sign up SIGN UP search


parenting

Radang Tenggorokan pada Anak, Begini Cara Mengatasinya Bunda

Annisa Afani Selasa, 08 Sep 2020 15:13 WIB
ilustrasi bayi batuk caption
Jakarta -

Sakit atau radang tenggorokan menjadi salah satu masalah yang kerap dialami oleh anak-anak. Namun Bunda tidak perlu khawatir, hal ini biasanya bagian dari batuk pilek, mereda dengan sendirinya, dan tidak menimbulkan dampak lain.

Meski begitu, kadang radang tenggorokan bisa menjadi tanda ada masalah yang memerlukan perawatan medis, Bunda. Karena itu, sulit untuk membedakan kapan anak menderita sakit tenggorokan yang bisa sembuh dengan sendirinya atau akibat infeksi yang memerlukan perawatan.

Penyebab radang tenggorokan

Mengutip Raising Children, penyebab paling umum dari sakit tenggorokan adalah infeksi virus. Sementara akibat infeksi bakteri lebih jarang terjadi.


"Radang tenggorokan secara teknis adalah infeksi tenggorokan yang disebabkan bakteri streptococcus pyogenes. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah 80 persennya, sakit tenggorokan disebabkan oleh virus," kata dokter anak Alexander Brunner, dari Mercy Community Healthcare, dikutip dari Williamson Medical Center.

Beberapa virus yang bisa memicu radang tenggorokan, di antaranya virus influenza, Epstein-Barr, herpes simpleks. Sedangkan bakteri yang bisa menyebabkan radang tenggorokan, di antaranya streptokokus, dan mikoplasma.

Selain itu, jika amandel anak memerah dan bengkak mungkin disebabkan oleh tonsilitis. Selain dipicu infeksi virus dan bakteri, radang tenggorokan juga bisa disebabkan udara dingin atau kering, asap rokok, polusi kendaraan hingga gorengan atau makanan yang tidak higienis.

Karena itu, jika anak mengalami gejala-gejala sakit tenggorokan, dia menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Ini supaya anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala radang tenggorokan

Gejala radang tenggorokan tergantung penyebabnya, Bunda. Jika radang atau sakit tenggorokan disebabkan oleh batuk pilek, kemungkinan gejala yang muncul, seperti:

  • Pilek
  • Batuk
  • Sakit telinga
  • Demam
  • Kelelahan 
  • Nafsu makan buruk

Jika penyebab radang tenggorokan adalah flu, anak mungkin juga akan mengalami nyeri. Radang tenggorokan yang disebabkan infeksi streptokokus bila usia anak lebih dari 3 tahun dengan gejala, di antaranya:

  • Kelenjar leher bengkak
  • Amandel merah dan bengkak dengan bintik-bintik putih
  • Ruam
  • Demam
  • Sakit perut
  • Muntah

Sakit tenggorokan jenis ini mungkin tidak adakan disertai dengan pilek dan batuk ya, Bunda. Sementara itu, demam kelenjar adalah penyebab sakit tenggorokan yang relatif umum pada anak yang lebih tua.

Jika anak mengalami demam kelenjar, dia mungkin juga akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang besar dan sangat lelah dalam waktu lama.

Mengobati radang tenggorokan

Karena radang tenggorokan dapat terjadi akibat infeksi dari virus maupun bakteri yang bisa menular ya, sehingga penyebarannya pun dapat terjadi dengan mudah, yakni dari tetesan uap di udara, atau terkena droplet bersin maupun batuk seseorang yang terinfeksi.

Untuk mencegahnya, adalah dengan mencuci tangan anak, menutupi batuk anak memakai masker atau tisu, tidak berbagi makanan atau minuman, serta bersihkan mainan, dan tidak berbagi peralatan makan dan minum untuk menghindari penyebaran penyakit.

Pengobatan untuk radang tenggorokan tergantung pada penyebabnya, Bunda. Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi streptokokus, mungkin dokter akan mengambil sampel dari tenggorokan anak untuk dianalisis. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik biasanya panisilin untuk mengobati infeksi.

Namun antibiotik tidak bisa untuk radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus. Jika akibat virus, maka cara yang dapat dilakukan dengan istirahat, mengonsumsi obat pereda nyeri, atau melakukan beberapa tindakan lainnya untuk mengurangi gejala.

Dikutip dari Harvard Medical School, berikut beberapa cara yang dapat Bunda coba untuk mengurangi gejala dan membuat tenggorokan anak menjadi lebih nyaman:

1. Beri makanan atau cairan yang didinginkan. Jika anak menolak, tidak apa-apa. Namun Bunda harus memastikan agar anak tetap mendapat asupan air yang cukup.

2. Asetaminofen atau ibuprofen biasanya diresepkan oleh dokter berdasarkan dosis yang tepat sebagai pereda nyeri.

3. Jika anak mengalami sariawan, hindari untuk memberikannya makanan yang asin, pedas, asam seperti jus jeruk, atau makanan yang tajam seperti keripik kentang.
"Tetaplah makanan hambar yang dan lembut," kata Claire McCarthy.

4. Bunda bisa menggunakan humidifier, alat ini akan sangat berguna untuk membantu menjaga kelembapan tenggorokan anak.

Namun jika sakit tenggorokan tidak terlalu serius, Bunda mungkin bisa menggunakan obat rumahan untuk meredakan nyeri dan iritasi. Berikut ini pengobatan rumahan untuk mengobati radang tenggorokan, dikutip dari HealthLine:

1. Madu

Madu yang dicampur ke dalam teh bisa meredakan batuk di malam hari. Penelitian menunjukkan madu adalah penyembuh luka yang efektif, sehingga bisa membantu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan.

2. Air garam

Berkumur dengan air garam hangat dapat meredakan sakit tenggorokan dan memecah sekresi. Selain itu, juga diyakini bisa membunuh bakteri di tenggorokan.

Caranya, buat larutan air garam dengan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat. Lalu, berkumurlah untuk mengurangi pembengkakan dan menjaga kebersihan tenggorokan. Lakukan ini setiap tiga jam atau lebih.

3. Cuka sari apel

Cuka sari apel merupakan antibakteri alami. Karena sifatnya yang asam, cuka sari apel bisa digunakan untuk membantu memecah lendir di tenggorokan dan menghentikan penyebaran bakteri.

Caranya, encerkan 1-2 sendok makan cuka sari apel ke dalam satu cangkir air dan berkumurlah. pastikan untuk minum banyak air di sela-sela sesi kumur.

4. Bawang putih

Bawang putih memiliki sifat antibakteri alami, yang mengandung allicin, senyawa organosulfur yang mampu melawan infeksi. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen bawang putih secara teratur bisa membantu mencegah virus batuk pilek. Menambahkan bawang putih ke dalam makanan juga cara untuk mendapatkan khasiat antibakteri.

5. Teh chamomile

Teh ini secara alami menenangkan karena memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Teh chamomile sudah digunakan sejak lama sebagai pengobatan, seperti menenangkan tenggorokan.

Beberapa ulasan penelitian menunjukkan bahwa menghirup uap teh ini bisa membantu meredakan gejala pilek, termasuk sakit tenggorokan. Minum teh ini juga memberikan manfaat yang sama dan dapat merangsang sistem kekebalan untuk membantu tubuh melawan infeksi penyebab sakit tenggorokan.

Kapan anak sakit tenggorokan harus ke dokter?

Mengutip dari HealthLine, bagi si kecil berusia di bawah 3 bulan, Bunda dapat menghubungi dokter melihat adanya gejala awal sakit tenggorokan seperti halnya menolak makan atau tetap rewel setelah makan.

Karena bayi baru lahir dan berusia di bawah 3 bulan belum punya sistem kekebalan yang berkembang sepenuhnya, maka dokter akan memantau dan melihat bagaimana perkembangannya selama sakit. Namun bila bayi sudah berusia lebih dari 3 bulan, Bunda dapat membuat janji konsultasi dengan dokter jika anak memiliki gejala lain selain tenggorokan terasa sakit atau gatal, di antaranya:

  • Memiliki suhu lebih dari 38 derajat celcius.
  • Mengalami batuk terus-menerus
  • Menangis tidak seperti biasanya dan mengkhawatirkan
  • Tidak mengompol seperti biasa
  • Seperti mengalami sakit telinga
  • Timbulnya ruam di tangan, mulut, dada, atau bokong
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Tidak mau minum

Dengan berkonsultasi, maka dokter dapat menentukan apakah bayi perlu untuk diperiksa lebih lanjut, atau cukup menjalani perawatan di rumah saja.

Bunda, simak juga ragam herbal untuk atasi flu anak dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi