sign up SIGN UP search


parenting

Tragis! Pangeran Inggris Diasingkan Sejak Kecil Gara-gara Derita Epilepsi

Annisa Karnesyia Rabu, 14 Oct 2020 07:36 WIB
Ilustrasi Mahkota caption
Jakarta -

Hidup menjadi pangeran tak selalu bahagia dan terhormat. Pangeran John dari Kerajaan Inggris diasingkan keluarganya sampai meninggal dunia karena mengidap epilepsi.

John adalah anak bungsu pasangan George V dan Ratu Mary yang lahir pada 12 Juli 1905. Dilansir Nine News Australia, pada usia empat tahun, dia didiagnosis mengidap epilepsi.

Di usianya yang masih kecil, John dikirim ke Sandringham House bersama pengasuhnya. Di usia 13 tahun, dia meninggal dunia setelah mengalami kejang parah.


Kondisi sakit John ini dirahasiakan dari publik, Bunda, Selama bertahun-tahun, orang-orang menduga dia telah diperlakukan buruk karena kondisinya itu.

Kehidupan dan misteri kematiannya masih disebut sebagai kisah 'Pangeran yang hilang'. Jika John masih hidup, dia akan menjadi paman Ratu Elizabeth II.

John digambarkan sebagai anak yang cerdas, ceria, dan sehat sebelum didiagnosis epilepsi. Ia dikenal jahil dan suka bergurau, seperti menyebut ayahnya sebagai orang tua yang jelek.

Sama seperti anggota kerajaan lain, Josh memiliki garis keturunan yang terhormat. Ia terhubung dengan 20 raja yang pernah memerintah Eropa. Kakek John adalah Raja Edward VII, salah satu pemimpin kerajaan yang paling kuat.

John dibesarkan dengan didikan keras Pangeran George V. Sang ayah dilaporkan ingin anak-anaknya berperilaku seperti orang dewasa, Bunda.

Sejak kecil, John tinggal bersama saudara-saudaranya serta pengasuh di sebuah pondok sederhana. Mereka sangat jarang bertemu ibunya, Mary, dan tinggal dengan ayah yang memiliki kepribadian keras.

"Dia (George V) terus menetapkan standar yang konyol dalam hal berpakaian dan perilaku. Ia tidak bermaksud kejam tapi mementingkan standar yang tidak bisa diubah anggota keluarga kerajaan," kata penulis biogradi Phillip Ziegler, kepada UKTV.

Kehidupan John berubah saat didiagnosis epilepsi tahun 1909. Saat itu, dia mulai mengalami kejang dan ketika kondisinya memburuk, dia dijauhkan dari publik dan diasingkan.

Saat Pangeran Edward VII meninggal pada Mei 1910, John sempat bergabung dengan keluarga kerajaan. Ia terlihat di balkon dan di hadapan banyak orang.

Penyakit epilepsi John baru diungkap ke publik tahun 1919 setelah kematiannya. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa bocah itu sengaja disingkirkan karena suatu hal yang memalukan.

Pada saat John masih hidup, pemahaman masyarakat tentang epilepsi masih kurang. Tidak ada juga pengobatan yang efektif, sementara pasien sering diperlakukan seolah-olah mereka gila. Kata 'epilepsi' bahkan digunakan sebagai istilah yang merendahkan.

Dokter pernah memberi tahu Raja dan Ratu bahwa John tidak akan bertahan hidup sampai dewasa. Maka, tidaklah mengejutkan dia meninggal dunia karena sakit pada 18 Januari 2919.

Mary mengatakan pada seorang teman bahwa dia dan suaminya mendapati pengasuh John tertekan. Mereka lalu melihat anaknya terbaring membisu. Raja George menggambarkan kematian putranya sebagai 'kemurahan hati yang besar'.

Kisah pilu Pangeran John belum usai. Setelah wafat, namanya tidak masuk dalam sejarah anggota kerajaan. Menurut penulis biografi kerajaan Christopher Wilson, beberapa silsilah keluarga House of Windsor telah menghilangkan nama John sepenuhnya.

"Jika mereka merasa memiliki seseorang yang tidak pantas, mereka tidak akan menulis namanya di buku sejarah. Inilah yang terjadi pada Pangeran John, sesaat setelah dia meninggal, tidak ada lagi yang mendengar kisahnya," ujar Wilson.

Simak juga tips Marini Zumarnis curahkan rasa sayang pada anaknya, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi