sign up SIGN UP search


parenting

Tak Disadari, 10 Perilaku Orang Tua yang Bisa Melukai Hati Anak

Melly Febrida Rabu, 13 May 2020 10:09 WIB
Mother scolding her daughter for making a mistake. caption
Jakarta - Tak ada orang tua yang ingin menyakiti perasaan atau melukai hati anaknya. Tapi, terkadang tanpa disadari, kita sebagai orang tua melakukan hal tersebut.

Misalnya saja saat Bunda marah, tanpa sengaja memberikan label negatif ke anak. Padahal bisa berdampak buruk bagi mental anak lho.


"Anak-anak meyakini label negatif ini dan mulai melihat diri mereka sebagai 'tidak cukup baik,'" ujar psikolog klinis Melanie Greenberg, dikutip dari Psychology Today.


Anak-anak itu sudah sepantasnya mendapat kasih sayang dari orang tua. Karena itu, sampaikan kalau Bunda menyayangi anak-anak. Tidak hanya di lisan, tapi juga dengan tindakan maupun kepedulian. Ini akan membuat anak-anak mencintai orang tua selamanya.

Dikutip dari Young Parents, 10 tindakan yang tanpa sengaja ini ternyata bisa menyakiti perasaan anak-anak. Sebaiknya Bunda hindari ya.

1. Tidak menunjukkan rasa sayang

Sentuhan orang tua ke anak, baik itu pelukan dan usapan lembut menunjukkan rasa sayang ke anak-anak. Sering-seringlah menyentuh anak-anak Bunda, bahkan jika ingin mendisiplinkan mereka.

Saat Bunda ingin anak tidak memukul, peganglah tangannya sambil mengatakan kepadanya agar tidak memukul, atau meminta anak berhenti merengek. Jika anak tidak suka pelukan, temukan cara lain untuk bisa lebih dekat dengan anak, seperti mengacak rambutnya atau menari bersama.

2. Ingkar janji

Para ahli mengatakan, ketika orang tua menepati janjinya, anak kemungkinan besar akan meniru perilaku ini juga. Ketika Bunda atau Ayah menepati janji pada anak-anak, itu bisa membantu anak lebih memahami tentang kepercayaan dan rasa hormat terhadap orang lain.

Selain itu, anak akan melihat orang tuanya sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya, yang membantu menciptakan rasa aman bagi anak-anak. Namun kenyataannya, kadang-kadang orang tua melanggar janjinya.

Para ahli mengatakan, "Jika orang tua secara konsisten melanggar janji mereka, maka anak bisa tahu bahwa kata-kata orang tidak dapat dipercaya, dan tidak apa-apa untuk menjanjikan sesuatu dan kemudian tidak menepatinya."

Ilustrasi perilaku orang tua yang menyakiti hati anakIlustrasi perilaku orang tua yang menyakiti hati anak/ Foto: iStock

3. Sebutan yang mengejek

Menghina anak dengan menyebutnya malas, tidak baik, tidak ada harganya, dapat menyakiti hatinya, Bunda. Cobalah introspeksi diri apakah pernah menghina anak-anak ketika menegurnya. Apabila pernah melakukannya, hentikan. Ini bisa sangat menyakitinya dan tidak akan menginspirasi anak-anak untuk jadi lebih baik. Jika ada, efeknya malah sebaliknya.

4. Selalu memaksa anak

Bunda tentu merasakan bagaimana sulitnya saat kita menginginkan yang terbaik untuk anak, tetapi ia menolak. Kalau yang ditolak itu masalah keselamatan atau kesehatannya, pasti harus dilakukan. Tetapi kalau anak menolak mengenakan pakaian yang Bunda ambilkan atau hal lainnya yang tidak terlalu penting, mungkin lebih baik membiarkannya. Sebagai orang tua, kita tentu tahu bahwa anak tidak selalu setuju dengan semua yang Bunda katakan.

5. Memukul anak

Orang tua terkadang suka lupa ketika dikendalikan emosi, tiba-tiba tangan memukul atau mencubit anak. Padahal, cara ini mengajarkan anak bahwa memukul atau mencubit perilaku yang bisa diterima.

Dalam hasil penelitian yang tertuang di buku The Danish Way of Parenting disebutkan, hukuman keras bisa berbalik arah karena bisa menumbuhkan kebohongan pada anak lantaran mereka menghindari pukulan. Di kemudian hari, anak yang menerima pukulan juga terganggu mentalnya termasuk jadi pengguna narkoba dan alkohol.

"Orang tua memukul karena mengira itu efektif. Bisa jadi ini benar dalam jangka pendek, tapi tidak efektif dalam jangka panjang. Anak-anak akhirnya belajar untuk mendengarkan karena mereka takut," ujar Jessica Joel Alexander, penulis buku tersebut.

Bunda bisa tegas dan disiplin tanpa menyakiti anak-anak. Cobalah menetapkan batasan dengan anak-anak dengan bersikap baik, lembut, penuh hormat dan tegas. Hasilnya akan jauh lebih positif dan anak-anak tidak akan menangis sampai tertidur.


6. Tidak bisa mengendalikan amarah

Jangan pernah melepaskan kemarahan kepada anak tak berdaya, Bunda. Bisa saja anak menyalahkan diri mereka sendiri karena kemarahan orang tuanya, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya harga diri dan masalah perilaku lainnya.

7. Melanggar privasi anak

Pastinya orang tua penasaran dengan isi buku harian milik anak. Tapi, jangan pernah membacanya, Bunda. Kalau anak mengetahuinya, maka akan hilang kepercayaan ke orang tuanya dan itu bisa hilang selamanya.

Anak akan merasa terluka dan mungkin saja mereka tidak pernah ingin memberi tahu Bunda lagi rahasia atau curahan hatinya. Orang tua memang masih harus memantau anak-anak untuk tujuan keamanan, tetapi ketahuilah batas buat orang tua dan di mana Bunda harus menentukan batas.

8. Terlalu menuntut

Menuntut anak di luar kapasitas mereka dan menghukum saat anak tidak dapat meraihnya, ini akan meninggalkan dampak emosional yang merugikan. Biasanya ini soal akademik.

Anak akan merasa frustrasi dan berpikir tidak bisa apa-apa, sehingga menimbulkan masalah harga diri. Yang paling penting adalah anak-anak sudah melakukan yang terbaik.

9. Tak mencontohkan yang baik

Anak-anak itu peniru ulung, mereka akan melihat orang tuanya. Apabila Bunda ingin anak berbuat baik, ingatlah bahwa mereka mengawasi setiap gerakan orang tua. Jangan mengharapkan anak-anak jadi malaikat yang sempurna. Orang tua adalah panutan anak.

10. Terlalu dekat

Wajar jika orang tua ingin dekat dengan anak-anaknya, tetapi ketika garis antara jadi orang tua dan sebagai teman anak menjadi kabur, masalah bisa muncul. Karena itu, penting untuk menetapkan batas sejak awal demi menghindari hal-hal yang mengecewakan anak di kemudian hari.


Bunda, simak juga cara Meisya Siregar dalam mendidik ketiga anaknya. Di video Intimate Interview berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi