sign up SIGN UP search


parenting

Tragis! Orang Tua Meninggal, 3 Saudara Hanya Makan & Minum Pakai Air Sungai

Siti Hafadzoh Rabu, 20 Nov 2019 07:20 WIB
Mohamad Syahadam dan kedua adiknya tinggal di sebuah rumah yang hanya beratap seng. Mereka terpaksa menggunakan air sungai untuk berbagai kebutuhan. caption
Jakarta - Seorang remaja laki-laki terpaksa menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya. Remaja bernama Mohamad Syahadam dan kedua adik perempuannya hidup menyedihkan setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia.

Sang ayah tiri meninggal enam bulan yang lalu karena sakit jantung. Tiga bulan kemudian, ibu mereka juga meninggal dunia karena mengidap diabetes.

Setelah kedua orang tua mereka meninggal, Syahadam dan adik-adiknya tinggal di rumah peninggalan orang tua mereka. Rumah tersebut kondisinya tidak layak karena hanya beratap seng, tidak ada listrik, dan tidak ada air bersih. Anak-anak asal Kelantan, Malaysia itu terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.


"Keperluan air juga bergantung pada air sungai di belakang rumah untuk digunakan memasak, mandi, dan mencuci pakaian setiap hari," kata Syahadam dikutip dari Harian Metro.

Syahadam mengaku ia dan adik-adiknya tidak pernah mengeluh menghadapi keadaan ini. Mereka sudah dididik hidup dalam serba kekurangan.

"Kami juga malu meminta bantuan dari pihak terkait dan beli makanan serta keperluan sekolah dua adik saya bisa sediakan," katanya.

Syahadam pernah sekolah hingga kelas lima. Sekarang, ia harus bekerja demi menghidupi keluarganya.

"Saya hanya bekerja sebagai buruh ladang sawit dan memperoleh pendapatan RM700 (Rp2,3 juta) sebulan dan sekadar cukup untuk kami," ujar Syahadam.

Pemerintah setempat mengatakan, pihak mereka sudah berencana memberikan bantuan kepada tiga kakak beradik itu. Mereka akan memberikan bantuan sebesar RM300 atau setara Rp1 juta.

Ketika kedua orang tua meninggal, seharusnya anak punya orang lain yang bisa mengurus dan menjamin kehidupan mereka, Bun. Dilansir Huffington Post, Bunda dan Ayah perlu mempersiapkan skenario terburuk, yaitu kematian. Anak akan tinggal dengan siapa setelah orang tuanya meninggal?

Teman dan anggota keluarga mungkin ada di beberapa daerah, bahkan negara. Ini menciptakan tantangan bagi orang tua untuk menentukan siapa yang akan merawat anak.

"Saya mendorong orang tua anak usia sekolah untuk mempertimbangkan siapa yang paling mampu menjaga anak-anak di rumah dan sekolah. Di tengah kehilangan, teman-teman dan lingkungan yang akrab dapat membantu anak," kata pengacara Ann Margaret Carrozza.

Setelah kedua orang tua meninggal, lebih baik sebisa mungkin anak tinggal di rumah yang sama ketika masih ada orang tuanya. Memang tidak selalu memungkinkan, tapi beberapa orang memilih cara ini.

"Saya tidak mau anak-anak dicabut dari tempat mereka tinggal di waktu yang sama mereka kehilangan orang tua," komentar Colleen Freemman di Facebook Huffington Post.

Bunda bisa simak cara membedakan es batu dari air matang dan air mentah di video ini ya. 

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi