sign up SIGN UP search


parenting

Anak Dijadikan Olokan Politik, Annisa Pohan Geram & Mengadu ke Jokowi

Annisa Karnesyia Rabu, 06 May 2020 04:00 WIB
Annisa Pohan caption
Jakarta - Annisa Pohan mengadukan cuitan pegiat media sosial Denny Siregar, kepada Presiden Joko Widodo di akun Twitter miliknya. Cuitan tersebut berkaitan dengan pencatutan nama buah hatinya, Almira Yudhoyono yang dijadikan olokan politik.

Semua bermula saat Annisa Pohan dan suaminya Agus Yudhoyono atau AHY mengunggah kegiatan belajar Almira di rumah. Almira sedang mengerjakan tugas sekolah untuk membuat pidato yang isinya ditujukan untuk Presiden Jokowi.


Almira memberi judul tugasnya dengan 'Lockdown Speech'. Isi pidato menjelaskan tentang lockdown dalam masa pandemi COVID-19 dan kenapa lockdown harus dilakukan secara mandiri di rumah.


Unggahan tersebut lalu dikomentari Denny di Twitter, Bun. Cuitan ini langsung direspons oleh Annisa dan jajaran elite Partai Demokrat.

"Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan.. Kalo ada cicit, cicit juga bisa ikutan minta lockdown..," tulis Denny Siregar, dikutip Selasa (5/5/2020).

Sehari setelah cuitan Denny, Annisa Pohan membalas karena tak terima anaknya diserang. Wanita 39 tahun ini langsung mengadukan tindakan Denny pada Jokowi.

"saya ingin tau apa yg sudah dilakukan oleh @Dennysiregar7 untuk negara ini selain provokasi di social media. abang bisa kasih solusi atau aksi nyata bantu masyarkat dlm kondisi negara sedang susah , atau lebih baik diam dibanding menyerang anak kecil dg konten yg ngawur," tulis Annisa.

"Pak @jokowi saya sebagai seorang ibu dan warga negara bapak, saya protes thdp tindakan @Dennysiregar7 yg saya dengar seorang simpatisan bapak tapi membawa anak saya yg dibawah umur untuk dijadikan bahan olokan politik dia," sambungnya.

Unggahan Annisa PohanUnggahan Annisa Pohan/ Foto: Instagram

Terkait cuitan Denny dan Annisa, hingga kini pihak Jokowi belum terlihat memberi tanggapan. Namun, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara memberikan tanggapan dan meminta netizen tidak melakukan bullying pada Almira terkait pidato lockdown.

"KPAI mengimbau netizen untuk berhenti melakukan cyber bully atas kasus naskah pidato COVID-19 yang ditulis oleh ananda Aira. Sesuai dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, maka ananda wajib dilindungi dari cyber bully karena akan berdampak pada psikologisnya," kata Retno." kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, dilansir detikcom, Selasa (5/5/2020).

Retno menambahkan bahwa Almira bisa terkena efek psikologis, apalagi di saat seperti ini. KPAI ingin masyarakat memberikan contoh baik dalam menggunakan media sosial pada anak-anak.

"Dalam masa pandemi seperti ini, tekanan psikologis membahayakan karena akan menurunkan imun ananda (Almira). KPAI mengimbau netizen untuk peduli pada perlindungan anak dan dapat memberikan contoh baik dalam bermedia sosial kepada anak-anak Indonesia," ujar Retno.

KPAI juga mendorong agar polemik ini segera dihentikan oleh kedua pihak untuk kepentingan Almira. Pihak yang dimaksud adalah pelapor dan terlapor di media sosial.


"Penjelasan AHY sebenarnya sudah menyiratkan bahwa naskah pidato berbahasa Inggris dengan tema COVID-19 yang dibuat anaknya bukan untuk tujuan politik, tetapi murni merupakan tugas dalam PJJ, karena itu merupakan tugas sekolah yang diberikan gurunya," kata Retno.

"Hanya saja, karena AHY adalah pimpinan salah satu partai politik di Indonesia, maka tidak heran jika posting-annya menyulut reaksi yang bernada politis," sambungnya.

Simak juga cara membuat anak mau meninggalkan gadget, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi