sign up SIGN UP search


parenting

Kenapa Anak TK Tak Tertarik Belajar Virtual? Begini Solusinya

Melly Febrida Minggu, 12 Jul 2020 08:56 WIB
Beautiful little girl writing homework using notebook for distance learning in the kids room. Distance online learning concept. caption
Jakarta -

Liburan sekolah sudah usai. Anak-anak akan belajar di rumah lagi alias home learning. Untuk anak-anak TK, mungkin sulit ya mengerjakan lembar tugas atau sekadar tatap muka online via Zoom.

Bisa jadi kurang dari separuh anak-anak yang senang berkomunikasi dengan teman-temannya melalui video. Banyak anak yang belum tertarik dengan pertemanan virtual. Sistem virtual itu sangat baru untuk anak-anak.

Persis deh sama anak kedua Bubun yang belum genap 6 tahun. Jangankan duduk sambil ngobrol via Zoom, kalau video call saja enggak pernah mau kelihatan wajahnya. Antara malu dan memang enggak tertarik.


"Kurangnya kontrol dari teknologi ini yang membuatnya jauh lebih sulit untuk melibatkan anak ke anak," kata Dr. Lori Baudino, seorang psikolog klinis spesialisasi perkembangan anak, dilansir NY Times.

Sedangkan Rae Pica, konsultan pendidikan anak usia dini, mengingatkan orang tua bahwa belajar enggak hanya diperoleh dari sekolah. Bunda tak perlu khawatir anak bakal ketinggalan banyak pelajaran, karena anak juga bisa banyak belajar di rumah.

"Prasekolah yang sesuai perkembangan adalah tempat bermain yang menjadi kendaraan utama untuk anak-anak belajar," ujar Pica, dikutip dari Today.

Menurut Pica, anak-anak mungkin saat ini belum bisa berinteraksi dengan orang-orang di luar. Tapi ada lebih banyak hal di alam yang bisa jadi sarana belajar, daripada sekolah formal mana pun.

"Di luar ruangan, ada banyak sekali pengalaman untuk indra, terlepas di mana seorang anak tinggal. Dengan mendengarkan, anak-anak mengidentifikasi suara alam atau buatan manusia, sebagai syarat pelajaran dalam literasi karena aktif mendengarkan komponen seni bahasa. Dari perjalanan udara, anak-anak menyaksikan dampak udara yang jadi pelajaran sains," paparnya.

Happy mother and smiling daughter together painting  using marksAnak belajar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/DjordjeDjurdjevic

Bunda juga bisa mengajak anak mengurutkan dan menyusun blok, serta manipulatif lain untuk mempelajari konsep kuantitatif seperti tinggi, rendah, lebar, dan sempit, serta prinsip-prinsip fisika dasar, atau matematika dan sains.

Begitu pula dengan menyanyi, menari, dan memerankan cerita dalam literasi, menumbuhkan tanaman dari biji, menjelajahi lingkungan luar, menyelidiki permukaan pasir dan permukaan air untuk mendapat pengetahuan ilmiah tambahan, dan masih banyak lagi.

Dan dari pelajaran di atas, Pica menegaskan, tidak ada satu pun yang melibatkan perangkat digital atau lembar kerja.

"Saya mengerti Anda telah diarahkan untuk meyakini, layar gadget lebih mendidik daripada bermain, dan bahwa lembar kerja menunjukkan 'bukti' tentang apa yang dipelajari anak Anda. Tetapi layar dan lembar kerja bukan solusi khususnya untuk anak kecil, karena tidak melibatkan permainan, atau pembelajaran aktif," terang Pica.

Bunda memang dituntut lebih kreatif di rumah. Kalau ada kuas, Bunda bisa mengajak anak-anak ke luar untuk 'mengecat' sisi rumah atau bangunan, lalu melihat penyerapan dan penguapan yang sedang beraksi.

Kalau tidak punya blok, tetapi ada koin, atau sesuatu yang serupa, bisa ditumpuk dan diurutkan anak-anak. Dan saat anak melakukannya, selain mengeksplorasi konsep matematika dan sains, anak-anak akan mengasah keterampilan motorik halus yang sangat penting.

"Anak-anak kecil dilahirkan cinta belajar. Mereka tidak perlu didorong untuk belajar, hanya apa yang mereka lakukan saat bermain, menjelajah, dan menemukan. Seperti yang ditulis oleh kolega saya, Tom Hobson, ada banyak hal yang perlu dikhawatirkan saat ini, tetapi sekolah anak Anda bukanlah salah satunya," tutur Pica.

Bagaimana dengan si kecil di rumah, Bunda? Apakah tertarik saat home learning virtual?

Simak juga yuk alasan kenapa gadget bukan alat belajar yang baik, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi