sign up SIGN UP search


parenting

Kisah Ibu yang Bayinya Dihina karena Tanda Lahir di Wajah

Yuni Ayu Amida Senin, 22 Jul 2019 10:31 WIB
Dihina dan dicaci maki lantaran bayinya punya tanda lahir besar di wajah, sang ibu merasa sedih. caption
Jakarta - Seorang ibu bernama Carol Fenner menceritakan kisah sedihnya akibat putrinya sering dilecehkan orang. Pelecehan dia terima lantaran sang putri memiliki tanda lahir hitam besar di wajah.

Melansir Metro, Luna nama sang putri, saat ini masih berusia empat bulan. Luna lahir di Florida pada Maret lalu, dengan tanda khas di wajah yang dikenal dengan giant congenital melanocytic nevus (GCMN). Setelah memposting foto Luna di dunia maya, Fenner malah mendapat cacian serta komentar penuh kebencian, sampai menjuluki Luna monster yang harus dibunuh.

"Banyak komentar yang mendukung. Banyak juga komentar mengerikan. Yang terburuk yang kami dapatkan adalah seorang pria yang berkata, bukankah lebih baik jika kita membunuhnya daripada hidup begitu dekat dengan monster seperti Luna?" ujar Fenner.


"Saya pikir, orang-orang akan kaget ketika melihat Luna, saya juga begitu, tapi saya ingin mereka berpikir tentang reaksi mereka," lanjutnya.



GCMN terjadi pada sekitar satu dari 20.000 kelahiran di seluruh dunia. Ketia Luna lahir, dokter langsung melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah tanda itu kanker atau bukan. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis Luna dengan GCMN, kelainan bawaan berupa bercak kehitaman di bagian tubuh.

Meskipun beberapa bereaksi dengan komentar negatif dan menghina Luna, banyak juga yang menunjukkan dukungan pada gadis kecil itu. Dikatakan wanita 35 tahun ini, banyak warganet yang menyebut putrinya kupu-kupu kecil karena bentuk tanda lahirnya.

"Kami bahkan dikirim gambar orang-orang dari seluruh dunia yang melukis wajah mereka seperti wajah Luna. Ketika saya melihat mereka, saya diliputi oleh emosi bahwa mereka telah mencoba dan mengirimkan kami pikiran-pikiran positif," ucapnya.

Kisah Ibu yang Bayinya Dihina karena Tanda Lahir di WajahFoto: instagram

Bicara soal tanda lahir, dikatakan dr.Radityo Anugrah, Sp.KK, dari Bamed Skin Care, penyebab munculnya tanda lahir tidak dipengaruhi dari proses kehamilan si ibu. Misal, ketika hamil ibu mengalami komplikasi, anaknya jadi punya tanda lahir, atau selama hamil ibu mengonsumsi makanan tertentu yang membuat anak jadi punya tanda lahir. Kata Radit, hal tersebut belum ada kajian ilmiahnya.

"Penyebabnya itu ada dua kelompok, kelompok pembuluh darah dan kelompok warna (pigmen). Faktornya sih genetik ya. Selain genetik, enggak ada sih faktor lainnya," ucap Radit, dikutip dari detikcom.


Radit pun menjelaskan, perbedaan kelompok pembuluh darah dan kelompok pigmen, yakni ketika di satu daerah terdapat banyak pembuluh darah, maka akan jadi merah. Sehingga, tanda lahir bisa muncul warna merah, yang isinya kumpulan pembuluh darah. Sedangkan jika warnanya seperti tahi lalat, isinya adalah pigmen.

"Di kulit itu ada melanosit yang menghasilkan melanin. Nah, area tertentu itu melanositnya kaya dan banyak diproduksi. Makanya ada tanda lahir yang warnanya hitam, atau agak kebiruan misalnya, itu tergantung dari melanositnya menghasilkan warna apa," jelas Radit.

Simak pula video ciri tanda lahir berbahaya ini, Bun.

[Gambas:Video 20detik]



Meski demikian, tanda lahir ini enggak bahaya kok, Bun. "Tanda lahir ini enggak berbahaya kok. Cuma memang sering dianggap mengganggu estetika aja," terang Radit. (yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi