Sign Up search


parenting

Usia Berapa Anak Sudah Mulai Paham Instruksi dari Bunda?

Zika Zakiya Jumat, 14 Feb 2020 15:47 WIB
Usia Berapa Anak Sudah Mulai Paham Instruksi dari Bunda? Ilustrasi anak marah/Foto: iStock
Jakarta - Serba salah dan frustrasi, sepertinya ini jadi perasaan yang Bunda alami ketika mencoba memberi instruksi pada si kecil yang berusia kurang dari dua tahun. Seperti yang dialami salah satu Sahabat HaiBunda, Bunda Intan.

"Aku mau sharing kalau aku sampai saat ini kadang masih kesulitan untuk 'mengomunikasikan; larangan ke Ammar (22 bulan) karena Ammar bicaranya belum begitu jelas jadi aku masih harus menerka-nerka keinginannya. Termasuk ketika Ammar mau melakukan hal yg menurutku kurang baik atau bisa membahayakan dirinya. 


Misalkan kejadian tadi sore: Ammar awalnya menunjuk aquarium sambil bilang "itu.. situ... shark (ikan maksudnya)" dan menarik tangan aku menuju aquarium. Aku bilang "oh iya Ammar mau lihat ikan? Yuk!"


Awalnya Ammar hanya sekedar melihat-lihat dan bersorak excited tapi lama-kelamaan dia mau memanjat kursi dan memasukkan tangannya ke aquarium. Aku ngga mempermasalahkan waktu Ammar memanjat kursi, asalkan masih tertib hanya tetap sekedar melihat-lihat saja.  Waktu awalnya dia mencelup-celup jarinya aku masih santai. Tapi setelah dia mulai mengaduk-aduk air aquarium aku mulai mengajaknya untuk "stop". Yuk udahan yuk! 

Nah tapi, setelah aku ajak udahan justru Ammar jadi tantrum dan semakin kuat mengaduk air aquarium sampai basah di sekeliling karena terpercik ke sana kemari.  Kalau sudah begitu biasanya Ammar aku jauhkan dari objek tantrumnya dan aku peluk. Setelah tenang baru aku jelaskan kalau hal yang dia lakukan tadi tidak baik. Walaupun aku belum yakin kalau Ammar mengerti dengan apa yg aku katakan tapi aku tetap coba bilang sambil menatap matanya.
Kira-kira kapan anak sudah bisa mengingat nasehat mengenai baik dan tidak baik dari orang tuanya?"

Ilustrasi anak marahIlustrasi anak marah/ Foto: iStock

Mengenai hal ini, psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi,M.Psi, mengatakan bahwa anak yang mengingat nasihat itu ternyata berdasarkan kebiasaan yang dibentuk.

"Apakah seringkali diberikan atau dibiasakan atau tidak? Selain itu, anak mulai memiliki kesadaran bahwa orangtua memberikan aturan adalah ketika ia masuk usia pra-sekolah dan sudah dapat diberikan konsekuensi atas apa yang ia lakukan secara konsisten," kata Ratih.

"Untuk anak usia 22 bulan seperti anak Bunda, sangat besar kemungkinan bahwa ia belum memahami seutuhnya mengapa ia tidak boleh mengaduk-aduk aquarium sehingga kita dapat jelaskan setelah tantrumnya selesai," terangnya lagi.

Ratih juga menyarankan agar hal ini dapat diulangi secara terus menerus. Sehingga ia membentuk yang namanya pemahaman mendalam tentang sebuah perilaku/ aturan/larangan.


Anak nempel Bunda

Cerita hampir sama dialami oleh Bunda Dwi yang merupakan ibu dari Celin. Diceritakan sang Bunda jika Celin belum mengerti kalimat larangan.

"Kalo dibilang jangan 'seperti itu', Celin malahan melakukannya sepertinya seakan-akan disuruh Bunda/Ayahnya. Sampe kadang dia kesal malahan membanting barang yang ada. Dan kalau Celin sedang main asik-asik eh tau-tau bosen, barang mainanya dilempar-lempar dan celin blm bisa mengerti apa yang tidak boleh dilakukan. Padahal dia blg "No No" tp tetep dia ingin tahu.


"Dandan di pagi hari untuk kerja, kalo Celin sudah bangun pasti diganggu. Padahal sudah saya kasih peralatan dandan juga buat dia. Tetapi Celin masih ganggu saya. Bagaimana Lagi ya bunda agar Celin bisa memahami mana yang boleh/ tidak? Dan kalo dibilang boleh sebentar Celin dipanggil pura-pura cuek. Dan kalau saya lg capek banget, Celin saya diemin dan akhirnya Celin capek sendiri.  Sehari-hari klo saya kerja, Celin dengan Ayahnya di rumah, kata Ayahnya Celin gak cengeng dan baik2-baik aja nurut bgt. Tetapi kalo ada Bundanya, dia sangat manja. Mohon pencerahan bagaimana cara menghadapinya?"

Ilustrasi anakIlustrasi anak/ Foto: ilustrasi/thinkstock

Disarankan psikolog Ratih, agar Bunda Dwi upayakan ketika berinteraksi dengan Celin dilakukan dengan sepenuh hati dan pikiran.

"Artinya tidak disambi dan sering menciptakan kontak mata serta sentuhan sehingga ia banyak mendapatkan paparan sensori, hal ini dapat membantunya lebih peka ketika ada yang mengajak bicara atau memberikan instruksi," kata Ratih. 

Sesudah melihat tips mengenai balita, yuk sekarang kita lihat bagaimana cara Bunda Mona Ratuliu ketika menjadi ibu muda dengan tiga anak sekaligus. Intip di video berikut ya, Bun:


[Gambas:Video Haibunda]




(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi