sign up SIGN UP search


parenting

Bunda Perlu Tahu, Cegukan pada Bayi Ternyata Ada Manfaatnya

Annisa Afani Rabu, 13 May 2020 19:06 WIB
a small beautiful boy in a jumpsuit with animals is lying on the couch Bunda Perlu Tahu, Ternyata Ada Manfaat di Balik Cegukan Lho/Foto: iStock
Jakarta -

Kebanyakan orang tua akan merasa cemas saat bayinya mengalami cegukan. Tidak jarang mereka juga melakukan beberapa cara untuk menghentikan cegukan pada bayinya.

Namun ternyata Bun, cegukan enggak selamanya buruk kok untuk bayi. Dilansir dari Medical Daily, para peneliti justru mengatakan bahwa cegukan memiliki manfaat bagi bayi. Untuk itu, mereka menyarankan agar cegukan pada bayi cukup dibiarkan saja, dan orang tua tidak perlu cemas menghadapinya.


Bayi mulai dapat cegukan bahkan sejak dalam kandungan lho Bun, mungkin beberapa ibuĀ hamil pernah merasakannya. Diperkirakan janin bisa cegukan selama 15 menit dalam seharinya.

Clinical Neurophysiology menerbitkan sebuah jurnal dari studi barunya, yang menunjukkan bahwa cegukan dapat mendukung perkembangan otak pada bayi yang baru lahir. Hal ini juga dapat memicu aliran sinyal otak, sehingga dapat membantu bayi belajar mengatur pernapasan.

Happy baby girl. Happy little princess.Happy baby girl. Happy little princess./ Foto: iStock



"Alasan kita cegukan tidak sepenuhnya jelas. Tetapi mungkin karena alasan perkembangan, mengingat bahwa janin dan bayi baru lahir cegukan begitu sering," kata Kimberley Whitehead, ketua penulis penelitian dan anggota penelitian di University College London.

Para peneliti pun menganalisis aktivitas otak pada 13 bayi baru lahir di bangsal neonatal. Mereka menggunakan electroencephalography (EEG) untuk mengamati otak setiap bayi dan menempatkan sensor gerakan pada torsos mereka untuk merekam cegukan yang dialami.

Dan mereka menemukan bahwa cegukan menyebabkan kontraksi otot diafragma. Perubahan fisik ini memicu gelombang otak di korteks otak. Serangkaian cegukan menyebabkan gelombang besar sinyal, yang memungkinkan otak untuk menghubungkan suara "hic" dengan nuansa kontraksi otot diafragma.

"Aktivitas dari cegukan mungkin membantu otakĀ bayi mempelajari cara memonitor otot-otot pernapasan, sehingga pada akhirnya pernapasan dapat dikendalikan secara sukarela dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah," tutur Lorenzo Fabrizi, penulis penelitian dari University College London.

Ketika bayi dilahirkan, sirkuit yang memproses sensasi tubuh belum sepenuhnya berkembang. Sehingga pembentukan jaringan semacam itu merupakan tonggak perkembangan penting bagi bayi baru lahir.



Penelitian terbaru pun mendukung temuan bahwa aktivitas tertentu di dalam rahim dan setelah kelahiran berkontribusi pada pengembangan koneksi otak pada bayi.

Sementara Whitehead mengatakan bahwa cegukan pada orang dewasa biasanya dianggap menjengkelkan. Tapi, cegukan tersebut mungkin saja 'sisa' dari masa ketika bayi memiliki fungsi yang penting.

Bun, simak juga pertimbangan sebelum memberi nama bayi dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi