PARENTING
Usia Berapa Bayi Boleh Makan Telur? Ini Saran Ahli
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 07 Jun 2020 10:07 WIBBunda tentu sudah tahu kehebatan telur yang kaya protein. Tapi, makanan satu ini termasuk alergen utama pada anak-anak. Bunda yang sedang siap-siap menuju MPASI mungkin masih bingung, apa boleh memberi telur di awal-awal MPASI?
"Menurut pedoman pemberian makan saat ini, tidak ada alasan untuk menghindari telur begitu bayi Anda siap untuk memulai makanan padat, biasanya berusia antara 4 dan 6 bulan," kata Joel Forman, MD, pediatri bersertifikasi, mengutip Very Well Family.
Berdasarkan beberapa bukti, kata Forman, menunda mengenalkan makanan yang berpotensi menyebabkan alergi seperti telur, susu, selai kacang, atau ikan, di atas usia 6 bulan, sebenarnya bisa meningkatkan potensi mengembangkan alergi di masa kanak-kanak, Bunda.
Forman menyadari, dahulu para ahli menyarankan orang tua menunggu sampai anak berusia 2 tahun untuk memperkenalkan telur. Tapi, studi yang lebih baru tidak menemukan bukti medis untuk rekomendasi ini, Bunda.
"Memperkenalkan berbagai makanan setelah bayi Anda siap untuk makanan padat, saat ini diyakini membantu mencegah alergi makanan," ujar Forman.
Ia menambahkan, rekomendasi lain yang sudah kedaluwarsa yakni hanya memperkenalkan kuning telur karena tak memiliki alergen seperti di dalam putih telur. Jadi, kalau bayi sudah siap memulai makanan padat, artinya siap juga makan telur.
Untuk tanda-tanda bayi siap diberi makanan padat, jelas Forman, salah satunya bisa duduk di kursi tinggi dan mengangkat kepalanya. Bayi mungkin membuka mulutnya saat melihat makanan datang dan mampu memindahkan makanan dari sendok ke mulut, lalu menelannya.
American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk memberi bayi sejenis makanan baru untuk satu waktu, lalu menunggu dua hingga tiga hari sebelum memperkenalkan makanan lain. Tapi, Bunda jangan lupa memperhatikan reaksi alergi terhadap makanan yang baru diperkenalkan.
"Banyak orang tua mulai dengan sereal, kemudian buah dan sayuran, sebelum beralih ke protein. Telur bisa jadi tambahan yang sehat untuk makanan bayi Anda. Mereka mengandung protein, zat besi, dan kolin berkualitas tinggi," lanjut Forman.
Kalau Bunda memberikan telur pada bayi, Forman berpesan untuk memastikan memasak telur dengan baik untuk mencegah Salmonella dan penyakit bawaan makanan lainnya. Disarankan juga merebus telur dan menumbuknya, lalu menambahkan sedikit ASI atau susu formula bayi.
Saat pertama kali Bunda memberi bayi telur, pastikan melihat tanda-tanda reaksi alergi setelahnya. Misalnya saja reaksi kulit seperti pembengkakan, ruam, gatal-gatal, atau eksem, mengi atau kesulitan bernapas, hidung meler dan bersin-bersin, mata merah atau berair, sakit perut, mual, muntah atau diare.
Forman juga mengingatkan, beberapa vaksin mengandung telur sehingga bisa menyebabkan reaksi alergi, seperti suntik flu. Ia menegaskan, "Jika anak Anda mendapat vaksin yang mengandung telur, perhatikan reaksi setelahnya."
Bicara tentang vaksin yang mengandung telur, vaksin MMR termasuk di dalamnya karena dibuat di dalam embrio anak ayam. Sehingga, diperkirakan ada jejak protein telur di vaksin MMR.
"Anak-anak yang alergi telur seharusnya tak masalah mendapat vaksin MMR. Sampai saat ini, belum ada laporan bahwa anak dengan alergi telur dan mendapat vaksin MMR kemudian mengalami masalah," kata dr.Dawn Lim, dokter anak yang fokus di bidang alergi, dalam bukunya Childhood Allergies.
Bunda, simak juga 8 jenis makanan yang bisa meningkatkan kecerdasan otak anak, dalam video di bawah ini:
(muf/muf)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Tanda Si Kecil Alergi Telur, Mulai dari Gatal-gatal hingga Batuk
Telur, Si Makanan Super Bernutrisi yang Baik untuk MPASI Bayi
4 Menu MPASI Usia 6 Bulan, Dimulai dari yang Manis ya Sayang
Frekuensi dan Jumlah MPASI Per Hari untuk Bayi Usia 6 - 9 Bulan
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif