sign up SIGN UP search


parenting

7 Tips Melatih Si Kecil Toilet Training

Mutiara Ananda Jumat, 10 Jul 2020 16:52 WIB
Father training his son to use potty at home caption
Jakarta -

Beranjak besar, anak-anak masih belum bisa lepas dari pemakaian popok? Wah tentunya bikin Bunda was-was ya, melihat mereka masih susah diajari toilet training.

Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk melatih mereka buang air besar dan kecil di toilet? Pada faktanya, memang tidak semua anak pada usia yang sama siap berlatih ya, Bunda. Termasuk kesiapan mereka untuk toilet training.

Dilansir Kids Health, ada tanda-tanda yang akan ditunjukkan si kecil saat mereka siap melepas popok. Seperti misalnya, mereka akan menghentikan aktivitas selama beberapa detik dan selalu memegangi popoknya.


Bunda juga bisa menandai kapan sebaiknya mulai mengajari anak toilet training. Biasanya si kecil akan mulai siap untuk pergi ke toilet pada usia 18 - 24 bulan. Tapi, anak laki-laki butuh waktu lebih lama untuk belajar menggunakan toilet, daripada anak perempuan.

Saat si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda tersebut, apa yang harus Bunda lakukan untuk melatih mereka?

cute six months old baby boy siting on the blue potty early development conceptMelatih anak toilet training/ Foto: Getty Images

Melansir dari laman Parents, berikut 7 langkah awal untuk membimbing si kecil menggunakan toilet :

1. Kenalkan

Bunda, saat si kecil sudah siap untuk berlatih menggunakan toilet, coba mulai kenalkan pada mereka tentang toilet dengan berbicara tentang latihan sesekali. Angkat topik pembicaraan yang mengangkat subjek toilet, seperti, "Bunda mau buang air kecil, Bunda ke toilet dulu, ya", atau "Dik, apa boneka beruang kamu perlu buang air besar?"

2. Cari Tanda

Ketika si kecil tidak mengompol selama dua jam di siang hari dan setelah tidur siang, maka si kecil sudah siap untuk belajar menggunakan toilet nih, Bunda. Selain itu, kalau si kecil sadar ketika popoknya basah seperti menangis, rewel, dan tidak nyaman, itu tandanya si kecil sudah siap.

3. Pilih Toilet dan Penempatannya

Bunda, si kecil seringkali merasa takut jatuh ketika harus menggunakan toilet di kamar mandi. Jika begitu, Bunda bisa coba toilet yang lebih rendah seperti pispot, dan meletakkan di ruang bermain si kecil.

4. Pilihlah Waktu yang Tepat

Melatih si kecil menggunakan toilet memang penting, Bunda. Namun, ada baiknya jika dilakukan di waktu yang tepat agar si kecil merasa rileks dan tidak frustrasi. Bunda, lebih baik menunda latihan ini saat sedang berlibur, pindah rumah, menambah bayi baru di dalam keluarga, atau bercerai. Bunda dapat menunda pelatihan ini selama satu bulan.

5. Tunjukkan Caranya

Bunda, saat mulai latihan, biarkan si kecil duduk di atas toilet atau pispot dengan pakaian lengkap agar si kecil dapat merasakan tempat duduknya. Bunda bisa biarkan si kecil untuk duduk selama yang mereka mau. Tapi, saat si kecil merasa ingin buang air, perintahkan mereka untuk melepas celananya.

6. Tawarkan Pujian dan Hadiah

Saat si kecil sudah mulai melepas popok mereka, tak jarang si kecil akan kembali mengompol lho, Bunda. Saat hal ini terjadi, jangan hukum si kecil ya. Bunda harus memuji si kecil dan berikan mereka hadiah. Enggak perlu mainan yang mahal, cukup katakan, "Hebat sekali, anak Bunda sudah besar, ya.", atau beri hadiah sticker bergambar atau secangkir cokelat yang lezat.

7. Ajarkan Kebersihan

Bunda, saat si kecil sudah selesai menggunakan toilet, jangan lupa untuk selalu ajarkan mereka kebersihan, ya. Bunda bisa membantu si kecil dengan membilas dan bantu mereka mencuci tangan dengan menggunakan sabun selama 20 detik. Jika saat melakukan hal ini si kecil merasa bosan dan rewel, ajak mereka menyanyikan sebuah lagi seperti "Selamat Ulang Tahun" atau "ABC" agar lebih menyenangkan.

Semoga membantu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk cerita lucu ketika Lula Kamal menyuntik anak-anaknya sendiri. Klik video berikut ya:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi