PARENTING
Pentingnya Nutrisi 1000 Hari Pertama Anak untuk Mencegah Stunting
Dr. dr. Aryono Hendarto, Sp.A (K), MPH | HaiBunda
Selasa, 08 Sep 2020 15:12 WIBIngin memiliki anak yang cerdas dan unggul? Hal ini sudah bisa Bunda upayakan sejak dalam kandungan. Caranya dengan konsisten menjaga asupan makanan tetap sehat.
Mencegah stunting atau gagal tumbuh harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan anak. Itu artinya, Bunda sudah harus memperhatikan kecukupan gizi sejak awal kehamilan. Stunting dapat terjadi sejak kehamilan jika terjadi hambatan pertumbuhan pada janin dalam kandungan.
Pastikan asupan makanan ibu hamil tercukupi agar janin berkembang dengan baik. Apabila asupan makanan ibu cukup dan tidak ada penyulit lain, umumnya janin akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Kecukupan asupan makanan ini, nantinya dapat dilihat dengan pertambahan berat janin yang sesuai dengan usia kehamilan.
Usahakan agar ibu hamil cukup mengonsumsi makronutrien seperti, karbohidrat, protein, dan lemak. Dalam hal ini, utamakan agar ibu hamil mendapat protein hewani. Diimbangi juga dengan mengomsumsi mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral yang terdapat dalam buah dan sayuran.
Pencegahan stunting kemudian berlanjut ke periode menyusui. Bunda harus mengerti tentang cara pemberian ASI yang benar, agar anak tidak mengalami kurang gizi khususnya gizi buruk. Dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI yang benar untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Apa itu stunting?
Stunting merupakan kondisi anak gagal tumbuh, baik fisik maupun otaknya. Stunting dihubungkan dengan malnutrisi dan infeksi kronis (non endokrin). Oleh karena itu, perlu ditekankan bahwa stunting merupakan bagian dari perawakan pendek. Namun ingat, tidak semua perawakan pendek adalah stunting, Bunda. Perawakan pendek sendiri dapat disebabkan oleh kondisi patologis atau non patologis.
Ciri-ciri anak stunting
Stunting terjadi karena anak mengalami malnutrisi kronis, sehingga ciri-ciri utamanya anak terlihat lebih pendek dibanding dengan anak seusianya dengan jenis kelamin yang sama. Selain itu, anak juga akan terlihat lebih kurus karena
.
Sedangkan gejala klinis lain tidak spesifik. Tetapi, apabila dilakukan pemeriksaan laboratorium mungkin saja anak mengalami kekurangan (defisiensi) makronutrien. Khususnya protein dan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin D, atau mineral seperti zat besi, zink, dll.
Selain penjelasan di atas, anak-anak yang mengalami stunting bisa dilihat dari beberapa ciri seperti berikut ini:
1. Tanda pubertas terlambat.
2. Kemampuannya buruk dalam menyerap pelajaran.
3. Pertumbuhan gigi terlambat.
4. Anak menjadi lebih pendiam.
5. Anak tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang di sekitarnya.
6. Wajah anak lebih muda dari usianya.
7. Pertumbuhan tinggi terhambat.
Dampak stunting pada anak
Jangka pendek :
1. Gangguan tumbuh kembang otak.
2. IQ rendah.
3. Gangguan sistem imun.
Jangka panjang:
1. Perawakan pendek.
2. Risiko penyakit diabetes dan kanker meningkat.
3. Kematian usia muda.
4. Produktifitas menurun.
Pencegahan stunting
Selama 1000 hari pertama kehidupan anak, dimulai dari awal kehamilan hingga 2 tahun setelah lahir sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar agar tumbuh kembang optimal. Kebutuhan dasar dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu kebutuhan fisis-biomedis (asuh), kebutuhan kasih sayang/emosi (asih) dan kebutuhan stimulasi (asuh.)
Salah satu kebutuhan asuh yang penting adalah nutrisi, terutama untuk anak usia sampai 2 tahun. Dua tahun pertama kehidupan merupakan periode kritis/critical window, di fase ini anak harus mendapat asupan makanan dengan gizi optimal.
Pemenuhan nutrisi anak ini kemudian terbagi menjadi beberapa fase. Dimulai dari pemberian ASI sampai usia 6 bulan. Dilanjutkan dengan ASI dan MP-ASI untuk anak usia 6-12 bulan. Kemudian, ASI ditambah makanan keluarga untuk anak usia12-24 bulan.
Mencukupi kebutuhan anak dalam periode ini akan membentuk gizi baik dan tinggi badan normal. Bunda bisa memberikan ikan laut dan daging, untuk memenuhi asupan asam lemak esensial (DHA & ARA) yang mencukupi.
Sedangkan untuk anak usia di bawah 1 tahun, lebih dianjurkan agar diberikan makanan yang dibuat sendiri di rumah. Hindari memberikan MP-ASI yang tidak jelas proses pembuatannya. Terutama terkait segi keamanan dan pemenuhan zat gizi.
Apabila ingin memberikan makanan siap saji, harus dipastikan makanan tersebut terdaftar di Kementrian Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pemberian makanan selingan (snek) pada anak juga harus diperhatikan, Bunda. pemberian snek yang kurang tepat dapat mengganggu waktu makan, sehingga asupan makanan anak menjadi kurang.
Snek sebaiknya diberikan hanya 2 kali sehari, di antara waktu makan. Artinya, snek tidak boleh diberikan menjelang waktu makan. Selain itu, pastikan juga bahwa snek memiliki nilai gizi yang baik. Untuk amannya lebih baik berikan buah, pudding, dan biskuit.
Apakah madu boleh diberikan pada anak? Boleh tapi untuk anak usia di atas 1 tahun, dan Bunda yakin bahwa madu tersebut diproses melalui pembuatan yang higienis. Sehingga si kecil aman dari pencemaran bakteri yang menyebabkan keracunan.
Penting untuk diingat, pola makan dapat menyebabkan terjadinya stunting. Praktik pemberian makan yang tidak tepat, akan menyebabkan anak mengalami gagal tumbuh. Jadi, Bunda perlu juga memberikan makan secara tepat waktu, pas dengan jumlah yang dibutuhkan anak, aman, dan higienis. Selain itu, perhatikan juga sinyal lapar dan kenyang dari anak.
Baca Juga : Penyebab Stunting Bikin Anak Bertubuh Pendek |
Peran Bunda dan Ayah dalam mencegah stunting
Wanita hamil yang mengalami stunted, berisiko melahirkan bayi yang stunted pula. Bayi yang stunted akan menjadi anak balita yang stunted, dan balita yang stunted akan menjadi anak usia sekolah yang stunted. Hingga akhirnya menjadi stunted pula.
Oleh karena itu, orang tua sengat berperan dalam pencegahan stunting sejak dalam kandungan. Caranya dengan kontrol kehamilan secara teratur agar janin tumbuh kembang optimal. Setelah bayi lahir dipantau tumbuh kembangnya, dengan mengukur setidaknya berat badan dan panjang badan setiap bulan sampai usia 12 bulan.
Selanjutnya pada usia 1-5 tahun berat badan dan panjang badan diukur tiap 3 bulan sekali. Sedangkan pada usia sekolah/remaja diukur setiap 6-12 bulan. Apabila diketahui berat badan anak tidak naik untuk periode waktu tertentu, maka sebaiknya bayi/anak dibawa ke fasilitas kesehatan/dokter untuk diidentifikasi faktor penyebab dan dilakukan intervensi sesuai penyebabnya.
DR.dr. Aryono Hendarto, SpA(K),MPH. merupakan dokter spesialis anak yang bertugas di RSCM dan sebagai dosen di FKUI.
Aryono merupakan konsultan nutrisi anak dan saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI- RSCM.
Bunda, simak juga yuk penjelasan dokter Reisa mengenai risiko stunting dari orang tua yang juga alami stunting dalam video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menguak Fakta MPASI Daging Merah & Keju: Manfaat & Dampak untuk Tinggi Badan Anak
Aturan Pemberian Susu Formula sebagai Tambahan Pada Bayi di Atas 6 Bulan
Penyebab Dermatitis Atopik pada Anak & Cara Tepat Hindari Pemicunya
Penyebab GTM pada Anak dan 9 Strategi untuk Mengatasinya
TERPOPULER
6 Zodiak yang Sulit Bilang "Tidak", Sering Mengiyakan meski Jadwal Sudah Penuh
Potret Gemas Nastusha, Anak Chelsea Olivia & Glenn Alinskie Rayakan Ultah ke-10
Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada
Hati-hati, 3 Kebiasaan Weekend Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik
Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Zodiak yang Sulit Bilang "Tidak", Sering Mengiyakan meski Jadwal Sudah Penuh
Potret Gemas Nastusha, Anak Chelsea Olivia & Glenn Alinskie Rayakan Ultah ke-10
Hati-hati, 3 Kebiasaan Weekend Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik
Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada
Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Mulai Coba Black Garlic atau Sudah Rutin? Ini Cara Pilih yang Tepat
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Hewan Pertama yang Dilihat Ungkap Sifat Rahasiamu, Total Ada 4 Hewan!
-
Female Daily
3 Complexion Makeup Lokal Baru Bulan Ini yang Layak Masuk Wishlist
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Han So Hee Serba Putih di Acara Boucheron, Rambut Pirang Bak Goddess
-
Mommies Daily
“Kok Bisa Jadi Single Parent?” 7 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan kepada Orang Tua Tunggal