parenting

Klarifikasi tentang Kabar Anak Nunung Dibully di Sekolah

Annisa Karnesyia Selasa, 23 Jul 2019 19:48 WIB
Klarifikasi tentang Kabar Anak Nunung Dibully di Sekolah
Jakarta - Baru-baru ini tersiar kabar soal anak bungsu komedian Nunung menjadi korban bully. Kabar ini beredar setelah Nunung terjerat kasus hukum akibat penyalahgunaan narkoba.

Namun, berita itu baru saja dikonfirmasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai hoax atau berita bohong. Mengutip InsertLive, anak pertama Nunung, Bagus Permadi, menjelaskan kondisi adik-adiknya termasuk berita bohong yang beredar.

Benar jika Bagus berencana membawa adik-adiknya ke Solo. Tapi, tujuannya untuk menjaga psikis mereka karena masih duduk di bangku Sekolah Dasar.


"Mungkin adik-adik saya akan dibawa ke Solo, karena kita menjaga psikis adik juga kan," kata Bagus.

Dia menjelaskan jika adik-adiknya masih beraktivitas seperti biasa. Termasuk masih masuk sekolah.

"Dua hari masuk sekolah juga biasa saja, adik aku sekolah enggak ada yang dibully," ujar Bagus.

Bagus, putra pertama Nunung/Bagus, putra pertama Nunung// Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, menjelaskan pihaknya sudah menerima klarifikasi langsung dari pihak sekolah. Semua pemberitaan yang beredar terbukti tidak benar.

"Hari ini KPAI menerima pihak sekolah dan menerima klarifikasi dari sekolah bahwa hari Sabtu tidak ada proses ajar mengajar. Artinya, berita ada bully pada hari Sabtu dan anak pindah sekolah tidak benar," papar Retno.

Pihak sekolah juga menjelaskan langsung ke KPAI kalau sudah melakukan pencegahan bullying untuk anak Nunung. Salah satunya dengan mengimbau wali murid agar anak-anak mereka tidak bertanya pada anak Nunung tentang hal-hal yang bisa membuatnya tidak nyaman.



Mencegah bullying memang harus dilakukan berbagai pihak, Bun. Peran orang tua atau orang dewasa adalah memberikan perlindungan, dukungan, dan menyadarkan perubahan perilaku anak.

"Permasalahan sosial itu enggak bisa hanya satu orang yang melakukan perubahan. Perlu banyak peran, baik orang tua, masyarakat, jika perlu sekolah dan instansi terkait untuk menghadapi isu sosial seperti ini," kata psikolog anak dan remaja dari EduPsycho Research Institute, Yasinta Indrianti, MPsi.

Simak juga video tentang bullying yang Bunda harus tahu berikut ini.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi