HaiBunda

PARENTING

6 Langkah agar Anak Tak Minder dan Punya Body Image Positif

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jul 2019 08:02 WIB
Ilustrasi body image anak/Foto: iStock
Jakarta - Pubertas membuat tubuh anak berubah. Tak jarang, mereka jadi minder dengan tubuhnya. Sebelum terlambat yuk lakukan langkah agar anak punya body image positif, Bun. Dengan begitu, anak akan percaya diri dan mencintai dirinya.

Apalagi, memiliki penilaian positif tubuh akan membuat anak merasa bahagia dengan penampilannya. Itulah yang dituliskan Dr.Christian Jessen, seorang dokter dari Inggris dalam bukunya Dr Christian's Guide to You.




Menurut Jessen, remaja yang memiliki penilaian negatif pada tubuhnya akan menghabiskan banyak waktunya berpikir dan mengkhawatirkan tubuhnya, serta bagaimana mengubahnya. Ini akan membuatnya tidak bahagia dengan dirinya dan hidupnya.

"Masalahnya adalah menilai negatif tubuh bisa berhubungan dengan perasaan anak yang tidak aman dan kurang percaya diri," kata Jessen.

Selain itu, kata Jessen berpikir negatif pada tubuh akan membuat remaja sulit percaya diri untuk berteman dan mencoba sesuatu yang baru. Jessen bilang, percaya diri adalah bagaimana diri kita bernilai sehingga orang akan menghargai kita.

"Ini penting karena akan memengaruhi bagaimana kita berpikir dan bersikap," ujarnya.

Nah, Jessen berbagi enam langkah yang bisa dilakukan orang tua agar anak punya body image alias citra tubuh yang positif.

1. Minta anak untuk bangga dengan seperti apa tubuhnya serta mengingat kelebihan mereka
2. Pandu anak membuat daftar hal-hal yang dia sukai, tapi yang tidak ada hubungannya dengan penampilan
3. Katakan pada anak untuk melihat dirinya sebagai manusia seutuhnya dan jangan fokus pada hal-hal yang tidak disukai ketika di depan kaca

Ilustrasi body image anak/ Foto: iStock
. Dorong anak untuk berteman dengan orang-orang positif yang menyukai dia apa adanya
5. Ajari anak membuang pikiran negatif yang membuat dia menganggap dirinya tak menarik. Caranya, ajak dia fokus pada pikiran positif
6. Ingatkan anak bahwa ada hal-hal di diri tiap orang yang tidak bisa diubah. Jadi, menerima apa yang sudah diberikan Tuhan adalah jalan terbaik untuk menghadapinya.

Bicara soal pubertas anak, menurut psikolog, Ayoe Sutomo, anak mulai menginjak remaja ketika usia 10 tahun. Tapi, itu masih dikategorikan masa remaja awal. Nah, biasanya anak akan banyak mengalami masalah-masalah pubertas di usia 13-15 tahun.



"Baiknya orang tua nggak melewatkan masa-masa krusial yang dialami anak di masa remajanya," ujar Ayoe.

Ketika Bunda memiliki waktu luang dengan si kecil, coba deh mendongeng untuk mereka. Manfaatnya bisa dilihat di video berikut:

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup

Mom's Life Annisa Karnesyia

Frisian Flag Ajak Bapak dan Keluarga Beri Perhatian serta Apresiasi untuk Ibu Lewat #TanggalMerahUntukIbu di Bandung

Mom's Life Annisa Karnesyia

8 Tempat Kopi Enak di Glodok Jakarta, Ada Hidden Gem hingga Legendaris

Mom's Life Amira Salsabila

3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

150 Nama Bayi Terinspirasi dari Lautan dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Frisian Flag Ajak Bapak dan Keluarga Beri Perhatian serta Apresiasi untuk Ibu Lewat #TanggalMerahUntukIbu di Bandung

8 Tempat Kopi Enak di Glodok Jakarta, Ada Hidden Gem hingga Legendaris

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK