnya adalah melakukan aktivitas sederhana yang mampu mengalihkan rasa sedih.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi