sign up SIGN UP search


parenting

Anak Tak Kunjung Tumbuh Gigi, Apa Sebabnya?

Inkana Putri Selasa, 28 Jul 2020 14:17 WIB
balita Foto: shutterstock
Jakarta -

Menantikan gigi si kecil tumbuh adalah salah satu momen spesial bagi para orang tua. Pasalnya, tumbuhnya gigi si kecil menandakan pertumbuhan dan perkembangannya baik.

Head of Medical Marketing Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur mengatakan gigi pada bayi normalnya akan tumbuh saat menginjak usia 6 bulan. Hal ini akan ditandai dengan drooling (ngiler), pengerasan pada gusi, gusi merah dan bengkak, anak jadi rewel dan demam.

"Pada beberapa anak tumbuh gigi ini bisa juga terlambat sampai usia 9 bulan, tapi kalau usia 15 bulan belum tumbuh gigi maka harus segera diperiksa ke dokter anak," ujarnya kepada HaiBunda baru-baru ini.


Seperti dikutip Dentist Just for Kids, ada banyak alasan kenapa gigi anak tak kunjung tumbuh, antara lain lahir prematur, sindrom bawaan, dan kekurangan gizi. Bahkan, menurut dr. Muliaman, keterlambatan tumbuhnya gigi bisa disebabkan karena faktor genetik, faktor penyakit, faktor nutrisi serta kurangnya stimulasi di daerah oral motor dan sekitar gusi.

"Untuk tumbuhnya gigi pertama pada anak diperlukan nutrisi untuk tulang dan gusi karena gusi yang baik harus dipersiapkan untuk tumbuh gigi. Nutrisi yang dibutuhkan antara lain protein, vitamin C, zat besi, kalsium, fosfat, magnesium dan vitamin D," imbuhnya.

Oleh karena itu, ada baiknya Bunda untuk selalu memperhatikan selalu gizi si kecil dengan memberikan ASI, susu formula atau makanan pendamping ASI (MPASI). Untuk pemberian MPASI, Bunda bisa memberikan si kecil puree buah halus dan segar sesuai dengan stage berikut ini.

Stage 1 (Usia 6 bulan)

Saat terbaik untuk mulai memberikan si kecil MPASI adalah memasuki usia 6 bulan. Makanan sereal beras sering sekali direkomendasikan sebagai makanan pendamping bagi si kecil. Namun, Bunda bisa juga coba beri si kecil makanan sehat seperti buah-buahan segar yang dihaluskan (puree) seperti pisang, pepaya, atau alpukat serta mencampur puree dengan ASI atau susu formula.

Stage 2 (Usia 7-8 bulan)

Pada tahap ini, Bunda bisa memberikan makanan bertekstur sedikit kasar dengan rasa yang lebih kompleks. Mulailah untuk eksplorasi rasa pada MPASI dengan membuat puree campuran sayuran dan buah. Bunda bisa mencampurkan beberapa sayuran seperti wortel, labu, buncis, kentang, dan brokoli.

Stage 3 (Usia 9-12 bulan)

Di usia ini, selain makanan utama, Bunda bisa memberikan si kecil camilan. Seperti dikutip Happy Family Organics, memberikan camilan dapat meningkatkan nutrisi dan kesehatan si kecil. Bahkan, di usianya yang ke-9 bulan, si kecil harus makan 2-3 camilan bergizi di samping makan besarnya. Namun, saat memberikan si kecil camilan, pastikan selalu untuk memperhatikan gizinya. Finger foods seperti potongan buah segar, puffs atau dry cereal bisa menjadi pilihan camilan sehat bagi si kecil.

Bunda juga bisa memberikan camilan seperti Milna Nature Puff Organic, camilan puff organik bebas gluten dan tanpa bahan pengawet. Kandungan kalsium dan zat besinya yang tinggi juga dapat membantu pembentukan hemoglobin darah dan tulang. Saat ini, Milna Nature Puff Organic bisa didapatkan di e-commerce atau supermarket kesayangan Bunda.

(mul/ega)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi