parenting

Penyebab Anak Lakukan Gerakan Tutup Mulut

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 04 Jul 2019 19:00 WIB
Penyebab Anak Lakukan Gerakan Tutup Mulut
Jakarta - Gerakan Tutup Mulut atau GTM yang dilakukan si kecil bisa bikin Bunda pusing dan khawatir. Takut terjadi apa-apa pada anak dan apakah yang dialami si kecil normal pun terbesit di benak Bunda.

Terkait GTM, dokter yang fokus pada bidang pediatri, Cynthia Gellner, MD, mengatakan antara usia 1 - 5 tahun, adalah hal yang normal ketika nafsu makan anak menurun. Alhasil, si kecil melakukan GTM, tahan meski tidak makan dalam waktu panjang, dan enggak pernah lapar.

"Kabar baiknya, orang tua tak perlu khawatir selama tingkat energi anak stabil dan pertumbuhannya sesuai growth chart," kata Gellner, mengutip situs resmi Health University of Utah.


Di tahun pertama kehidupan anak, biasanya mereka mengalami pertambahan berat badan sekitar 6,8 kg. Sementara, sampai usia 5 tahun, per tahunnya rata-rata anak mengalami kenaikan bobot 1,8 - 2,2 kg.

"Anak terlihat tidak tumbuh dengan cepat, mereka butuh lebih sedikit kalori, dan mereka terlihat tak punya nafsu makan. Fenomena ini disebut anoreksi fisiologis," tambah Gellner.

Bunda perlu tahu, seberapa banyak anak ingin makan ditentukan oleh pusat nafsu makan di otak. Anak-anak, kata Gellner, tahu seberapa banyak makanan yang mereka butuhkan. Jadi, jangan sampai Bunda memaksa anak makan ya karena itu bisa bikin anak trauma dan merasa waktu makan adalah waktu hukuman.

"Kebutuhan kalori anak akan bertingkat seiring bertambahnya usia dan aktivitas anak. Biasanya dimulai saat anak duduk di bangku Taman Kanak-kanak," ujar Gellner.

Dilansir Verywell Health, berikut enam hal yang bisa bikin anak melakukan GTM tiba-tiba:

ilustrasi gerakan tutup mulut atau GTMilustrasi gerakan tutup mulut atau GTM/ Foto: iStock
1. Infeksi virus. Ketika terinfeksi virus di saluran pencernaan, anak enggak memiliki nafsu makan. Jika disertai demam dan tubuh anak yang lemas, segera bawa mereka ke dokter.

2. Konstipasi. Sembelit bisa bikin anak melakukan GTM secara tiba-tiba.

3. Esofagitis eosinofilik. Merupakan kondisi yang membuat kerongkongan bengkak dan kemerahan hingga terasa sakit saat menelan.

4. Anoreksia nervosa atau gangguan makan lain. Bukan cuma remaja, gangguan makan seperti anoreksia nervosa bisa terjadi pada anak usia 7 atau 8 tahun.

5. Sensitivitas makanan. Ada beberapa makanan yang bisa membuat pencernaan enggak nyaman, misalnya penyakit celiac di mana konsumsi gluten membuat pencernaan anak enggak nyaman.

6. Gangguan pada hati, ginjal, atau bagian tubuh lainnya bisa memicu berkurang atau hilangnya nafsu makan anak hingga mereka melakukan GTM.


Bunda bisa lho mencoba mengolah resep snack asin yang sehat untuk si kecil di video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi