HaiBunda

PARENTING

Keuntungan bagi Anak dari Sistem Zonasi PPDB 2019 Menurut KPAI

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 20 Jun 2019 07:02 WIB
Keuntungan bagi Anak dari Sistem Zonasi PPDB 2019 Menurut KPAI/ Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta - Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menuai pro dan kontra di berbagai kalangan, khususnya orang tua. Jika Bunda lihat dan baca di berita, ratusan orang tua rela antre untuk mendaftarkan anaknya di sekolah pilihan. Lalu, ada pula yang melakukan protes lantaran anaknya dirasa pintar namun tak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan.

Soal ini Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia bidang pendidikan, Retno Listyarti mengungkap bahwa sebenarnya ada beberapa keuntungan yang justru dirasakan betul oleh anak lewat sistem zonasi PPDB 2019.


"Kami dari KPAI menilai bahwa mendekatkan anak dari rumah ke sekolah adalah kepentingan terbaik bagi anak. Sebagaimana amanat pada undang-undang perlindungan anak. Bayangkan anak yang rumahnya dekat, dia sehat enggak perlu naik kendaraan, cukup jalan kaki atau sepeda," ujarnya di acara diskusi publik pendidikan Kebijakan PPDB Sistem Zonasi dan Mutasi Guru dalam Perspektif Kepentingan Terbaik bagi Anak, di KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).


Retno juga menilai, anak akan sehat secara pencernaan, karena sempat sarapan. Dengan jarak ke sekolah yang dekat, makanan siang bisa diantar orang rumah. Dari masalah gizi, kesehatan pencernaan bisa teratasi.

"Ketiga, anak ini karena dekat rumahnya dengan sekolah. Maka temannya di sekolah sama dengan teman mainnya di rumah. Kenal orang tuanya, keluarganya, ini akan menutup akses terkait dengan tawuran. Semuanya kenal, enggak mugkin tawuran. Ini kan baik dengan anak-anak," kata Retno.
Diskusi publik KPAI terkait sistem zonasi PPDB 2019/ Foto: Adhi Indra P/detikcom
Retno melanjutkan, karena dekat dengan sekolah, jadi orang tua bisa terlibat dalam berbagai kegiatan. Sistem zonasi juga dirasa bisa menurunkan angka kekerasan dalam pendidikan.

"Ketika mereka bergaul dengan teman yang diketahui sejak kecil. Bagus untuk tumbuh kembang anak. Apalagi kan anak SD, ngapain sih jauh-jauh sekolah? Kalau SMA, taruhlah di tempat yang agak jauh misalnya, mungkin pilihannya bisa lebih. Kalau SMA, mungkin dia mau lebih jauh, pergaulan yang luas. Ini orang tua mempermasalahkan nanti anaknya kurang pergaulan. Padahal sekarang semuanya lewat gadget, enggak terbatas ruang dan waktu," tutur Retno.


KPAI memandang ini lebih penting bagi tumbuh kembang anak terutama anak SD. Sekarang kalau kita lihat yang anak SD, Bun, pasti semuanya dijemput dengan mobil, motor karena sekolahnya jauh. Jika dekat rumah, menurut Retno, kita sebagai orang tua bisa awasi anak.

"Semua hal yang membahayakan anak bisa kita minimalkan. Saat anak SMA atau SMK, misalnya pakai zonasi, mau lebih jauh, kita bisa lepas. Enggak ada syaratnya kalau SD. KPAI sepakat dengan sistem zonasi. Kita harus bersabar saat ini, hasilnya belum kelihatan karena baru mulai. Tapi perlahan akan mulai kelihatan contohnya di Kota Bekasi, di sana sudah membuka tujuh sekolah baru," ujar Retno.

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kenali Parentification, Saat Anak Dipaksa Dewasa & Memikul Peran Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Kumpulan Arti Mimpi Diri Sendiri Hamil

Kehamilan Melly Febrida

Zodiak yang Paling Ramah dan Tidak Pernah Bersikap Sombong

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri-Ciri Kepribadian Orang Lebih Suka Ngemil Sepanjang Hari

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Black Garlic, Si Hitam Manis Kaya Manfaat! Ini Cara Mudah Bikinnya di Rumah

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Xavier Anak Rini Yulianti Berwajah Korea Seperti Sang Ayah

Kumpulan Arti Mimpi Diri Sendiri Hamil

Kenali Parentification, Saat Anak Dipaksa Dewasa & Memikul Peran Orang Tua

Ciri-Ciri Kepribadian Orang Lebih Suka Ngemil Sepanjang Hari

Black Garlic, Si Hitam Manis Kaya Manfaat! Ini Cara Mudah Bikinnya di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK