HaiBunda

PARENTING

Pro Kontra Vaginal Seeding untuk Tambah Imunitas Bayi Lahir Caesar

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 11 Dec 2019 14:23 WIB
Ilustrasi vaginal seeding saat melahirkan/ Foto: iStock
Jakarta - Sejumlah ahli bilang bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar (bedah caesar) rawan mengalami alergi atau asma. Penyebabnya, bayi tidak terpapar jenis mikroba dari vagina ibu. Namun kini ada tren yang kontroversial, yang dikenal dengan vaginal seeding atau microbirthing

Kathy McCoy, dosen di Fakultas Kedokteran Cumming, Universitas Calgary, menjelaskan tujuan vaginal seeding sebenarnya memberi bayi mikroba dari vagina ibu segera setelah lahir, di mulut, hidung, atau kulit bayi. Alasannya, lanjut McCoy, agar bayi lebih kebal terhadap penyakit.


"Ini mungkin karena bayi yang lahir caesar tidak terpapar jenis-jenis mikroba dari ibu yang dapat membantu memengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka yang rapuh menjadi lebih baik, tidak seperti dalam persalinan pervaginam," kata McCoy mengutip 10 Daily.


Wanita yang juga ahli imunologi dan direktur ilmiah dari International Microbiome Centre di University of Calgary ini mengatakan kehadiran vaginal seeding mendapat tanggapan yang beragam. Ada yang pro, ada yang kontra.

"Kelebihannya, cara ini dapat memberi bayi mikroba dari ibu yang terpapar dalam kelahiran alami. Kekurangannya adalah dapat memberikan bakteri ke bayi yang berpotensi patogen atau berbahaya," ujar McCoy.

Untuk memastikan vaginal seeding berbahaya atau tidak, McCoy menjelaskan perlunya banyak penelitian. Sebuah studi baru-baru ini tentang microbiome pada bayi baru lahir menunjukkan bukti bahwa bayi yang lahir melalui saluran vagina memiliki mikroba yang berbeda dari bayi baru lahir yang dilahirkan melalui bedah caesar.

Ilustrasi vaginal seeding saat melahirkan/ Foto: iStock
Perbedaan tersebut merujuk pada pengembangan sistem kekebalan tubuh. Bayi yang dilahirkan secara normal mendapatkan sebagian besar bakteri baik di usus (gut bacteria) dari ibu.

"Ini mungkin membantu menjelaskan mengapa beberapa anak memiliki sistem kekebalan yang tidak sekuat yang lain," kata McCoy.

McCoy mengatakan, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Vaginal seeding berpotensial mentransfer infeksi seperti streptokokus Grup B, HIV, dan klamidia. Karena itu, ia tidak menyarankan melakukan vaginal seeding, sampai tahu lebih banyak tentang efek jangka panjangnya.

"Juga jelas bahwa tidak setiap bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar nantinya akan terserang penyakit, seperti alergi atau asma," kata McCoy.



Di Amerika Serikat, American College of Obstetricians and Gynecologists merilis pedoman pada 2017 yang memperingatkan praktik ini sampai ada penelitian lebih lanjut. Namun, apabila Bunda ingin memperkuat microbiome bayi, cara utama yang harus dilakukan adalah menyusui si kecil eksklusif selama 6 bulan. Kemudian, dilanjut sampai anak usia 2 tahun lebih.

Cek biaya melahirkan anak berkebutuhan khusus dari cerita Joanna Alexandra di video ini.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia & Firli Nabila

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari

5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK