sign up SIGN UP search


parenting

Hati-hati! Bayi Menangis Berlebihan Bisa Sebabkan Kembung Lho, Bunda

Melly Febrida Sabtu, 03 Oct 2020 09:54 WIB
Selected focus on little cute baby crying on her mother hand. caption

Jakarta - Bunda, apakah si kecil suka menangis lama dan berlebihan? Hati-hati ya, Bunda, saat anak menangis terlalu lama bisa menyebabkan kembung. Saat bayi atau anak kecil mengalami kembung, akan lebih sulit karena mereka belum bisa menjelaskan atau memahami mengapa merasa tidak enak.

Melansir Texas Children, gas merupakan bagian yang normal dari sistem gastrointestinal (GI) dan kita semua memiliki gas di dalam tubuh. Perut bayi yang menjadi kembung setelah menyusu, kemungkinan disebabkan dari pola minum ASI yang terlalu cepat, menelan terlalu banyak udara, atau mencerna makanan tertentu. Sehingga membuat gas terjebak di dalam perut.



Kate Tietje, seorang mom blogger yang senang dengan pengobatan alami mengatakan, bayi baru lahir memang sangat rentan mengalami kembung. Ini karena sistem pencernaannya yang belum matang.

“Anak-anak yang lebih besar juga bisa kesulitan buang angin jika mereka makan sesuatu yang tidak sesuai,” kata Tietje dalam Natural Remedies for Kids.

Penyebab kembung ini juga macam-macam, Bunda. Dr Bob Zajac, dokter anak bersertifikat, menjelaskan bahwa ada tiga penyebab anak mengalami kembung. Berikut penjelasannya:


1. Iritan

Alergi makanan atau sensitif, mengonsumsi makanan yang tinggi asam fitat (kacang-kacangan, biji-bijian) atau karbonasi juga bisa menyebabkan kembung pada anak-anak.

2. Infeksi

Bakteri atau virus, bakteri baru atau berkepanjangan, atau sindrom pertumbuhan berlebih bakteri usus juga bisa menyebabkan perut anak menjadi kembung.

3. Regulasi tubuh

Refluks, malabsorpsi dan defisiensi enzim, efek samping obat / suplemen, tangisan berlebihan, atau menelan udara, atau sistem pencernaan yang belum matang juga bisa menyebabkan anak merasakan kembung. 

“Tubuh memproduksi gas berlebih ketika  fermentasi makanan di usus terlalu lama, yang bisa menyebabkan rasa kembung dan rasa nyeri di perut.  Menghindari penyebab biasanya menyelesaikan masalah,” ujar Zajac.



Kalau anak kembung, yang harus Bunda perhatikan adalah gas tersebut bisa menyebabkan rasa sakit perut yang hebat. Apabila anak mengeluh dan tampak sangat tidak nyaman, sebaiknya hubungi dokter untuk mengesampingkan hal yang lebih serius.  

“Dalam kasus yang jarang terjadi, gas yang berlebihan dan sering dapat menjadi tanda bahwa usus tidak berfungsi dengan baik, tetapi hal seperti ini akan disertai dengan gejala lain,” kata Zajac.

Gas biasanya mulai sekitar 20-30 menit setelah makan, dan dapat berlanjut selama satu jam atau beberapa jam. Ini juga tidak bertahan lebih dari 12 jam, kecuali orang tersebut terus memakan makanan yang mengganggu. 

Untuk itu, pastikan untuk menyendawakan bayi sesegera mungkin setelah memberinya ASI, dan juga di tengah menyusui, jika mereka tampak tidak nyaman atau memiliki masalah dengan meludah.  Sedangkan untuk gas kronis, cari perubahan pola makan atau temui dokter untuk mengidentifikasi penyebab lain.



Shelly Nalbone, MS, RN, CPNP, IBCLC, seorang spesialis menyusui dari Texas Children Hospital mengungkap sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan masalah pada usus bayinya. Beberapa bayi mungkin bereaksi terhadap makanan tertentu, tetapi tak berarti ada daftar makanan khusus yang harus dihindari saat ibu menyusui.

“Sebagian besar bayi menolerir makanan yang dikonsumsi ibu mereka. Tetapi penting untuk tetap memperhatikan pola makan Bunda. Jika Bunda memperhatikan bahwa setiap kali Bunda makan sesuatu dan bayi jadi rewel, cobalah untuk menghindari makanan tersebut sementara waktu dan lihatlah apa yang terjadi. Beberapa makanan seperti kangkung, bayam, kacang-kacangan, bawang putih, paprika, atau makanan pedas dapat menyebabkan gas pada bayi," ujarnya.

Bunda, simak juga yuk tips memberikan obat pada bayi seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi