HaiBunda

PARENTING

Anak Ketahuan Nonton Video Porno, Gimana Baiknya Orang Tua Bersikap?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 26 Oct 2019 16:20 WIB
Ilustrasi anak menonton video porno
Jakarta -
Zaman sekarang anak-anak begitu mudah mengakses konten pornografi melalui dunia maya. Apalagi ketika memasuki usia remaja, anak-anak bisa saja mulai merasakan kenikmatan ketika melihatnya.

Alhasil, mereka diam-diam melihatnya tanpa pengawasan orang tua. Tapi, kalau anak ketangkap basah nonton video porno, seperti apa seharusnya sikap orang tua?

Jangan langsung panik atau marah-marah, Bunda. Psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri yang akrab disapa Zena mengatakan apabila anak ketahuan mengakses konten pornografi, orang tua sebaiknya menyelidiki sumber aksesnya.
 
"Jika akses dari rumah, orang tua harus tertib dalam pemakaian gawai oleh remaja, terlebih anak-anak," kata Zena dalam buku berjudul 1001 Cara Bicara Orangtua dengan Remaja.
Dan kalau remaja mengetahui konten pornografi dari lingkungan luar, Zena menyarankan untuk mendiskusikannya dengan mengatakan remaja tidak diperkenankan mengakses konten semacam itu.
 
Selain itu, Bunda juga bisa menanyakan ke anak apa yang ingin mereka ketahui dari konten porno itu. Dan bagaimana perasaannya ketika melihat konten porno tersebut.
 
"Jika anak-anak jujur dengan jawabannya, misalnya merasa senang, bingung, atau penasaran, terima apapun jawaban mereka dan tidak perlu memberi penilaian," katanya.
 
Zena mengarahkan, sebaiknya orang tua menjelaskan perasaan yang muncul ketika melihat konten porno itu wajar. Hanya saja, anak-anak harus belajar mengenali dan mengendalikan gairah seksualnya. Salah satu cara mengendalikannya yakni dengan rutin berolahraga.
 
"Beri saran untuk mengalihkan pandangan, menghindar, atau menyibukkan diri dengan aktivitas fisik, seperti berolahraga, ketika gairah seksual remaja muncul," kata Zena.
 
Memergoki anak remaja yang sedang nonton film dewasa bisa menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang tua. Namun, orang tua harus berhati-hati dalam menyikapinya.

"Yang harus kita lakukan adalah menjaga reaksi. Jangan terlalu kaget atau langsung memarahi," ujar Ratih Zulhaqqi, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre dilansir detikcom.
 
Menurutnya, ketika anak menonton film dewasa, ada kemungkinan si anak memiliki rasa ingin tahu yang tidak tersampaikan Sehingga, dia mencari tahu sendiri melalui tontonan tersebut. Tugas orang tua adalah membimbing anak tersebut untuk mencari informasi yang tepat dan terpercaya.

Memang, menjaga anak remaja dari perilaku seksual yang kebablasan memang susah-susah gampang. Ratih mengibaratkannya seperti menggenggam pasir yang tidak boleh terlalu kuat, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar karena jika genggamannya tidak tepat pasti pasirnya akan lepas.



 
(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK