sign up SIGN UP search


parenting

3 Masalah yang Bakal Bunda Hadapi Saat Anak Toilet Training

Melly Febrida Senin, 31 Aug 2020 18:39 WIB
Toddler playing with a foam tiled flooring while sitting on a potty. 3 masalah melatih anak toilet training/ Foto: Getty Images
Jakarta -

Saat balita mulai belajar pipis di toilet, masalah yang paling umum orang tua hadapi yaitu telat masuk ke kamar mandi. Belum juga masuk toilet, eh udah keluar duluan.

Sarah Ockwell-Smith, spesialis metode Gentle Parenting mengatakan, salah satu hal terbaik yang bisa Bunda lakukan adalah memperhatikan petunjuk dari anak kalau mereka ingin ke toilet.

Misalnya saja anak memegang alat kelamin mereka, melompat, menggerakkan kakinya, mendengus, atau bersenandung, atau bahkan mereka merasa terganggu ketika bermain.


"Ketika Anda memperhatikan tanda-tanda ini, tanyakan kepada mereka,"Apakah menurutmu sudah waktunya untuk ke toilet?"," kata Ockwell-Smith dalam buku The Gentle Paranting Book.

Dengan cara ini, Ockwell Smith meyakini bisa membantu anak mengenali tanda-tanda urgensi dari tubuh mereka, ini artinya bisa meminimalisir 'kecelakaan' saat toilet training, Bunda.

Nah, bagi Bunda yang baru akan memulai mengajari anak toilet training, biar enggak kaget siap-siap menghadapi 3 masalah berikut ini ya:

1. Buang air duluan sebelum ke toilet

Menurutnya, anak-anak yang masih kecil sering kali kesulitan mengidentifikasi keinginan untuk pipis atau BAB, apalagi kalau lagi asyik bermain. Apabila anak belajar mendengarkan sinyal-sinyal dari tubuh mereka, sebenarnya anak bisa tahu kapan harus segera ke toilet atau bisa menahannya.

Nah, kalau anak sudah enggak tahan dan pipis di lantai, kata Ockwell-Smith, jangan sampai memarahi, menghukum atau menyebutnya nakal. Ingatlah anak masih belajar dan sangat membuat anak melihat berlatih toilet ini sebagai peristiwa kehidupan yang normal dan positif.

Young smiling mother sitting on floor at living room and teaching her 10 months old baby boy how to use chamber pot3 masalah saat ajari anak toilet training/ Foto: iStock

"Jadi, jika anak Anda ke toilet tidak tepat waktu, katakan kepada mereka, 'Tidak apa-apa, sulit untuk selalu mengetahui kapan kita harus mengeluarkan kotoran. Kamu akan cepat belajar'," ujar Ockwell-Smith.

Memang tidak mudah ya Bunda, apalagi kalau Bunda lelah. Namun, saat menghadapi anak yang sudah pipis duluan di luar toilet, pastikan Bunda tidak pernah menunjukkan rasa kesal ketika membersihkannya, betapapun jengkelnya Bunda.

"Salah satu hal yang paling sederhana, yang dapat Anda lakukan agar anak Anda lebih mudah buang air kecil adalah memastikan toilet mereka nyaman. Dan, kaki mereka diletakkan rata di tanah atau di atas bangku jika mereka menggunakan toilet duduk besar," kata Ockwell-Smith.

2. Takut setelah sembelit

Persoalan lain yang mungkin Bunda hadapi adalah sembelit yang membuat anak ketakutan. Menurut Ockwell-Smith, beberapa balita tak mau ke toilet dan menahannya selama mungkin.

"Ini, tentu saja, mengarah ke siklus le sembelit, nyeri dan ketakutan," jelasnya.

Untuk membantu balita, kata Ockwell-Smith, perhatikan dietnya dan meminta untuk minum cairan sebanyak mungkin. Selain itu, menceritakan sesuatu yang menghibur yang berkaitan dengan toilet dan ketakutan.

3. Tak mau di toilet umum

Beberapa anak tak mau buang air di tempat umum, terbiasa di rumah. Anak butuh privasi agar bisa mudah buang air. Kalau ini terjadi pada anak Bunda, Ockwell-Smith menyarankan untuk mempertimbangkan membeli pispot kedua yang bisa dibawa ketika ke tempat umum.

Mengajarkan anak toilet training memang butuh waktu. Sebisa mungkin dibuat menyenangkan. dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya, memiliki tips agar toilet training bisa menyenangkan bagi anak nih.

Yang pertama, coba belikan si kecil potty seat yang lucu sehingga anak tertarik dan bisa menjadikan potty seat itu sebagai mainan. Setelah itu, rajin ingatkan anak jika ia ingin BAB, maka beri tahu ayah, bunda, atau orang lain di rumah supaya anak bisa BAB di potty seatnya.

"Lalu konsisten terhadap aturan yang dibuat. Kalau tidak konsisten, anak akan bingung. Seperti pengalaman saya, saat anak saya terbiasa pup di potty seat tapi pernah saat sedang dalam perjalanan anak saya ingin pup, akhirnya saya suruh dia pup di dispo, besoknya ternyata dia pup lagi di dispo," kata Meta.

Bunda, simak juga yuk trik dari Nirina Zubir melatih anak bangun pagi dalam video berikut: 

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi