sign up SIGN UP search


parenting

Cara Tepat Membatasi Anak Makan Camilan Manis

Melly Febrida Kamis, 14 May 2020 14:10 WIB
Cute sweet blonde child, playing and eating donuts at home Cara membatasi anak makan camilan manis/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tatyana_tomsickova
Jakarta -

Anak-anak pasti suka makan yang manis-manis, apalagi cokelat. Namun, sebagian orang tua memilih melarang anaknya makan permen dan cokelat. Padahal, cara ini justru berdampak saat anak memasuki usia sekolah.

Menurut spesialis Gizi Anak, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, anjuran konsumsi gula di Indonesia sebanyak 50 gram. Sedangkan WHO hanya menyarankan 25 gram per hari. Artinya, konsumsi makanan dan minuman manis di Indonesia masih tinggi.


"Bayangkan saja jika anak minum soft drink yang gulanya 33 gram, kue cokelat 24 gram dan donat 21 gram di saat yang bersamaan," ujar Prof. Ali.

Terkait makan makanan manis ini, ada penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak makan makanan manis lebih banyak di usia sekolah, dibandingkan pada usia balita dan anak-anak prasekolah.

Konsumsi gula ini akan menurun ketika memasuki usia dewasa. Lantas apa yang menyebabkan meningkatnya konsumsi gula dan apa yang bisa orang tua lakukan?

Dikatakan Sarah Ockwell-Smith, spesialis metode Gentle Parenting, sangat mungkin anak banyak makan yang manis-manis di usia sekolah karena dibatasi orang tuanya saat masih balita.

"Cara untuk mengurangi obsesi gula? Hindari membatasi dan kontrol dalam pengonsumsiannya," ujar Ockwell-Smith, dalam buku The Gentle Eating Book.

Anak makan cokelatAnak makan cokelat/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tatyana_tomsickova


Ockwell-Smith menyadari, sarannya itu tentu membuat orang tua khawatir. Tapi, tidak membatasi anak selalu jadi cara terbaik untuk menangani konsumsi gula, permen, dan cokelat.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa membatasi permen dan cokelat memiliki konsekuensi negatif, termasuk keinginan yang meningkat, perhatian lebih fokus pada upaya untuk mendapatkannya, dan kecenderungan untuk memakannya secara berlebihan ketika tidak dibatasi," ujarnya.

Sederhananya, kata Ockwell-Smith, apabila menginginkan anak-anak membatasi konsumsi gula, orang tua harus membiarkan mereka memakannya dan percayalah anak-anak bisa membatasinya sendiri.

Kalau Bunda sudah mengendalikan asupan gula, Ockwell-Smith menyarankan agar melepaskan kendali itu. Semakin Bunda membatasi, maka anak akan sulit membatasi dirinya sendiri, yang pada akhirnya akan melanggar aturan yang Bunda berikan.

"Saya percaya, itulah sebabnya anak-anak makan gula lebih banyak saat usia mereka," katanya.

Nah, kalau orang tua tidak mengendalikan pilihan makanan anak-anak, Ockwell-Smith mengatakan, anak jadi bebas memilih apa yang mereka inginkan, dan makanan yang sebelumnya dilarang itulah yang paling menarik.

"Saya telah berusaha keras untuk tidak membatasi gula untuk anak-anak saya sendiri, agar mereka tumbuh dengan kemampuan untuk mengatur diri sendiri, tidak seperti saya," tegasnya.



Bunda, simak juga dampak buruk memberi anak makan sambil jalan-jalan, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi