sign up SIGN UP search


parenting

5 Langkah Aman Mengeluarkan Ingus Bayi, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Minggu, 06 Sep 2020 18:03 WIB
mother using baby nasal aspirator mucus nose suction caption
Jakarta -

Lihat bayi pilek itu enggak tega banget, terlihat menderita. Salah satu cara yang orang tua bisa lakukan dengan menyeka hidung dengan kain basah.

Ahli pediatrik Mary Anne Jackson, M.D., mengatakan bahwa bayi memang rentan sakit. Sebab, anti-bodinya masih belum kuat melawan infeksi.

"Pada tahun pertama, bayi bisa terkena sekitar 6 sampai 12 infeksi, paling lama tujuh sampai sepuluh hari," kata Jackson yang bekerja di Children's Mercy Hospital and Clinics, di Kansas City, Missouri, dikutip dari Parents.


Ingus pada dasarnya merupakan sistem penyaringan yang membantu mengeluarkan bakteri berbahaya dan infeksi virus dari tubuh. Jadi, kemunculan semua lendir itu nantinya akan membuat bayi tetap sehat.

"Alasan kita terkena ingus adalah untuk mengeluarkan virus atau bakteri, jadi semakin banyak Anda menghisap ingus, mereka semakin banyak berproduksi," kata Sarah Stampflee, asisten manajer perawat di Randall Children's Hospital NICU di Portland, Oregon.

Dikutip Fatherly, saat anak pilek, orang tua juga dapat membuat permainan meniup hidung, mengajari anak yang berumur 1 tahun untuk melakukannya sendiri apabila mendengar lagu atau suara konyol.

Kalau ingusnya sudah mengental bagaimana? Bunda mungkin pernah mendengar cara menyedot ingus si bayi. Terdengar menjijikkan, tapi beberapa orang tua melakukannya dengan bantuan alat.

Alat hisap kata Stampflee mungkin bisa membantu, tetapi harus digunakan paling banyak beberapa kali sehari, dengan cairan tetes garam yang membantu mengencerkan lendir. Jika anak menunjukkan tanda-tanda iritasi, tinggalkan penyedotan untuk menghindari kerusakan saluran hidung.

"Anda tidak ingin terlalu sering menyedot. Ini sebenarnya memberitahu tubuh untuk membuat lebih banyak ingus," ujar Stampflee.

Kalau lendirnya bening dan encer, Stampflee menjelaskan, orang tua tidak boleh terlalu bersemangat untuk terus-menerus mengeluarkan ingus dari hidung bayi.

"Jika ingus bening atau sedikit keruh dan bayi sudah bisa bernapas dengan nyaman, tidak ada yang mengkhawatirkan," kata Stampflee.

Nyatanya, cara paling aman untuk menghilangkan ingus bayi yang bening dan encer adalah membiarkan alam dan gravitasi yang bekerja, cukup menyekanya di sana-sini.

Tapi, Bunda jangan lupa memperhatikan beberapa tanda anak pilek butuh bantuan medis ketika pilek.

"Jika bayi mulai kesulitan untuk membersihkan jalan napasnya, atau mereka tersedak dan ingus berubah menjadi oranye Day-Glo, atau jika terlihat sedikit pucat atau biru, Anda perlu segera mencari bantuan medis," katanya.

Stampflee juga berbagi cara menangani bayi yang pilek. Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Cobalah untuk membiasakan diri.
2. Jangan menyedot hidung bayi setiap saat. Pengisapan yang terlalu banyak hanya akan memicu produksi ingus.
3. Jangan gugup ini hanya akan membuat anak itu cemas tanpa alasan.
4 Perhatikan konsistensi. Lendir yang kental bisa menghalangi pernapasan dan terkadang menjadi tanda penyakit.
5. Perhatikan warna. Lendir bening itu kotor, tapi halus. Lendir berwarna hijau atau kuning kemungkinan merupakan pertanda adanya masalah. Lendir ungu adalah tanda bahaya.

"Lendir yang relatif jernih bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika mereka masih menjadi pabrik ingus setelah 10 hingga 14 hari, kemungkinan itu merupakan pertanda adanya masalah yang lebih besar, terutama jika disertai dengan demam," ujarnya.

Bunda, simak yuk penjelasan dokter mengenai vaksin pada saat anak batuk dan pilek dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi