sign up SIGN UP search


parenting

5 Tips agar Bronkitis pada Anak agar Tak Berkembang Jadi Pneumonia

Melly Febrida Rabu, 21 Oct 2020 08:46 WIB
Sick little asian girl wiping or cleaning nose with tissue on her hand caption

Jakarta - Pada masa pandemi ini, melihat anak mengalami sakit tenggorokan suka bikin khawatir. Padahal, sakit tenggorokan belum tentu karena tertular COVID-19. Bisa jadi, anak-anak terserang penyakit bronkitis.

Asma dan alergi menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit bronkitis. Selain itu bisa juga karena virus, bakteri, polusi udara, hingga menghirup asap rokok terlalu lama.


Dikutip WebMD, Jennifer Robinson, MD, mengatakan penyakit bronkitis terjadi ketika saluran yang membawa udara ke paru-paru, yang disebut saluran bronkial, mengalami peradangan dan pembengkakan.  Ini yang berakhir dengan batuk dan lendir yang mengganggu. Apalagi pada anak-anak, yang kadang belum tahu cara mengeluarkan lendir dari hidung dan tenggorokannya.

Berbicara mengenai bronkitis, ada dua jenis yakni bronkitis akut serta bronkitis kronis. Untuk bronkitis akut biasanya sembuh, gejalanya berlangsung selama beberapa minggu tapi tak menimbulkan masalah setelahnya. Sedangkan bronkitis kronis ini lebih serius, menetap dan tidak pernah hilang sepenuhnya.


Gejala bronkitis termasuk batuk yang mungkin mengeluarkan lendir yang bening, putih, kuning, atau hijau, mengi, dada terasa penuh atau tersumbat atau kesulitan bernapas.  

"Anak mungkin juga mengalami kesulitan mengeluarkan lendir atau dahak yang kental dari saluran pernapasannya," kata Robinson.

Pada anak yang mengalami bronkitis akut setelah gejala hilang, batuk bisa berlangsung beberapa minggu, namun saluran bronkial sembuh dan pembengkakannya berkurang.  "Jika berlangsung lebih lama dari itu, masalahnya ada mungkin lain," kata Robinson.

Beda lagi dengan bronkitis kronis, batuk bisa berlangsung setidaknya selama 3 bulan dan kembali setidaknya 2 tahun berturut-turut. Seseorang yang mengalami bronkitis kronis apabila  mengalami batuk, bisa terjadi secara produktif setiap hari selama minimal 3 bulan, dalam setahun, 2 tahun atau lebih berturut-turut.

"Bronkitis dapat menyebabkan pneumonia, meskipun ini jarang terjadi.  Biasanya, ini tidak menyebabkan masalah lain," tambah Robinson.

Pada sebagian kasus, bronkitis bisa diatasi dengan istirahat yang cukup dan obat-obatan yang mudah diperoleh di apotek.  


Namun ketika seseorang terserang bronkitis yang disebabkan bakteri (yang jarang terjadi), kata Robinsin, dokter mungkin memberi  anti-biotik.  Jika menderita asma atau alergi, atau mengi, dokter mungkin menyarankan inhaler.  Ini membantu membuka saluran udara dan membuatnya lebih mudah untuk bernapas.

Untuk menurunkan peluang anak terkena bronkitis akut atau serangan bronkitis kronis, simak beberapa tips di bawah ini:

1. Jauhi asap rokok

2. Dapatkan vaksin flu karena seseorang bisa terkena bronkitis akibat virus flu.

3. Pastikan vaksin pertusis Anda mutakhir. 

4. Cuci tangan Anda sesering mungkin. 

5. Kenakan masker saat berada di sekitar hal-hal yang mengganggu paru-paru, seperti asap.

Sementara itu, Alana Biggers, M.D., MPH, dokter penyakit dalam menjelaskan, bronkitis bukanlah satu-satunya kondisi yang menyebabkan batuk.  Batuk yang tidak kunjung sembuh mungkin merupakan tanda asma, pneumonia, atau banyak kondisi lainnya.  Siapapun dengan batuk terus menerus harus menemui dokter untuk diagnosis.

"Komplikasi bronkitis yang paling umum adalah pneumonia.  Ini bisa terjadi jika infeksi menyebar lebih jauh ke paru-paru.  Pada penderita pneumonia, kantung udara di dalam paru-paru terisi cairan," ujae Biggers dilansir Medical News Today.


Pneumonia tersebut lebih mungkin berkembang pada orang dewasa yang lebih tua, perokok, orang dengan kondisi medis lain, dan siapa saja dengan sistem kekebalan yang lemah.  Ini bisa mengancam nyawa dan membutuhkan perhatian medis.

Nah, pada anak-anak lebih baik segera mendapat penanganan serius agar tidak menyebabkan komplikasi berat saat mereka dewasa. Tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak, ketika menjumpai salah satu tanda-tanda bronkitis ya, Bunda. 

Bunda, simak juga yuk cara membuat obat batuk dengan bahan rumahan seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi