sign up SIGN UP search


parenting

Balita Hidup dengan Organ Perut di Luar Tubuh, Sempat Diprediksi Tak Selamat

Annisa Afani Rabu, 02 Sep 2020 23:00 WIB
Ilustrasi anak sakit caption
Jakarta -

Seorang balita berusia 2 tahun, bernama Laurel Phizacklea saat lahir didiagnosis mengalami exomphalos mayor atau kondisi di mana dinding perut bayi tidak terbentuk secara sempurna selama masa kehamilan. Dia bahkan sempat diprediksi tidak selamat persalinan, namun takdir berkata lain, Bunda.

Kondisi tersebut awalnya tidak diketahui oleh kedua orang tuanya, Kelly dan Sean Phizacklea. Hingga saat menjalani USG di usia kehamilan 12 minggu, dokter menyarankan keduanya agar mengaborsi janinnya.

Akan tetapi, pasangan asal Cambridge, Inggris tersebut tidak menyerah. Meski Kelly tiap hari menangis dan harus ke rumah sakit setiap dua minggu untuk memantau bayinya di dalam kandungan, dia dan suaminya memutuskan untuk mempertahankan Laurel hingga dilahirkan.


Secara ajaib, bayi cantik itu berhasil mematahkan prediksi dokter. Dia lahir pada 6 Juni 2018 di Rumah Sakit Addenbrookes, Cambridge.

Dokter yang menangani sempat merasa khawatir Laurel tidak akan bisa bernapas sendiri karena dalam kasus exomphalos, paru-paru tidak terbentuk dengan baik. Namun hebatnya, setelah tiga setengah bulan di rumah sakit, Laurel diizinkan pulang ke rumah.

"Kami tahu dia akan membutuhkan operasi besar di masa mendatang, tetapi dia bisa pulang ke rumah saja sudah begitu istimewa," kata Kelly, dikutip dari Daily Mail.

Meskipun demikian, dia harus hidup dengan sebagian organ pencernaan dan hati berada di luar tubuhnya. Sebagian besar bayi dengan kondisi tersebut, organ tubuh yang keluar akan dimasukkan ke dalam perut mereka, namun karena ukuran exomphalos Laurel sangat besar sehingga belum bisa dilakukan sebelum cukup umur. Dokter memperkirakan prosedur medis baru bisa dilakukan ketika bocah itu berusia 3 tahun.

Sementara itu, organ yang keluar tersebut dibungkus oleh perban demi menopangnya. Kulit sudah terbentuk di sekitar organ dan bocah itu bisa makan, minum, dan ke toilet seperti balita lainnya, namun orang tuanya harus tetap mengawasi karena jika exomphalos cedera maka tidak akan bisa diperbaiki, Bunda.

Sementara itu, meski hidup dengan kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas Laurel. Gadis kecil itu tetap aktif bermain seperti balita pada umumnya, Bunda.

"Kami menyadari bahwa dia adalah anak yang suka berpetualang, jadi kami tahu bahwa kami perlu mengawasinya agar dia tidak merusak exomphalos-nya," tutur Kelly.

Laurel suka mencoba untuk melompat dari sofa dan bermain di genangan air berlumpur saat keluar rumah. Hal ini yang membuat Kelly dan Sean kadang khawatir dan stres

"Dia agak pemberani. Itu yang bisa membuat stres, tapi itu semua adalah alasan mengapa kami mencintainya," ujar Kelly.

Selama ini Laurel juga menjadi anak yang ceria, Bunda. Dia tidak mengeluh dan menerima kondisi perutnya yang berbeda dari yang lainnya.

"Dia sangat menyukai perutnya. Saat mandi dia menggosoknya di bak. Ketika aku melepas pembalut untuk membersihkanya dia berkata 'ah perut'," ungkap Kelly.

Dan nanti ketika usianya sudah 3 tahun, Laurel akan menjalani operasi di Rumah Sakit King's College, London, Bunda. Seorang ahli bedah akan menangani kasus exomphalos Laurel.

"Itu pemikiran yang menakutkan, dan pasti ada kekhawatiran. Tapi Laurel telah melalui begitu banyak hal, dan aku yakin dia akan terus menjalani segalanya dengan tenang," ucap Kelly.

Kita doakan semoga operasi yang akan Laurel jalani berjalan dengan lancar ya, Bunda. Aamiin....

Bunda, simak juga cerita dr. Lula Kamal yang menderita rawat anak yang sakit sambil kuliah di London dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi