HaiBunda

PARENTING

Biarkan Anak Alami Kegagalan di Masa Tumbuh Kembang, Ini Manfaatnya Bunda

Melly Febrida   |   HaiBunda

Selasa, 30 Jun 2020 17:21 WIB
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Orang tua tentu lebih senang melihat anaknya berhasil. Berbeda ketika anak mengalami kegagalan, terutama di masa tumbuh kembang. Padahal, anak-anak yang mengalami kegagalan ternyata bisa berguna di masa depan.

Dr. Cora Ezzell, psikolog Mount Pleasant yang menangani anak-anak, remaja dan keluarga, mengatakan, dengan membiarkan anak gagal di masa tumbuh kembang, ini akan mempersiapkan dirinya menghadapi kesulitan.

Ezzell juga menjelaskan, kalau orang tua tidak membiarkan anak mengalami kekecewaan, penolakan, nilai yang jelek atau lupa mengerjakan PR, tidak terpilih masuk tim sepak bola, bagaimana orang tua bisa mempersiapkan anak-anak menghadapi semua kesulitan dalam hidupnya.


"Jadi bagi saya, satu-satunya cara kita mempersiapkan anak-anak untuk hidup adalah dengan membantu mereka menjadi ulet, yang kita lakukan dengan membiarkan mereka gagal," kata Ezzell, dikutip dari Post and Courier.

Menurut Ezzell, orang tua yang terjun untuk menyelesaikan semua masalah anak-anak, bahkan hingga remaja, pada akhirnya mungkin lebih banyak merugikan daripada mendatangkan kebaikan. Lalu, bagaimana dengan orang tua yang khawatir kegagalan anak-anak menjadi cerminan dari pengasuhan orang tua?

"Jika orang tua datang kepada saya dan berkata, 'Saya tidak ingin anak saya gagal karena berarti orang berpikir saya gagal,' Saya akan menantang mereka untuk berpikir, 'Ya, ketika teman anak Anda tidak melakukannya, baik pada tes ejaan, apakah Anda pikir itu adalah cerminan dari orang tua?" tutur Ezzell.

Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: Getty Images/mdphoto16

Ezzell mengingatkan bahwa anak itu bukan perpanjangan dari orang tuanya. Mereka memiliki kehidupan masing-masing. Anak juga bukan cerminan dari orang tua. Mereka adalah makhluk individual dengan diri mereka sendiri.

"Saya mohon kepada orang tua, 'Tolong biarkan anak-anak Anda gagal.' Karena kita semua gagal dalam hidup, dengan segalanya," kata Ezzell.

Sementara menurut Alison Gopnik, seorang profesor psikologi dan filsafat dari University of California, Amerika Serikat (AS), orang tua, terutama dari kelas ekonomi menengah, memandang anak-anak mereka sebagai wujud yang bisa mereka bentuk ke dalam gambar tertentu.

"Jika Anda melakukan hal yang benar, mendapatkan keterampilan yang tepat, membaca buku yang tepat, Anda bisa membentuk anak Anda menjadi tipe orang dewasa tertentu," kata Alison Gopnik, dilansir National Public Radio.

Ia juga meneliti perkembangan anak-anak selama beberapa dekade, dan hasilnya sangat mengejutkan. "Saya pikir sains menunjukkan, menjadi pengasuh manusia lebih banyak tentang menyediakan ruang terlindung di mana hal-hal tak terduga dapat terjadi, daripada membentuk anak menjadi orang dewasa yang diinginkan," ucapnya.

Bunda, simak juga yuk cara tegas Meisya Siregar mendidik ketiga anaknya, dalam video Intimate Interview di bawah ini:

(muf/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK