sign up SIGN UP search


parenting

4 Cara Menyikapi Anak yang Hanya Lengket dengan Salah Satu Orang Tua

Asri Ediyati Senin, 31 Aug 2020 15:12 WIB
Happy young little asian cute girl watching or playing digital tablet, laptop or mobile with cheerful parents on desk in family time concept in white room with window. Preschool children learning. caption
Jakarta -

Bunda, pernahkah iseng bertanya kepada anak, 'Lebih sayang Bunda atau Ayah?'. Apa jawaban mereka? Mungkin ini pertanyaan sulit jika anak dekat dengan kedua orang tua.

Akan tetapi, ketika jawaban anak hanya satu orang tua yang ia pilih, misalnya Ayah. Duh, pastinya mendadak baper nih. Apalagi jika anak sehari-hari cenderung nempel dengan orang tua favoritnya itu.

Jika ini terjadi di rumah Bunda, sebaiknya jangan dibiarkan. Ada langkah-langkah yang perlu diambil agar anak tahu bahwa keluarga adalah satu kesatuan. Semuanya harus saling sayang.


Namun, sebelum berlanjut ke langkah-langkah yang perlu diambil, psikolog klinis Carl Hindy menyarankan Bunda untuk menjawab pertanyaan penting. "Mengapa satu orang tua menjadi favorit?" kata Hindy, dikutip dari Fatherly.

Jawabannya tentu bermacam-macam. Dari pengalaman Hindy, adanya orang tua favorit karena kendala waktu, afinitas yang lebih besar, atau minat yang lebih umum.

Jenis kelamin juga bisa menjadi faktor, begitu juga salah satu orang tua menjadi lebih reaktif dari yang lain. Pada dasarnya, bagaimanapun, satu orang tua kemungkinan besar menjadi favorit karena anak-anak mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan, baik itu kenyamanan atau hal favorit yang ia dapatkan dengan mudah.

1. Tinjau lagi peran masing-masing

Jika memang anak punya satu orang tua favorit, orang tua yang tidak berada dalam posisi tersebut perlu memikirkan tentang apa yang mereka kontribusikan pada situasi tersebut. Interogasi diri penting. Mungkin perlu mencoba untuk mengkompensasi kesalahan masa lalu.

Ini bukan tentang menjadi orang tua yang mengizinkan anak-anak menikmati es krim setiap kali mereka minta. Ini adalah kesempatan untuk meninjau ulang peran masing-masing orang tua.

2. Pembagian tanggung jawab

Penting untuk diingat bahwa kebutuhan anak-anak berubah, status orang tua favorit juga bisa berubah. Terlepas dari itu, sesuatu yang sering berperan adalah pembagian tanggung jawab. Perlu ada pembagian tanggung jawab supaya anak secara adil mendapat perhatian dari keduanya.

Ilustrasi ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/macniak

3. Soroti sifat positif pasangan

Menurut Corinna Tucker, profesor perkembangan manusia dan studi keluarga di University of New Hampshire, ini tentang bagaimana kita dapat membantu anak-anak memiliki hubungan yang baik dengan masing-masing orang tua.

Salah satunya dengan menonjolkan sifat positif pasangan. Misalnya anak lebih nempel dengan Bunda, sementara Bunda sedang sibuk mengerjakan tugas rumah tangga. Lalu, Ayah bingung karena anak tak mau main dengannya. Di sini, Bunda bisa memberi dorongan pada suami untuk bisa percaya diri dan memberikan ide bermain dengan anak.

"Katakan hal-hal yang menyenangkan. Kebanyakan orang menanggapi hal itu dengan baik," kata Tucker.

4. Libatkan semua orang tua dalam aktivitas anak dan kegiatan keluarga

Selalu libatkan anggota keluarga lengkap dalam sebuah aktivitas yang menyenangkan. Jangan sampai Bunda yang selalu kebagian mengawasi anak belajar atau sebaliknya, Ayah yang selalu kebagian untuk bermain bersama. Jika memang ada waktu senggang, Bunda dan Ayah perlu bermain dan belajar bersama si kecil.

Selamat mencoba ya, Bunda.

Simak juga cara Asri Welas mendidik anak introvert:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi