sign up SIGN UP search


parenting

Ibu Menyusui Hindari 9 Makanan Ini Ya karena Bisa Picu Bayi Kembung

Annisa Afani Rabu, 02 Dec 2020 15:09 WIB
Crying hungry newborn baby lying on the bed. Love baby. Newborn baby and mother. caption
Jakarta -

Menyusui menjadi fase penting bagi ibu dan bayi, terutama dalam enam bulan pertama kehidupan bayi. Banyak manfaat yang didapat bayi dari menyusui karena nutrisi yang dikandung air susu ibu (ASI).

Namun ibu menyusui harus hati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsinya. Itu karena ada beberapa makanan yang diyakini bisa memicu bayi kembung.

"Ada kemungkinan bahwa beberapa makanan yang memicu gas yang dicerna ibu juga dapat memengaruhi bayinya," kata Jennifer Shu, dokter anak yang berbasis di Atlanta, dikutip dari Parents.


Dia menjelaskan, jika ASI mengandung lebih banyak gas maka terasa pada bayi dalam waktu 2 jam setelah menyusui terakhir. Namun tidak mudah untuk mengidentifikasikan makanan apa yang menyebabkan kembung atau gas berlebih pada ASI.

"Mungkin diperlukan waktu hingga dua atau tiga hari agar makanan benar-benar keluar dari sistem Anda. Jadi pikirkan apa yang Anda makan selama 72 jam terakhir untuk melihat apakah Anda bisa menunjukkan dengan tepat makanan yang memicu gas," tutur Shu.

Makanan yang mungkin membuat bayi kembung

Kembung yang dialami oleh bayi terkadang memang menjadi hal yang tak dapat kita kendalikan sepenuhnya. Namun, setidaknya risiko tersebut dapat berkurang jika ibu menyusui mengurangi beberapa jenis makanan berikut ini, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Produk susu

Protein susu dan laktosa dalam susu sapi dapat menyebabkan perut bayi dipenuhi gas atau jadi kembung, terutama bagi yang tidak toleran laktosa, Bunda. Bayi dengan kondisi ini kekurangan enzim laktase yang dibutuhkan untuk mencerna susu sapi dan produk susu lainnya.

Sementara produk susu lainnya, seperti yogurt merupakan susu fermentasi juga sulit dicerna. Laktosa dalam yogurt mungkin bisa menyebabkan kembung dan juga diare pada bayi.

"Makanan olahan susu akan menyebabkan gas paling banyak untuk ibu dan bayi karena proteinnya terlalu sulit dicerna. Alternatifnya, susu almond atau kedelai," ujar konsultan laktasi di New York, Leigh Anne O'Connor, dikutip dari Mom.

2. Mentega

Selain lemak hewani yang tinggi, dikutip dari Nursing Moms, mentega juga memiliki kandungan laktosa, Bunda. Bayi belum siap untuk menolerir laktosa, dan mencerna lemak hewani dalam konsentrasi tinggi untuk tahun pertama kehidupannya.

3. Keju olahan

Keju olahan atau keju yang belum diolah memiliki konsentrasi laktosa yang tinggi dan dapat menyebabkan kembung. Selain laktosa, keju juga mengandung perasa dan pewarna buatan yang tidak baik untuk bayi. Keju juga mengandung pengemulsi dan garam, yang menyebabkan kembung.

4. Makanan kaya serat

Makanan berserat cenderung menjadi penyebab kembung pada ibu dan bayi yang disusui. Khususnya gandum putih, karena sulit dicerna dibandingkan jenis gandum lainnya. Jika bayi memiliki sensitivitas pada gluten, sebaiknya kurangi porsinya selama masa menyusui.

5. Makanan dari tepung

Pizza, dan pai menjadi contoh dari makanan bertepung yang porsinya perlu untuk dikurangi karena dapat menimbulkan gas. Selain gluten, makanan dari tepung juga mengandung garam, gula, dan banyak minyak. Minyak menambahkan lemak yang tidak dapat diproses dengan cepat oleh enzim dalam sistem pencernaan bayi.

6. Brokoli

Meski brokoli menawarkan vitamin dalam dosis yang sehat, namun menurut dokter anak bersertifikat di Freehold, New Jersey, Zubaida Sadik, bisa membuat ibu dan bayi kembung.

Brokoli adalah serat larut yang tidak cepat terurai di usus, sehingga sulit dicerna. Faktanya, brokoli tidak rusak sampai melewati usus besar, tempat ga berkembang.

7. Makanan pedas

Makanan pedas menyebabkan bayi kembung karena pencernaannya belum siap untuk mengolah dan mencernanya dengan baik, sehingga memperlambat sistem pencernaan dan menimbulkan refluks asam. Selain itu, sebagian makanan pedas ini juga mengandung senyawa capsaicin yang dapat menyebabkan mulas.

8. Kafein

Makanan dan minuman yang mengandung kafein seringkali menyebabkan gas berlebih di dalam tubuh ibu dan bayi. Sistem pencernaan bayi masih berkembang dan belum bisa mengeluarkan kafein seperti orang dewasa ketika tertelan melalui ASI.

9. Jus jeruk

Kandungan asam yang tinggi dalam jus jeruk bisa mengiritasi sistem pencernaan bayi yang sedang berkembang. Mengonsumsinya terlalu sering bisa memengaruhi bayi. Sadik menyarankan untuk membatasi asupan jus ini menjadi seminggu sekali dan lengkapi diet dengan buah-buahan segar yang mengandung vitamin C.

10. Minuman soda

Minuman soda mengandung gula yang tinggi dan berpotensi mengganggu sistem pencernaan ibu dan bayi. Gula buatan ini sulit untuk dipecah dan berasimilasi, sehingga sistem pencernaan bayi akan bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak gas.

Perawatan untuk bayi kembung

Bagi kebanyakan bayi, mengutip Kelly Mom, perawatan paling efektif yang dibutuhkan saat mengalami kembung menunggunya hingga mereda dalam beberapa waktu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bayi terlahir dengan sistem pencernaan yang belum matang, dan perlu waktu untuk menjadi lebih siap.

Sampai hal tersebut terjadi, bayi kemungkinan besar akan terus kembung dan mengeluarkan gas. Bagi beberapa bayi baru lahir, ia akan terganggu karena sensasi yang membuatnya merasa tak nyaman.

Jika tak dapat menemukan penyebab yang jelas dari kembung yang terjadi, maka Bunda dapat mencoba beberapa cara berikut ini:

  • Pengobatan alami

Sebelumnya perlu untuk diingat, bahwa apa pun yang diberikan selain ASI pada si kecil cenderung menyebabkannya sering mengalami masalah kesehatan. Ini karena hal tersebut dapat mengubah flora usus dan menurunkan kualitas perlindungan dari ASI eksklusif, sehingga bayi jadi lebih rentan terhadap penyakit dan alergi.

Dari banyaknya produk herbal yang disarankan, biasanya mengandung campuran jamu atau zat lain yang mungkin bisa menempatkan bayi pada risiko reaksi yang merugikan karena beberapa di antaranya mengandung alkohol, sehingga baca labelnya dengan sangat hati-hati. Obat alami yang digunakan ialah teh adas serta gripe water.

  • Obat tetes simetikon

Obat ini tergolong cukup aman karena tidak diserap tubuh dan bekerja untuk memecah gelembung gas yang terperangkap di perut dan usus. Dalam uji klinis, tetes simetikon terbukti efektif dalam mengurangi jumlah total gas yang keluar. Namun, obat ini belum terbukti lebih efektif pada bayi yang mengalami masalah mirip kolik.

Jika kembung pada bayi dirasa mengkhawatirkan, ada baiknya Bunda memeriksakan anak ke dokter demi mendapatkan perawatan yang tepat.

Bunda, simak juga cara mengatasi perut kembung dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi