HaiBunda

PARENTING

Pentingnya Menjaga Microbiome agar Kulit Bayi Sehat

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 07 Aug 2019 06:02 WIB
ilustrasi kulit bayi/ Foto: iStock
Jakarta - Kulit bayi baru lahir sangat rentan terhadap benda asing termasuk bakteri dan virus. Menurut dr. Srie Prihianti Sp.KK, Ph.D., FINSDV, FAADV, selain tipis, fungsi kulit bayi belum optimal. Semua ikatan antar selnya itu masih longgar, apapun yang hinggap akan masuk ke dalam kulit.

"Misalnya kita oles produk, karena masih tipis dan longgar maka akan masuk. Itu sebabnya harus pilih produk yang aman. Fungsi proteksi dari kulit itu yang paling diutamakan, kalau belum maksimal perlu pakai produk yang membantu," ujar Srie di acara peluncuran The New Johnson's Cotton Touch, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Wah, enggak kebayang deh kalau bakteri atau virus jahat masuk. Soal ini, Srie bilang orang tua perlu menjaga keseimbangan microbiome yang berada di kulit bayi. Apa itu?


"Sekarang ini banyak sekali yang meneliti microbiome. Intinya microbiome adalah bakteri yang baik yang ada di permukaan kulit. Jadi sebenarnya di atas permukaan kulit itu ada virus, jamur, bakteri," kata Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia itu.
Ilustrasi kaki bayi/ / Foto: iStock

Srie melanjutkan, penyusun utama microbiome ini bakteri. Para bakteri tersebut membuat suatu keseimbangan di atas permukaan kulit sehingga melindungi kulit terhadap bakteri jahat yang bisa menginfeksi.

Di kesempatan yang sama, Robert Kwon, Associate Director, Head of Scientific Engagement Johnson & Johnson Baby Care, Asia Pacific mengatakan kulit bayi perlu dijaga karena bayi di atas 6 bulan begitu aktif sehingga banyak terekspose bakteri.

"Bicara tentang microbiome, bayi yang baru lahir belum ada microbiome. Sentuhan ibu lah yang akan memicu munculnya microbiome. Mengapa penting? Membantu melindungi kulit dari bakteri jahat," ujar Kwon.

Srie menambahkan, jumlah variasi bakteri baik akan bertambah seiring usia dan keterpaparan di lingkungan lain. Ada beberapa area yang memiliki bakteri terbanyak, seperti lutut, lipatan, daerah kering.

"Di daerah yang berminyak juga ada bakteri tertentu yang tumbuh. Jadi kulit bayi sebagai barrier, perlindungan bukan cuma secara mekanik tapi ada juga yang bersifat biologis, kimiawi. Kalau bakteri baik itu tidak seimbang, maka kuman jahat akan menempel di kulit yang menimbulkan infeksi," papar Srie.

Srie memberikan tips, untuk menggunakan produk yang diformulasi khusus untuk bayi. Lalu, produk tersebut menggunakan bahan yang lembut, hypo allergenic, tingkat keasaman (pH) harus sama dengan kulit.

"Produk yang baik tidak merusak fungsi perlindungan, tapi bisa membersihkan dan melembapkan dengan baik. Cara memandikan bayi, mengoleskan produk juga harus dilakukan dengan benar," kata Srie.

Simak juga tutorial cara memandikan bayi yang benar:

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Alasan Generasi Milenial Enggan Datang ke Reuni SMA, Ternyata Bukan Sekadar Sibuk

Mom's Life Annisa Karnesyia

BMKG Peringatkan Cuaca di Jabodetabek, Cek Detailnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kisah Bunda Ungkap Kehilangan Satu Ginjal Usai Operasi Caesar, Begini Klaim Keluarga

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Potret 4 Anak Wanda Hamidah, Ada yang Kuliah di UGM, ITB, hingga Jepang

Mom's Life Amira Salsabila

30 Contoh Soal Bahasa Jawa dan Kunci Jawabannya untuk Pelajaran Sekolah

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Cantik Chloe, Putri Melanie Ricardo, Siap Ikut Pemilihan Gadis Sampul

30 Contoh Soal Bahasa Jawa dan Kunci Jawabannya untuk Pelajaran Sekolah

BMKG Peringatkan Cuaca di Jabodetabek, Cek Detailnya

Bahaya Fatal! 3 Fakta Ikan Asin Disemprot Pembasmi Serangga, Ini Imbauan BPOM

Alasan Generasi Milenial Enggan Datang ke Reuni SMA, Ternyata Bukan Sekadar Sibuk

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK