sign up SIGN UP search


parenting

Waspadai Bahaya Anak di Bawah Umur Memiliki Akun Media Sosial

Melly Febrida Kamis, 10 Sep 2020 16:52 WIB
Anak main gadget caption
Jakarta -

Perkembangan digital membuat media sosial semakin mudah diakses. Bahkan, sebagian orang tua jadi sulit mengontrol anak-anak untuk membuat kun media sosial juga.

Tak bisa dipungkiri jika pengguna media sosial juga diwarnai siswa SD dan SMP. Anak Bunda termasuk salah satunya? Hati-hati ya, Bunda, pemakaian media sosial yang tidak terkontrol bisa membahayakan diri mereka.

"Seseorang mungkin membajak salah satu akun mereka, memberi informasi palsu, mendorong mereka untuk melakukan tantangan online yang berbahaya atau tidak pantas, atau melakukan kejahatan kebencian - ada banyak cara media sosial membuat anak-anak terancam bahaya," kata Will Geddes, security expert dalam buku Nadia & Kaya Parent Alert! How to Keep Your Kids Safe Online .


Geddes mengatakan, di seluruh dunia ada miliaran orang yang menggunakan media sosial. Termasuk anak-anak yang mungkin lebih banyak waktu menggunakan media sosial. Memang media sosial ini bisa memberikan banyak informasi tapi juga bisa menyesatkan, membahayakan, dan bahkan mengarah pada tindak pidana jika seseorang melecehkan seorang anak secara online.

"Media sosial juga membuat anak Anda terpapar iklan, sebagian besar ditargetkan untuk pengguna yang lebih muda. Pengingat produk yang diinginkan anak-anak secara terus menerus, tetapi tidak mampu dibeli, dapat menjadi berlebihan, dan bahkan mempengaruhi anak-anak untuk membelanjakan semua uang mereka (atau Anda)," ujarnya.

Selain itu, kata Geddes, media sosial dapat menjadi platform isu-isu seperti cyberbullying dan cyberstalking. Atau menyediakan sarana bagi anak-anak untuk berbagi gambar anak-anak lain Anak-anak bahkan mungkin memposting materi yang membahayakan diri mereka sendiri.

Geddes mengingatkan bahwa setiap media sosial biasanya ada batasan usia minimal untuk mengaksesnya, umumnya 13 tahun. Dan batas usia itu ada karena suatu alasan yakni untuk melindungi pengguna. Mengabaikan batas usia dapat membuat anak terpapar konten yang tidak sesuai.

"Kuncinya adalah mengetahui di mana anak-anak Anda berada, apa yang mereka katakan, dan apa yang mereka lihat," ujar Geddes.

Apabila anak masih terlalu kecil tapi minta dibuatkan akun, Geddes mengimbau orang tua untuk menjelaskan bahwa ada batasan usia berlaku untuk keselamatan mereka, bahkan jika semua orang menggunakannya.

Apabila anak 'terlanjur' memiliki akun di media sosial, Geddes mengajurkan untuk mencoba alternatif lain. Misalnya, tidak menggunakan nama lengkap anak di akun media sosial mereka. Gunakan emoji atau kartun di foto profilnya. Ini akan mengurangi jejak digital. Selain itu, prioritaskan orang tua juga bisa memegang kendali.

Periksa juga apakah berbagi lokasi dinonaktifkan di menu pengaturan perangkat untuk aplikasi atau situs yang anak gunakan. Menurut Geddes, ini akan membantu memastikan bahwa apabila anak-anak didekati predator, mereka tidak mengungkapkan keberadaannya.

"Anak-anak Anda masih tergolong kecil, tetapi memiliki akun media sosial, Anda harus mengetahui nama pengguna dan kata sandi mereka. Tetapkan alamat email akun mereka dan otentikasi dua faktor sebagai alamat email dan nomor telepon Anda sendiri. Ini berarti bahwa mereka tidak dapat mengubah login mereka tanpa Anda sadari," katanya.

Mengenai penggunaan gadget pada anak, dr. Jolinda Johary pernah mengatakan pada anak usia 7-10 tahun, biasanya anak mulai memiliki komunitasnya sendiri dan cenderung akan meminta waktu lebih untuk menggunakan tablet atau komputer pribadi. Meskipun begitu, orang tua tetap harus bersikap tegas dengan terus membatasi waktu penggunaan gadget.

"Jika anak menolak peraturan pemakaian gadget, beri penjelasan logis agar anak tidak tumbuh jadi sosok pemberontak. Jangan lupa terapkan sistem reward setiap kali si kecil mematuhi jadwal yang Bunda tetapkan. Misalnya, jika anak bisa enggak main gadget lebih dari dua jam sehari dia bisa main gadget lebih lama di akhir pekan," jelasnya.

Bunda, waspadai juga yuk konten berbau seksual yang mungkin terakses anak di media sosial, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi